RADARAPAPUA - Peluang Neymar Jr untuk meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) tampaknya semakin terbuka dengan kedatangan beberapa pemain seperti Goncalo Ramos, Ousmane Dembele, dan potensialnya Randal Kolo Muani.
Laporan dari media-media Prancis, termasuk L’Equipe, menyebutkan bahwa pada tanggal 8 Agustus lalu, Neymar telah mengkomunikasikan keinginannya kepada klub untuk hengkang pada musim panas ini.
Neymar nampaknya berniat untuk kembali ke FC Barcelona, namun tampaknya Xavi Hernandez, pelatih Barcelona, telah menolak kemungkinan tersebut. Meskipun Dembele bergabung dengan PSG, Xavi merasa bahwa ia memiliki opsi yang cukup dalam pemain wide attacker seperti Raphinha, Ansu Fati, Ferran Torres, Pedri, dan Gavi untuk mendukung penyerang utama mereka, Robert Lewandowski.
Alasan lain dari penolakan tersebut adalah keprihatinan Xavi tentang dinamika di ruang ganti tim. Ia merasa adanya potensi ketidakseimbangan dengan bergabungnya pemain seperti Neymar yang cenderung lebih menonjolkan diri.
Namun, Xavi mungkin akan "terpaksa" menerima Neymar karena dorongan dari Presiden Barcelona, Joan Laporta. Laporta menganggap rekrutan kembali Neymar memiliki nilai penting terutama dalam aspek komersial.
Selain Barcelona, Chelsea juga merupakan opsi bagi Neymar, terutama setelah Todd Boehly, yang merupakan salah satu pimpinan Chelsea, mengekspresikan minat. Terlebih lagi, cedera lutut yang dialami oleh second striker baru Chelsea, Christopher Nkunku, membuat Neymar semakin menjadi sorotan. Namun, Mauricio Pochettino, pelatih Chelsea, memiliki pandangan yang berbeda.
Meskipun pernah melatih Neymar saat di PSG pada musim 2021-2022, Pochettino percaya bahwa Neymar bukanlah prioritas utama bagi Chelsea saat ini. Ia lebih fokus pada upaya merekrut gelandang bertahan Moises Caicedo dari Brighton & Hove Albion. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey