Papeda Summit 2026 Segera Digelar di Sorong, 130 Pembicara Siap Hadir

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 07:16 WIB
Pemprov Papua Barat Daya menggelar rapat finalisasi persiapan menyosong kegiatan Papeda Summit 2026 di Kota Sorong, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)
Pemprov Papua Barat Daya menggelar rapat finalisasi persiapan menyosong kegiatan Papeda Summit 2026 di Kota Sorong, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

 

RADARPAPUA - Sorong akan menjadi tempat berkumpulnya berbagai pihak untuk membahas masa depan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua melalui Papua Sustainable Development (Papeda) Summit 2026. 

Forum tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2-4 September 2026, dan persiapannya kini terus dimatangkan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu saat memimpin rapat finalisasi di Kota Sorong, Kamis, meminta panitia memastikan seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari akomodasi, konsumsi, koordinasi hingga pelayanan peserta, dipersiapkan secara matang. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan transparansi antaranggota panitia.

"Panitia harus solid, bekerja bersama, terbuka dan transparan. Jangan ada kecurigaan di antara kita. Jaga hati dan jaga kekompakan," kata Elisa.

Elisa mengatakan keterlibatannya dalam Papeda Summit merupakan bentuk kepedulian, komitmen, dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan Papua Barat Daya dan Tanah Papua.

"Kita ingin memberikan sesuatu untuk masa depan tanah dan negeri kita. Ini bagian dari kontribusi kita yang nyata," ujarnya.

Ketua Panitia Papeda Summit 2026 Julian Kelly Kambu mengatakan sekitar 800 peserta telah terdaftar. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 1.000 orang pada hari pertama pembukaan dan sekitar 500 peserta pada hari-hari berikutnya.

"Jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang pada hari pertama pembukaan, kemudian sekitar 500 peserta pada hari-hari berikutnya," jelasnya.

Pembukaan kegiatan akan berlangsung di Gedung Rambar Jejma, sedangkan agenda utama digelar di Hotel Aston dan Hotel Vega, dengan sebagian besar kegiatan dipusatkan di Hotel Vega.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama sekaligus membuka forum, sementara kehadiran Menteri atau Wakil Menteri Kehutanan masih dalam tahap konfirmasi. Sejumlah kepala daerah dari Tanah Papua juga telah diundang.

Papeda Summit akan membahas berbagai isu pembangunan berkelanjutan, antara lain lingkungan, sosial, ekonomi, ekonomi biru, ekonomi hijau, pengelolaan karbon, serta pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat adat.

"Ini untuk kita, dari kita untuk kita. Bagaimana menyamakan persepsi pembangunan berkelanjutan, dilihat dari lingkungannya bagaimana, sosialnya bagaimana, ekonominya bagaimana, kemudian ekonomi biru, ekonomi hijau, karbon dan keterlibatan masyarakat adat. Semua kita bicarakan dan diskusikan di sini," katanya.

Forum tersebut diharapkan mempertemukan masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pembangunan Papua ke depan.

"Kita duduk bersama sehingga kita berharap ada rekomendasi kebijakan untuk bagaimana masa depan Papua. Papua berkelanjutan, yang tidak meninggalkan air mata bagi generasi, tetapi meninggalkan mata air," ujarnya.

Papeda Summit 2026 merupakan tindak lanjut kesepakatan dalam pertemuan para gubernur di Timika, Papua Tengah, dan Manokwari, Papua Barat, pada Februari 2026.

Pertemuan tersebut menghasilkan rekomendasi kebijakan serta Deklarasi Sorong mengenai pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Sebanyak kurang lebih 130 pembicara dijadwalkan terlibat dalam forum yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

"Kurang lebih 130 pembicara dijadwalkan terlibat dalam forum yang berlangsung pada 2-4 September 2026 tersebut," ujarnya. (atr)

Editor : Tina Mamangkey
Papeda Summit 2026 pemprov papua barat daya Elisa Kambu