RADARPAPUA - Kondisi FP, siswi SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendapat perhatian serius setelah mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswi tersebut kini direkomendasikan menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
FP sebelumnya dilaporkan keluarganya mengalami kejang hingga kehilangan ingatan setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di sekolah. Saat ini, FP masih menjalani perawatan dan pemantauan medis di RSUP Adam Malik Medan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman mengatakan, tim dokter merekomendasikan agar FP dirujuk ke RSCM untuk memperoleh pemeriksaan yang lebih menyeluruh sekaligus menentukan penanganan medis berikutnya.
"Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatannya dan menentukan penanganan yang lebih komprehensif, FP direkomendasikan oleh tim dokter untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSCM Jakarta," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman, Jumat (11/8).
Aji menegaskan, Kemenkes akan memastikan proses pemindahan FP dari Medan ke Jakarta berjalan dengan baik. Kebutuhan pelayanan medis selama proses tersebut maupun setelah tiba di RSCM juga akan dipastikan terpenuhi.
"Yang paling penting saat ini adalah memastikan FP mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya," ucapnya.
Baca Juga: DPR Ingatkan Pemerintah: Jangan Reaktif, Segera Susun Roadmap Pemberantasan KKB!
Sebelum menjalani pemeriksaan di RSUP Adam Malik, FP telah mendapatkan penanganan medis secara bertahap di sejumlah fasilitas kesehatan.
Perawatan awal dilakukan di rumah sakit swasta dan RSUD di Kabupaten Karo, kemudian berlanjut ke RS Haji Medan.
Setelah itu, FP menjalani rawat jalan di RSUP Adam Malik Medan. Sejak 31 Agustus 2026, ia ditangani oleh tiga dokter spesialis dengan bidang keahlian berbeda untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh.
"Di RS Adam Malik, sejak 31 Agustus 2026, FP ditangani oleh 3 dokter spesialis yang berbeda (ahli gastrohepatologi, neurologi dan kesehatan jiwa) dan dilakukan pemeriksaan EEG (Electroencephalography) untuk mengetahui adanya kelainan pada fungsi saraf," paparnya.
Dari hasil pemantauan terakhir, kondisi FP disebut berada dalam keadaan stabil. Meski demikian, pemeriksaan lanjutan di RSCM diperlukan untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan yang lebih lengkap serta menentukan langkah penanganan yang lebih komprehensif.
"Berdasarkan pemantauan terakhir, FP saat ini dalam kondisi stabil," pungkas Aji.
Sebelumnya, kondisi FP menjadi perhatian setelah keluarganya melaporkan adanya perubahan kesehatan yang dialami siswi tersebut setelah mengonsumsi makanan program MBG.
FP yang merupakan siswi SMK Swasta Bersama Berastagi dikenal sebagai pelajar berprestasi di sekolahnya.
Baca Juga: Heboh Isu Definisi Baru OAP, Ini Penjelasan Kemendagri
FP disebut kerap meraih juara pertama di kelas. Selain berprestasi secara akademik, ia juga aktif dalam kegiatan sekolah dan dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua OSIS.
Namun, aktivitas dan prestasinya harus terhenti setelah mengalami gangguan kesehatan.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, FP mengonsumsi menu MBG di sekolah. Tidak lama setelah itu, ia mulai merasakan gejala yang kemudian dilaporkan sebagai keracunan.
Kondisinya sempat membaik dan stabil. Namun, pada 16 Agustus 2026, kondisi FP kembali menurun secara drastis. Ia mengalami kejang hebat hingga pingsan dan sempat mengalami amnesia atau kehilangan ingatan.
Kini, FP masih berada dalam pemantauan tim medis. Rujukan ke RSCM Jakarta diharapkan dapat membantu dokter memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatannya sekaligus menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan medisnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey