Terpantau dari Udara, 1.347 Batang Ganja Ditemukan di Hutan Pegunungan Bintang

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 06:27 WIB
Satgas TNI di bawa kendali Kogabwilhan III sedang mencabut dan mengamankan  1.347 batang pohon ganja  di hutan  sekitar Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. (ANTARA/HO- Tangkapan layar video Kogabwilahan III)
Satgas TNI di bawa kendali Kogabwilhan III sedang mencabut dan mengamankan 1.347 batang pohon ganja di hutan sekitar Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. (ANTARA/HO- Tangkapan layar video Kogabwilahan III)

 

RADARPAPUA - Upaya aparat memberantas peredaran narkotika di wilayah pedalaman Papua kembali menemukan ladang ganja. 

Satuan Tugas (Satgas) TNI di bawah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menemukan sebanyak 1.347 batang pohon ganja di kawasan hutan sekitar Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa.

Pangkogabwilhan III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto mengatakan, ribuan batang pohon ganja tersebut kuat diduga merupakan hasil budidaya Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XXV Bintang Timur pimpinan Ananias Ati Mimin.

Tanaman tersebut diduga sengaja ditanam di kawasan pelosok agar keberadaannya tidak diketahui aparat penegak hukum.

"Ini satu kondisi yang tragis di mana mama-mama, bapak bapak di Papua mengharapkan anak-anaknya menjadi generasi penerus, dirusak oleh bahaya narkoba. Kepada seluruh anggota OPM jangan rusak generasi muda Papua, jangan rusak generasi muda Indonesia dengan bahaya narkoba," ujarnya.

Penemuan ladang ganja tersebut bermula dari hasil pemantauan udara yang berhasil mengidentifikasi titik lokasi penanaman.

Setelah mendapatkan titik pasti, personel Satgas Yonif 735 SNS, Satgas Ketapang, Satgas Rajawali, Satgas Prayuda Mamta, Satgas Korpasgat, Satgas Kasuari dan Koramil 1715 Oksibil di bawah kendali Kogabwilhan III bergerak ke lokasi bersama personel Kepolisian Resor Pegunungan Bintang.

Aparat TNI dan kepolisian kemudian melakukan tindakan bersama untuk membumihanguskan ladang ganja yang ditemukan di kawasan hutan tersebut.

Lucky menyebut penemuan 1.347 batang ganja itu diduga baru sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Menurutnya, terdapat indikasi kuat bahwa ladang ganja serupa masih banyak tersebar di wilayah pedalaman Papua.

Ladang tersebut diduga merupakan hasil budidaya simpatisan OPM maupun tanaman yang ditanam langsung oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Pangkogabwilhan III juga menyoroti dugaan semakin banyaknya ladang ganja di Papua setelah juru bicara OPM Sebby Sambom secara terang-terangan melegalkan anggotanya membudidayakan ganja atau membina oknum masyarakat untuk menanam ganja di tanah Papua.

Ia mengaku sangat miris dan ironis melihat kondisi tersebut. Di tengah upaya mama-mama Papua menjaga anak-anak mereka dari ancaman narkoba di tanah kelahirannya, TPNPB-OPM justru disebut menanam tanaman yang dapat menjadi sumber bahaya narkotika di wilayah yang sama.

"Legalitas ganja oleh TPNPB-OPM bukan sekedar pelanggaran hukum namun bentuk nyata pengkhianatan terhadap nilai nilai kemanusiaan , ketuhanan, moral ,agama, adat istiadat dan budaya leluhur Papua," ujarnya.

Lucky menegaskan pemberantasan tanaman ganja di Papua akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan amanat Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan poin ketujuh Asta Cita yang menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika.

Karena itu, TNI memastikan tidak akan berhenti melakukan pencarian di kawasan hutan untuk menemukan dan memusnahkan tanaman ganja yang masih dibudidayakan di berbagai wilayah Papua.

"Bagi TNI bukan sekedar tugas namun juga perjalanan kemanusiaan dimana setiap jejak yang kami tinggalkan adalah bentuk ikhtiar untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat narkoba yang perlahan mematikan harapan mereka," ujarnya. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
ladang ganja tanaman ganja Pangkogabwilhan III OPM Mimika