RADARPAPUA - Upaya pencarian terhadap speedboat yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus diperluas.
Memasuki hari kedua operasi, tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, dan Polri mengerahkan kekuatan penuh dengan memperluas wilayah penyisiran berdasarkan hasil analisis pencarian terbaru.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto di Pandeglang, Rabu, mengatakan bahwa dalam operasi kemanusiaan pada hari kedua ini Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan.
"Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile," katanya.
Riski menjelaskan, perluasan pencarian dilakukan dengan berpedoman pada analisis data digital yang digunakan untuk menentukan wilayah yang dinilai memiliki peluang lebih besar dalam menemukan korban maupun speedboat yang hilang.
Dalam operasi tersebut, sebanyak enam unit kapal dikerahkan dan dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU), dengan masing-masing memiliki wilayah dan tugas pencarian yang berbeda.
"Pertama kita menggunakan KN SAR Tual K dengan area pencarian seluas 68,3 nautical mile. Kemudian, ada kapal KAL Anyer milik Lanal Banten dengan jangkauan 69,5 nautical mile," tuturnya.
Selain KN SAR Tual K dan KAL Anyer, tim SAR juga mengerahkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung untuk menyisir area seluas 67 nautical mile.
Baca Juga: Bukan Lagi SPHP, Mulai 20 Oktober Beras Pemerintah Bernama Beras Kita, Apa yang Berbeda?
Sementara itu, RIB 02 Banten difokuskan melakukan penyisiran secara lebih ketat di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila korban ataupun bagian dari kapal terbawa arus hingga mencapai pulau-pulau kecil di sekitar lokasi pencarian.
"Terakhir, kita didukung oleh KP Sanjay milik Polairud Polda Banten dengan cakupan pencarian seluas 67,3 nautical mile," ujarnya.
Riski mengatakan kondisi cuaca di wilayah operasi pencarian sejauh ini tidak menjadi kendala berarti.
Cuaca yang relatif bersahabat dinilai mendukung pergerakan armada dan aktivitas penyisiran yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di perairan Selat Sunda.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca terpantau cerah berawan dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan 14 knot. Sementara itu, ketinggian gelombang laut berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.
"Kondisi ini masih terhitung aman dan sangat efektif bagi kita untuk melaksanakan penyisiran di laut," tambahnya.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, pihak keluarga para korban mulai berdatangan ke posko pencarian untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan operasi.
Basarnas menyatakan telah melakukan koordinasi secara intensif dengan keluarga dan menyampaikan berbagai langkah yang telah dilakukan tim gabungan selama proses pencarian.
"Keluarga sudah mulai berdatangan, dan tadi kami sudah mengkomunikasikan perihal apa saja yang telah kami laksanakan. Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban dalam kondisi selamat," kata dia.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan berangkat menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi gunung tersebut.
Baca Juga: Polda Papua Tengah Turunkan Lima Perwira, Ungkap Kebakaran yang Tewaskan 11 Orang
Komunikasi terakhir dari rombongan tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah seorang korban sempat mengirimkan lokasi terkini melalui fitur berbagi lokasi kepada rekan jurnalis yang berada di Lampung.
Namun, tidak lama kemudian komunikasi terputus dan speedboat dinyatakan hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.
Lokasi terakhir speedboat berdasarkan titik koordinat dugaan berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T. Sejak saat itu, tim SAR gabungan melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan kapal maupun para penumpang yang berada di dalamnya.
Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masuk dalam daftar pencarian (DP). Mereka terdiri atas pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas atau freelance, serta dua orang lainnya yang hingga kini masih dalam proses pendataan.
Operasi pencarian hingga hari kedua terus dilakukan dengan memperluas wilayah penyisiran berdasarkan hasil analisis digital dan pemetaan SAR.
Seluruh unsur yang terlibat masih berupaya menemukan para korban secepat mungkin dengan memanfaatkan kondisi cuaca dan gelombang laut yang saat ini relatif mendukung kegiatan pencarian. (ant)
Editor : Tina Mamangkey