RADARPAPUA - Kesempatan bagi calon peserta yang ingin meniti karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) melalui sekolah kedinasan kembali dibuka.
Pemerintah menyediakan ribuan formasi pada seleksi sekolah kedinasan tahun anggaran 2026, dengan proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Berdasarkan informasi resmi pada portal SSCASN BKN, pemerintah menetapkan 4.770 kebutuhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan tahun 2026. Pendaftaran online dijadwalkan berlangsung pada 18–30 Agustus 2026.
Para calon pelamar diimbau mempersiapkan seluruh persyaratan dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan cermat. Informasi mengenai lowongan dan proses pendaftaran dapat dipantau melalui portal resmi SSCASN BKN.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini juga mengingatkan peserta agar mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengikuti seleksi.
"Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat," ujar Menteri Rini belum lama ini.
Formasi Sekolah Kedinasan 2026 Naik Signifikan
Jumlah formasi yang disiapkan pemerintah pada seleksi sekolah kedinasan 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, tersedia 3.257 formasi, sedangkan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 4.770 formasi.
Ribuan kebutuhan CPNS tersebut tersebar pada sembilan instansi pemerintah dengan jumlah alokasi yang berbeda-beda.
Berikut rincian formasi sekolah kedinasan tahun 2026:
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kemendagri): 1.410 formasi
- Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan: 891 formasi
- PKN STAN (Kementerian Keuangan): 1.000 formasi
- Politeknik Statistika STIS (BPS): 564 formasi
- Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan): 375 formasi
- Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum): 250 formasi
- Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): 130 formasi
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN): 100 formasi
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN): 50 formasi
Dengan jumlah tersebut, peserta memiliki sejumlah pilihan sekolah kedinasan yang berada di bawah berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
Cek Jadwal Lengkap Seleksi Sekolah Kedinasan 2026
Seluruh proses pendaftaran dan tahapan awal seleksi sekolah kedinasan 2026 dilakukan secara terintegrasi melalui portal resmi BKN. Peserta perlu memperhatikan setiap tanggal agar tidak melewatkan tahapan penting.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan pemerintah, berikut rangkaian seleksi sekolah kedinasan 2026:
- Pengumuman lowongan: 15–24 Agustus 2026
- Pendaftaran online: 18–30 Agustus 2026
- Pengumuman hasil seleksi administrasi: 2–3 September 2026
- Masa sanggah administrasi: 4–5 September 2026
- Pengumuman pascasanggah administrasi: 7–8 September 2026
- Pengumuman jadwal SKD/Selkom: 18–21 September 2026
- Pelaksanaan SKD/Selkom: 22 September–7 Oktober 2026
- Pengumuman hasil SKD/Selkom: 1–13 Oktober 2026
- Pelaksanaan SKB tambahan/SKT non-CAT: 11–28 Oktober 2026
- Pelaksanaan SKB/SKT metode CAT: 25–26 Oktober 2026
Peserta sebaiknya mencatat seluruh jadwal tersebut dan rutin memeriksa informasi resmi agar tidak tertinggal pengumuman maupun perubahan ketentuan yang mungkin disampaikan selama proses seleksi.
SKD Tetap Menggunakan Sistem CAT
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sekolah kedinasan 2026 tetap dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Dalam pelaksanaannya, peserta akan menghadapi tiga kelompok materi utama, yaitu:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
- Tes Intelegensia Umum (TIU)
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Penggunaan sistem CAT ditujukan untuk memastikan proses seleksi berlangsung transparan dan objektif. Sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah praktik kecurangan, termasuk penggunaan joki atau adanya pihak yang menjanjikan kelulusan.
Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan bantuan untuk memastikan kelulusan.
"Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas," tegas Rini.
Peserta Diminta Waspada terhadap Janji Kelulusan
Dengan penerapan sistem CAT, peserta diharapkan mengikuti seluruh tahapan seleksi secara mandiri dan jujur. Tawaran dari pihak tertentu yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta perlu diwaspadai karena proses seleksi dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain calon peserta, orang tua juga diharapkan memberikan dukungan moral yang positif. Dukungan keluarga dapat membantu peserta mempersiapkan diri secara optimal tanpa mengambil jalan pintas dalam menghadapi persaingan.
Bagi calon pelamar sekolah kedinasan 2026, persiapan tidak hanya perlu dilakukan untuk menghadapi ujian, tetapi juga dengan memahami persyaratan, jadwal, mekanisme pendaftaran, serta tahapan seleksi sejak awal.
Dengan 4.770 formasi yang tersedia dan pendaftaran berlangsung pada 18–30 Agustus 2026, calon peserta perlu memastikan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan dan hanya mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey