RADARPAPUA - Ancaman kelangkaan pangan mulai diantisipasi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menyusul dampak musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino.
Untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengerahkan pesawat Hercules TNI AU guna mengangkut 12,5 ton beras dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan fenomena El Nino yang terjadi saat ini tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berdampak terhadap kondisi sejumlah sungai di wilayah Papua.
Menurutnya, pendangkalan sungai membuat jalur distribusi logistik melalui transportasi kapal menuju Kabupaten Yahukimo tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu pasokan bahan pangan sekaligus memicu kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
"Untuk menghindari kelangkaan komoditas pangan dan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Yahukimo maka kami dari Kogabwilhan III mengerahkan pesawat Hercules milik TNI AU untuk membawa sebanyak 12,5 ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana," kata Letjen Lucky Avianto.
Proses pengiriman bantuan tersebut dipantau langsung oleh Letjen Lucky Avianto bersama perwakilan TNI dari berbagai angkatan di Bandara Mozes Kilangin Timika pada Jumat siang.
Pengiriman beras dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat Yahukimo yang terdampak kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino.
Letjen Lucky Avianto menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir dampak El Nino semakin terasa di sejumlah wilayah Papua, termasuk Kabupaten Yahukimo.
Kondisi tersebut berpengaruh terhadap ketersediaan air dan kelancaran jalur transportasi sungai yang selama ini menjadi salah satu sarana penting untuk mengangkut kebutuhan masyarakat.
"Dampak El Nino mengakibatkan debit air sungai surut hingga 90 persen khususnya di Pelabuhan Lokpon yang menjadi pintu masuk logistik ke wilayah lain terutama daerah yang masih terisolasi di selatan Papua," ujarnya.
Penurunan debit air yang sangat signifikan tersebut menyebabkan aktivitas transportasi sungai yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat mengalami kelumpuhan total.
Akibatnya, distribusi bahan kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah yang bergantung pada jalur sungai ikut menghadapi kendala.
"Pelabuhan Lokpon yang sejatinya menjadi pintu harapan bagi masuknya pasokan bahan pokok saat ini belum mampu berfungsi normal," ujarnya lebih lanjut.
Menghadapi kondisi tersebut, Kogabwilhan III bersama dukungan Mabes TNI menempuh sejumlah langkah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan armada pesawat angkut Hercules milik TNI AU untuk mengirim komoditas pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat di Yahukimo.
Pengiriman beras tersebut dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kogabwilhan III memastikan distribusi pangan tersebut dapat memberikan manfaat bagi ribuan masyarakat Yahukimo yang saat ini menghadapi dampak fenomena El Nino.
Setelah tiba di Dekai, beras bantuan dari TNI tersebut langsung disimpan di gudang milik Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Selanjutnya, beras akan didistribusikan ke sejumlah pasar terdekat serta wilayah lain yang mengalami kekurangan pangan.
Letjen Lucky Avianto menegaskan TNI akan terus membantu pemerintah daerah di Papua dalam mengantisipasi potensi kelangkaan pangan maupun kenaikan harga kebutuhan pokok.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pangan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino. (ant)
Editor : Tina Mamangkey