RADARPAPUA - Upaya pencarian terhadap sembilan perempuan asal Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang dibawa oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih terus dilakukan. TNI berupaya menemukan keberadaan mereka agar seluruh warga yang dibawa dapat segera kembali ke tengah keluarga.
Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan pencarian terhadap sembilan perempuan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI untuk memulihkan kondisi keamanan di wilayah Jila setelah insiden yang terjadi pada 16–17 Agustus 2026.
"Kami terus berupaya mencari agar dapat memulangkan mereka dan kembali ke tengah keluarganya, " kata Brigjen TNI Vivin Alivianto kepada ANTARA, Minggu.
Dihubungi dari Jayapura, Vivin menjelaskan bahwa pada awalnya terdapat 11 perempuan yang dibawa oleh KKB. Namun, dalam kejadian tersebut, dua orang menjadi korban penembakan. Salah seorang di antaranya, yang disebut sebagai mama, meninggal dunia.
"Sedangkan seorang lainnya jatuh ke jurang, namun Jumat (21/8) sudah dievakuasi dan dirawat di rumah sakit Timika," kata Vivin.
Dengan demikian, sembilan perempuan lainnya hingga kini masih dalam pencarian. TNI terus berupaya menemukan mereka sekaligus memastikan keselamatan para warga sipil tersebut agar dapat segera dipulangkan ke keluarga masing-masing.
Baca Juga: Papua Tengah Dikepung 1.923 Titik Panas, Nabire Catat Hotspot Tertinggi
Vivin mengatakan insiden tersebut berlangsung pada 16–17 Agustus 2026. Setelah kejadian, TNI melakukan berbagai upaya untuk memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih aman.
Selain melakukan pemulihan keamanan, TNI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pasokan makanan. Bantuan tersebut diberikan karena warga merasa takut pergi ke kebun untuk mencari bahan makanan setelah adanya insiden tersebut.
Menurut Vivin, kelompok bersenjata yang membawa warga sipil tersebut diduga berasal dari kelompok KKB Kodap III Ndugama.
Kelompok itu disebut berada di wilayah yang tidak terlalu jauh dari Jila, dengan jarak yang dapat ditempuh sekitar dua hari perjalanan dengan berjalan kaki.
"Mereka yang dibawa KKB selain mama-mama juga ada anak perempuan dan berharap dapat segera dipulangkan agar berkumpul kembali dengan keluarga," kata Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto.
TNI bersama pemerintah daerah terus melakukan upaya pencarian dan pemulihan keamanan di wilayah Jila. Selain memastikan kondisi keamanan, pencarian sembilan perempuan tersebut menjadi prioritas agar mereka dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarga. (ant)
Editor : Tina Mamangkey