RADARPAPUA - Gelandang Juventus, Paul Pogba, telah dikenai larangan bermain sepak bola selama 4 tahun oleh pengadilan anti-doping Italia setelah dinyatakan positif penggunaan doping pada Agustus 2023.
Menurut laporan dari AFP pada Jumat (1/3), Jaksa Anti-Doping memutuskan pada Kamis (29/2) untuk menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 4 tahun kepada bintang Timnas Prancis yang pernah mencetak gol di final Piala Dunia 2018 tersebut.
Keputusan ini merujuk pada pengambilan sampel yang dilakukan saat pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Udinese, di mana Pogba berperan sebagai pemain cadangan.
Tes menunjukkan peningkatan kadar testosteron dalam sistemnya, yang mengakibatkan suspensi sejak bulan September tahun lalu.
Larangan selama 4 tahun ini berarti Pogba tidak akan dapat bermain hingga musim 2027/28, saat usianya mencapai 34 tahun.
Ada kekhawatiran bahwa hukuman ini bisa mengakhiri karir sepak bola profesionalnya.
Menyikapi hukuman yang diterimanya, Pogba menyatakan perasaannya melalui akun Instagramnya, merasa sedih, terkejut, dan patah hati.
Dia menegaskan bahwa dia tidak pernah dengan sengaja melanggar aturan anti-doping.
"Dalam pernyataan saya, saya menegaskan bahwa saya tidak pernah dengan sengaja menggunakan suplemen yang melanggar aturan anti-doping," ujarnya.
Pogba juga mengumumkan bahwa dia akan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut di Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga.
Pengacaranya juga mengkonfirmasi bahwa testosteron yang ditemukan berasal dari suplemen makanan yang diresepkan oleh dokter di Amerika Serikat.
Jika dia dapat membuktikan dirinya tidak bersalah, hukuman larangan bisa dikurangi hingga dua tahun atau bahkan hanya beberapa bulan, tergantung pada keadaan substansi yang ditemukan.
Sejak kembali ke Juventus dari Manchester United pada Juli 2022, Pogba hanya tampil dalam 12 pertandingan bersama klub tersebut. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey