RADARPAPUA - Duka menyelimuti Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah dua warganya menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengecam keras aksi tersebut, terlebih kedua korban berada di Papua untuk menjalankan tugas dan mengabdi kepada masyarakat.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan kecaman itu saat menyambut kedatangan jenazah salah satu korban, Wili Mbuik, di Bandara El Tari Kupang, Jumat pagi.
“Kami mengutuk keras, tindakan biadab KKB terhadap warga NTT yang sudah menjadi korban,” kata Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat menyambut kedatangan Jenazah korban penembakan oleh KKB bernama Wili Mbuik, di Bandara El Tari Kupang, Jumat pagi.
Wili Mbuik diketahui merupakan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Ia menjadi satu dari tiga korban dalam peristiwa penembakan tersebut.
Dari tiga korban, dua di antaranya merupakan warga NTT. Salah satu korban diketahui berasal dari Rote Ndao, sedangkan korban lainnya berasal dari Maumere.
Johni menegaskan, aksi penembakan yang menyebabkan dua warga NTT meninggal dunia tidak dapat diterima.
Menurutnya, kedua korban datang ke Papua bukan untuk terlibat dalam konflik, melainkan menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Mereka di sana bukan untuk berperang, tetapi mereka datang untuk mengabdi serta melayani masyarakat di daerah tersebut. Mengapa harus dibunuh?, “ ujar Johni.
Ia mengatakan, jika KKB memperjuangkan kepentingan kemerdekaan, perjuangan tersebut tidak semestinya dilakukan dengan membunuh warga sipil yang sedang menjalankan tugas. Johni juga menyoroti tindakan yang merusak fasilitas umum di wilayah tersebut.
Menurut Johni, aksi penembakan terhadap warga yang sedang mengabdi kepada masyarakat merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan tidak beragama.
“Kalian sangat biadab, terkutuk semuanya,” tegas Johni.
Selain menyampaikan kecaman, Johni berharap aparat keamanan yang bertugas di Papua dapat segera menangkap para pelaku penembakan. Ia meminta para pelaku diproses dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara itu, suasana duka terlihat saat jenazah Wili Mbuik tiba di Bandara El Tari Kupang. Berdasarkan pantauan ANTARA, peti jenazah langsung diangkat oleh sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang telah menunggu kedatangannya.
Sejumlah kepala dinas di lingkup Pemerintah Provinsi NTT juga hadir di bandara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Wili Mbuik.
Setelah tiba di Kupang, jenazah Wili Mbuik kemudian langsung diberangkatkan menggunakan kapal menuju Rote Ndao untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.
Tangis histeris juga pecah dari sejumlah keluarga dekat korban ketika jenazah tiba dan dimasukkan ke dalam kendaraan ambulans.
Suasana tersebut menggambarkan duka mendalam keluarga atas kepergian Wili Mbuik yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan di Papua Pegunungan.
Editor : Tina Mamangkey