RADARPAPUA - Kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkuat di wilayah Tanah Papua.
Sebanyak 2.190 personel gabungan disiagakan untuk melakukan pencegahan dan penanganan karhutla di tiga provinsi yang menjadi wilayah kerja Kodam XVII/Cenderawasih.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD dan pemadam kebakaran. Mereka ditempatkan di Provinsi Papua, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
"Untuk di Kota Jayapura dan sekitarnya disiapkan sebanyak 750 personel, termasuk yang ikut apel kesiapsiagaan pengecekan antisipasi karhutla," kata Mayjen TNI Febriel Sikumbang di Jayapura, Rabu.
Menurut Febriel, penanganan karhutla dilakukan dengan mengutamakan kerja sama lintas sektor. Dari unsur TNI, kesiapsiagaan melibatkan jajaran korem, kodim hingga 13 batalyon TNI Penyangga (Yon TP).
Seluruh unsur tersebut akan berkolaborasi dengan Polri, BPBD, BNPB, Basarnas, Dinas Kehutanan serta sukarelawan komunikasi dari ORARI dan RAPI untuk memperkuat pemantauan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.
Berdasarkan pemantauan selama sepekan terakhir, terdapat enam titik panas (hotspot) yang sempat terdeteksi menonjol di sejumlah wilayah.
Rinciannya, empat titik berada di Kabupaten Nabire, sementara Kabupaten Puncak dan Biak Numfor masing-masing terdeteksi satu titik api.
Baca Juga: BMKG Deteksi 110 Titik Api di Tanah Papua, Merauke Jadi Wilayah Terbanyak
Febriel memastikan seluruh titik api yang terpantau tersebut saat ini telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi munculnya titik panas baru.
Pemantauan dilakukan menggunakan aplikasi Sipongi milik Kementerian LHK, data satelit BMKG, serta informasi dari masyarakat dan unggahan di media sosial.
"Kondisi saat ini berdasarkan pemantauan Sipongi dan BMKG masih berada pada status aman (indikator hijau dan kuning) karena angkanya relatif jauh lebih rendah dibanding provinsi lain namun kita tidak boleh lengah dan tetap siaga penuh," kata Pangdam XVII Cenderawasih.
Untuk mendukung operasi di lapangan, tim siaga juga telah melakukan inventarisasi armada dan berbagai peralatan yang dapat digunakan dalam penanganan karhutla.
Sedikitnya tersedia 21 mobil pemadam kebakaran yang diperkuat truk tangki air, ambulans, mesin pompa air (alkon), perangkat komunikasi dan tim kesehatan dari sejumlah instansi.
Sementara itu, dukungan melalui jalur udara maupun penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi karhutla di lapangan.
Langkah tersebut menjadi opsi apabila situasi membutuhkan penanganan dengan dukungan tambahan.
Baca Juga: Fenomena Hujan Es di Papua Pegunungan Saat Udara Panas, Ini Penjelasan BMKG
Selain kesiapan aparat dan pemerintah, masyarakat juga diminta berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran. Pangdam mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan.
"Masyarakat diminta aktif menjaga lingkungan dan menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, termasuk membakar sampah tanpa diawasi," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang. (ant)
Editor : Tina Mamangkey