Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kisah Megan Rapinoe, Perempuan Transgender di Sepak Bola Dunia

Tina Mamangkey • Kamis, 13 Juli 2023 | 13:53 WIB
Megan Rapinoe ketika perkuat Amerika Serikat (Instagram/ @uswnt)
Megan Rapinoe ketika perkuat Amerika Serikat (Instagram/ @uswnt)

RADARPAPUA - Pesepakbola perempuan, Megan Rapinoe, saat ini tengah mempertimbangkan untuk pensiun dari dunia sepak bola.

Dia yakin bahwa mengambil keputusan tersebut sebelum Piala Dunia Perempuan 2023 akan membantu tim Amerika Serikat untuk fokus pada tugas yang ada.

Pemain berusia 38 tahun itu baru-baru ini mengumumkan keputusannya untuk pensiun, tepat 12 hari sebelum Piala Dunia Perempuan 2023 yang akan diadakan di Selandia Baru dan Australia.

"Saya pikir itu akan memungkinkan saya untuk lebih fokus, dan juga memungkinkan tim untuk lebih fokus.

Kami tidak perlu mendapatkan pertanyaan setiap saat, setiap pertandingan," ujar Megan Rapinoe seperti yang dilansir oleh JawaPos.com dari Marca pada Kamis (13/7).

"Ini memberi saya kesempatan untuk sepenuhnya menikmati momen tersebut dan fokus untuk mencoba memenangkan turnamen," tambahnya.

Turnamen ini akan menjadi Piala Dunia keempat yang diikuti oleh Rapinoe.

Dia berharap dapat menciptakan sejarah dengan memimpin tim Amerika Serikat meraih trofi lainnya, dan menjadi tim perempuan pertama yang memenangkan tiga trofi Piala Dunia.

Selain itu, Megan Rapinoe juga mengungkapkan bahwa dia adalah seorang wanita transgender yang bermain untuk tim sepak bola perempuan Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara sebelumnya, dia mengatakan, "Saya melihat perempuan transgender sebagai perempuan sejati.

Argumen yang masih sangat transfobia adalah ketika Anda mengambil posisi bahwa mereka tidak bisa menjadi perempuan. Saya tidak merasakan hal itu."

Rapinoe juga menjadi salah satu dari 40 atlet yang menandatangani surat kepada anggota parlemen yang menentang Perlindungan Anak Perempuan dan Perempuan dalam UU Olahraga.

Mereka berpendapat bahwa RUU tersebut akan mengesampingkan anak perempuan dan perempuan dalam hal mendapatkan "manfaat kesehatan mental dan fisik."

"Saya merasa frustrasi ketika olahraga perempuan menjadi sasaran," ungkap Rapinoe.

"Apakah sekarang kita peduli tentang keadilan? Apakah sekarang kita peduli tentang olahraga perempuan?" lanjutnya.

"Semua ini hanya omong kosong.

Tunjukkan pada saya satu pun orang transgender yang dengan sengaja memanfaatkan transgender dalam olahraga. Itu tidak terjadi," tegas Rapinoe. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#piala dunia perempuan 2023 #timnas amerika serikat #megan rapinoe