Evakuasi Korban Penculikan di Jila Berhasil, Satgas ODC Ungkap Peran Tokoh Masyarakat

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:57 WIB
Tim gabungan Satgas Kepolisian ODC dan Polres Mimika  dan didukung oleh tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang  (23) salah satu dari sembilan  korban penculikan yang dilakukan oleh KKB dari Kampung Bela I, Distrik Alama ke Timika Senin (14/9/2026). (ANTARA/HO-Humas Damai Cartenz 2026)
Tim gabungan Satgas Kepolisian ODC dan Polres Mimika dan didukung oleh tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (23) salah satu dari sembilan korban penculikan yang dilakukan oleh KKB dari Kampung Bela I, Distrik Alama ke Timika Senin (14/9/2026). (ANTARA/HO-Humas Damai Cartenz 2026)

 

RADARPAPUA - Evakuasi Demerina Uamang (23), salah satu korban penculikan di wilayah Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berhasil dilakukan setelah aparat mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat. 

Proses penyelamatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, dan kepala kampung.

Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz (ODC)-2026 bersama Kepolisian Resor Mimika mengevakuasi Demerina dari Kampung Bela I, Distrik Alama.

Upaya tersebut turut mendapat dukungan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, serta kepala kampung setempat.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Inspektur Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, mengatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang mengutamakan keselamatan korban sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas," ujarnya.

Menurut Faizal, proses evakuasi membutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi faktor yang harus diperhitungkan.

"Setelah berhasil dievakuasi, kami memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis terlebih dahulu,” ujarnya.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo menjelaskan Demerina merupakan satu dari sembilan korban penculikan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 17 Agustus 2026.

Baca Juga: Bertahan Hampir 30 Hari, Satu dari Sembilan Korban Penculikan di Jila Dievakuasi ke Timika

Sejak peristiwa tersebut, pencarian terhadap para korban terus dilakukan. Informasi mengenai keberadaan salah satu korban kemudian diterima pada 7 September 2026 dari jaringan yang berada di Distrik Jila.

Saat itu, seorang tokoh dari Kampung Bela I mendatangi Distrik Jila dan melaporkan bahwa masyarakat menemukan seorang korban yang masih selamat di wilayah Bela.

Pada awalnya, identitas korban belum diketahui sehingga aparat melakukan investigasi dan proses identifikasi.

“Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus lalu,” jelasnya.

Ketika ditemukan, Demerina ternyata bersama seorang rekannya bernama Yosina. Namun, Yosina diketahui telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapatkan asupan makanan.

Keduanya disebut telah bertahan selama sekitar 20 hari dalam kondisi yang sangat berat. Demerina ditemukan dalam keadaan lemah dan kemudian mendapat pertolongan dari masyarakat Kampung Bela.

“Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Korban saat ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah, kemudian warga kampung yang ada di Bela berinisiatif membantu merawat sehingga adik Demerina ini bisa selamat,” katanya menjelaskan.

Setelah menerima informasi mengenai keberadaan Demerina, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat melakukan koordinasi untuk mempersiapkan proses evakuasi.

Upaya penjemputan sempat terkendala cuaca buruk sehingga helikopter tidak dapat mencapai lokasi. Evakuasi baru dapat dilakukan pada Senin pagi setelah kondisi cuaca dinilai memungkinkan.

“Tadi pagi, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi,” katanya.

Baca Juga: Polemik Definisi OAP Mencuat, Mendagri Luruskan Duduk Perkaranya, Ini Penjelasannya

Demerina berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.

Setibanya di Timika, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

Kondisi Demerina yang masih mengalami syok membuatnya belum dapat dimintai keterangan. Sementara itu, Yosina yang meninggal dunia telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.

Saat ini, upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih selamat terus dilakukan. Yusuf juga meminta masyarakat di Timika dan sekitarnya tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Keberhasilan evakuasi Demerina menjadi bagian dari upaya aparat bersama masyarakat untuk menyelamatkan para korban.

Dukungan tokoh masyarakat dan kepala kampung turut membantu proses tersebut, terutama di tengah kondisi medan dan cuaca yang menjadi kendala dalam pelaksanaan evakuasi. (atr)

Editor : Tina Mamangkey
satgas ODC Distrik Jila KKB Korban Penculikan