RADARPAPUA - Penyelidikan kebakaran maut yang melanda Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, kini mendapat penguatan dari Polda Papua Tengah.
Lima perwira berpangkat perwira pertama dan menengah bersama personel Reskrim Polda Papua Tengah diterjunkan untuk membantu Polres Paniai mengungkap penyebab kebakaran yang menewaskan 11 orang tersebut.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung di Nabire, Selasa, mengatakan pengerahan personel tersebut dilakukan untuk membantu proses penyelidikan sekaligus memastikan penyebab kebakaran dapat segera diketahui.
“Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini telah memerintahkan Dirreskrimum Kombes Pol. Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol. I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai untuk memimpin penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” katanya.
Kebakaran terjadi pada Senin (7/9) dini hari. Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk mendapatkan informasi yang cukup sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 11 orang meninggal dunia. Para korban terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak yang berasal dari dua keluarga serta seorang warga lainnya. Seluruh korban meninggal akibat luka bakar.
Baca Juga: Kebakaran Pasar Bapouda Paniai Telan 11 Korban Jiwa, 6 di Antaranya Anak-anak
Keluarga pertama yang menjadi korban terdiri atas Hasyim (30), istrinya Rizka Falma (28), serta tiga anak mereka, yakni Ardi (9), Icha (6), dan Al Yusuf (2).
Sementara itu, keluarga kedua terdiri atas Wandi (36), istrinya Herlina (30), dan tiga anak mereka, yaitu Aska (9), Abie (6), serta Adit (5). Satu korban lainnya adalah Najamuddin (70).
Seluruh korban meninggal dunia saat ini disemayamkan di RSUD Paniai. Kepolisian juga merencanakan pemeriksaan visum terhadap para korban, namun pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga.
Polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena masih menunggu kedatangan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Papua.
Tim tersebut akan melakukan pemeriksaan terhadap tempat kejadian perkara untuk membantu mengungkap asal dan penyebab kebakaran.
Selain tim Labfor, proses penanganan korban juga akan mendapat dukungan dari tim Disaster Victim Identification (DVI). Tim DVI akan membantu proses penanganan serta identifikasi terhadap 11 korban yang saat ini berada di RSUD Paniai.
Dari pendataan sementara, kebakaran tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerusakan besar. Sebanyak 49 bangunan yang terdiri atas kios dan rumah dilaporkan hangus terbakar.
Baca Juga: Terpantau dari Udara, 1.347 Batang Ganja Ditemukan di Hutan Pegunungan Bintang
Dampak lainnya, sebanyak 148 orang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.
Untuk membantu warga yang terdampak, kepolisian telah mendirikan posko di halaman Polsek Paniai Timur.
Posko tersebut disiapkan sebagai tempat penanganan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, meskipun sebagian warga memilih mengungsi sementara di rumah keluarga masing-masing.
Henry menegaskan bahwa kepolisian masih berada dalam tahap pengumpulan informasi dan bukti sehingga belum dapat menyampaikan dugaan mengenai penyebab kebakaran.
“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” ujar Henry.
Kepolisian juga meminta masyarakat tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung. Warga diimbau tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab kebakaran karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar,” katanya. (atr)
Editor : Tina Mamangkey