Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

4 Alasan Sandy Walsh Layak Diberi Menit Bermain Lebih Banyak oleh Shin Tae-yong di Laga Kontra Vietnam

Tina Mamangkey • Kamis, 18 Januari 2024 | 08:24 WIB
Sandy Walsh berlatih bersama Timnas Indonesia. (Dok. JawaPos.com)
Sandy Walsh berlatih bersama Timnas Indonesia. (Dok. JawaPos.com)

RADARPAPUA - Timnas Indonesia terus meniti perjalanan menantang di Piala Asia 2023 Qatar.

Langkah selanjutnya membawa mereka menghadapi Vietnam dalam laga kedua Grup D menyusul kekalahan 1-3 dari Irak sebelumnya.

Sandy Walsh, pemain naturalisasi, menjadi sorotan dalam pertandingan kontra Irak karena hanya dimasukkan pada menit ke-88 menggantikan Rizky Ridho, menjadikannya pemain naturalisasi dengan menit bermain terendah.

Uji coba melawan Libya melihat Sandy Walsh hanya bermain 15 menit terakhir sebelum peluit akhir berkumandang.

Menjelang laga melawan Vietnam, berikut adalah 4 alasan mengapa Sandy Walsh seharusnya mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain menurut pandangan Shin Tae-yong:

1. Asnawi Belum Pulih 100 Persen

Kapten timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, masih dalam tahap pemulihan dari cedera sebelum keberangkatan ke Qatar.

Absennya Asnawi dalam dua laga uji coba melawan Libya di Turki, serta penampilannya yang singkat melawan Iran di Qatar, menandakan ketidakfitannya.

Sebelum berangkat ke Qatar, kapten timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Bahar sedang dalam masa pemulihan cedera.

Bahkan, sang pemain tidak tampil dalam dua laga uji coba melawan Libya di Antalya, Turki dan hanya tampil sebentar saat kontra Iran ketika sudah di Qatar.

2. Kemampuan Bermain di Berbagai Posisi

Shin Tae-yong dikenal suka melakukan variasi posisi pemainnya, dan Sandy Walsh bukan pengecualian.

Pemain KV Mechelen ini telah bermain sebagai bek kanan, gelandang bertahan, dan bek tengah-kanan.

Kemampuannya yang fleksibel memberikan opsi taktis bagi pelatih dan mengukuhkan peran pentingnya dalam dinamika tim.

Shin Tae-yong suka melakukan berbagai eksperimen terhadap pemainnya, tak terkecuali Sandy Walsh.

Pemain KV Mechelen tersebut pernah dimainkan Shin sebagai bek kanan, gelandang bertahan, juga bek tengah-kanan.

3. Menghapus Stigma  Asnawi Anak Emas

Ada persepsi bahwa Shin Tae-yong lebih memfavoritkan Asnawi Mangkualam Bahar daripada Sandy Walsh.

Pendapat ini bahkan diutarakan secara terbuka oleh pengamat sepak bola Justinus Lhaksana, yang menyebutkan bahwa Sandy dianggap terlupakan oleh sang pelatih.

"Sandy Walsh itu agak dianaktirikan. Harusnya dia dapat kesempatan untuk bermain.

Apalagi Asnawi baru sembuh cedera. Jadi belum mencapai peak-nya," ujar Justin dalam Youtube Kasisolusi.

4. Ada Atribut Sandy Walsh yang Tidak Dimiliki Asnawi

Sandy Walsh dan Asnawi memiliki keunggulan masing-masing dalam gaya bermain.

Terlepas dari keahlian bertahan kompleks yang dimiliki Asnawi, Sandy Walsh menonjol dengan kemampuan distribusi bola yang unik.

Progressive ball, through ball, dan long ball in the box yang dimilikinya memberikan dimensi berbeda yang dapat meningkatkan permainan tim.

Salah satu perbedaan mencolok terletak pada kemampuan distribusi bola.

Sandy Walsh memiliki kemampuan progressive ball, through ball, dan long ball in the box yang memberikan dimensi baru pada permainan timnya.

Meskipun Asnawi mungkin memiliki keunggulan dalam beberapa aspek, atribut khusus yang dimiliki oleh Sandy Walsh memberikan nuansa taktis yang berbeda dan berharga untuk perjalanan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 Qatar. (jpg)

 

Editor : Tina Mamangkey
#sandy walsh #Piala Asia 2023 #Vietnam #Shin Tae-yong