Bertahan Hampir 30 Hari, Satu dari Sembilan Korban Penculikan di Jila Dievakuasi ke Timika

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:49 WIB
DU, salah satu korban penculikan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah beberapa waktu lalu mendapatkan penanganan medis oleh petugas kesehatan di RS Bhayangkara Timika, Senin (14/9/2026). (ANTARA/HO-Satgas ODC 2026)
DU, salah satu korban penculikan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah beberapa waktu lalu mendapatkan penanganan medis oleh petugas kesehatan di RS Bhayangkara Timika, Senin (14/9/2026). (ANTARA/HO-Satgas ODC 2026)

 

RADARPAPUA - Upaya penyelamatan warga yang dibawa kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai membuahkan hasil. Satu dari sembilan perempuan yang dilaporkan dibawa dalam rangkaian aksi kekerasan pada Agustus 2026 berhasil dievakuasi ke Timika untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Korban berinisial DU dievakuasi oleh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, menuju Timika menggunakan helikopter pada Senin pagi.

Kepala Satuan Tugas Humas ODC 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo saat dihubungi dari Timika, Senin, membenarkan proses evakuasi tersebut.

"Iya benar, sudah dievakuasi ke Timika," kata Yusuf.

Berdasarkan keterangan resmi Satgas ODC 2026, DU sebelumnya bertahan dalam kondisi sulit selama hampir 30 hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Setelah tiba di Timika, korban langsung mendapatkan penanganan medis dan menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara Timika.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan DU setelah melewati situasi sulit selama berada di wilayah yang terdampak gangguan keamanan.

Satgas ODC menyebut keberhasilan mengevakuasi DU merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan perlindungan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat sipil di wilayah Papua Tengah.

DU merupakan satu dari sembilan perempuan yang dilaporkan dibawa kelompok bersenjata dalam rangkaian aksi kekerasan yang terjadi di Distrik Jila pada pertengahan Agustus 2026.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, seorang warga bernama Neregingget Magai dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak. Jenazah korban kemudian dikremasi oleh pihak keluarga.

Sementara itu, aparat TNI-Polri masih melanjutkan upaya pencarian terhadap warga lainnya yang dibawa kelompok bersenjata. Aparat juga terus melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Baca Juga: Polemik Definisi OAP Mencuat, Mendagri Luruskan Duduk Perkaranya, Ini Penjelasannya

Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto sebelumnya mengatakan kelompok yang membawa warga sipil tersebut diduga berasal dari KKB Kodap III Ndugama.

Gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Jila juga berdampak terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda mengatakan warga Distrik Jila membutuhkan bantuan bahan pangan akibat kondisi keamanan yang terganggu.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian mengirimkan bantuan bahan pangan ke Distrik Jila. Pemerintah daerah juga melakukan evakuasi terhadap petugas kesehatan, guru, serta pegawai Pemerintah Distrik Jila ke Timika.

Evakuasi DU menjadi bagian dari rangkaian langkah aparat dan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang terdampak situasi keamanan di wilayah tersebut, sementara pencarian terhadap warga lainnya yang masih belum ditemukan terus dilakukan. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
Operasi Damai Cartenz (ODC) Distrik Jila penculikan jila KKB Penyanderaan