RADARPAPUA - Kegagalan Persipura Jayapura meraih tiket promosi ke Super League 2026/2027 ternyata tidak dibalas dengan amarah oleh para pendukungnya.
Setelah kalah 0-1 dari Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026), media sosial Persipura justru dipenuhi doa, dukungan, dan pesan semangat dari pecinta sepak bola Indonesia.
Kekalahan tersebut membuat Mutiara Hitam kembali harus bertahan di Liga 2 sekaligus memastikan Papua tanpa wakil di kasta tertinggi sepak bola nasional musim depan setelah PSBS Biak lebih dulu terdegradasi.
Atmosfer haru langsung terasa di media sosial Persipura Jayapura beberapa saat setelah peluit panjang dibunyikan.
Alih-alih melontarkan sumpah serapah, banyak suporter justru mengirim pesan penuh semangat agar klub asal Papua itu segera bangkit dan kembali bersaing musim depan.
Persipura Dominan, Tapi Gagal Maksimalkan Peluang
Dalam laga playoff tersebut, Persipura sebenarnya tampil cukup agresif sejak menit awal pertandingan. Tim racikan Rahmad Darmawan mampu menguasai jalannya laga dan beberapa kali memberikan ancaman serius ke pertahanan Adhyaksa FC.
Jeam Kelly Sroyer dan Gunansar Mandowen menjadi motor serangan Mutiara Hitam lewat permainan cepat dari sisi sayap.
Pada menit ke-23, Kelly Sroyer melepaskan tendangan keras yang hampir membuka keunggulan bagi Persipura. Namun bola masih berhasil ditepis kiper Adhyaksa FC, Jefri Wibowo Suliarno.
Tak lama kemudian, Gunansar Mandowen sukses menerobos lini pertahanan lawan dan mengirim umpan matang kepada Reno Salampessy. Sayangnya peluang emas itu gagal dikonversi menjadi gol.
Ketika Persipura terus menekan, Adhyaksa FC justru mampu mencuri keunggulan lewat serangan balik cepat.
Pada menit 45+1, Hasim Kipuw mengirim bola kepada Adilson Gancho Da Silva yang sukses memenangkan duel melawan Yustinus Pae sebelum menaklukkan penjaga gawang Persipura.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Persipura menjelang turun minum. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Adhyaksa FC.
Adhyaksa FC Bertahan Kukuh di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Adhyaksa FC bermain semakin disiplin dan fokus menjaga area pertahanan mereka. Persipura dipaksa melepaskan banyak percobaan dari luar kotak penalti melalui Bima Ragil Satria Rakasiwi dan Williams Jose Lugo Ladera.
Pada menit ke-72, Adhyaksa FC hampir menambah keunggulan melalui peluang emas Adilson Silva. Namun tendangan eks pemain PSM Makassar itu masih melebar tipis dari gawang Persipura.
Mutiara Hitam mendapat peluang terbaik pada menit ke-79 lewat aksi akrobatik Ramai Melvin Rumakiek di depan gawang. Akan tetapi, bola hasil sepakannya kembali mampu ditepis Jefri Wibowo yang tampil gemilang sepanjang pertandingan.
Persipura terus menggempur pertahanan lawan hingga delapan menit tambahan waktu diberikan wasit. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Adhyaksa FC.
Hasil itu memastikan Adhyaksa FC meraih tiket promosi ke Super League musim depan, sedangkan Persipura kembali harus menunda ambisi untuk kembali ke kasta tertinggi.
Papua Dipastikan Tanpa Wakil di Super League
Kegagalan Persipura Jayapura terasa semakin menyakitkan karena sepak bola Papua dipastikan tanpa wakil di Super League musim depan. Sebab, PSBS Biak sebelumnya juga harus turun kasta.
Situasi tersebut membuat banyak pecinta sepak bola Indonesia merasa kehilangan salah satu kekuatan besar sepak bola nasional.
Persipura selama ini dikenal sebagai klub legendaris dengan sejarah panjang dan prestasi besar di sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Mutiara Hitam itu juga telah melahirkan banyak pemain berbakat yang menjadi bagian penting Timnas Indonesia.
Karena itu, banyak suporter dari berbagai daerah ikut memberikan dukungan moral di media sosial resmi Persipura. Mereka berharap klub kebanggaan masyarakat Papua tersebut segera bangkit dan kembali ke level tertinggi sepak bola nasional.
Media Sosial Persipura Dipenuhi Doa dan Dukungan
Kolom komentar media sosial Persipura Jayapura dipenuhi berbagai pesan dukungan usai kekalahan dari Adhyaksa FC. Banyak suporter meminta para pemain dan tim pelatih tetap kuat menghadapi kegagalan tersebut.
“Terima kasih telah berjuang Persipura. Coba lagi musim depan,” tulis salah satu suporter.
“Sayang sekali belum rejekinya. Tetap semangat kakak-kakak Persipura. Kita coba lagi tahun depan ya,” tulis suporter lainnya.
Ada pula dukungan singkat yang menunjukkan loyalitas penuh kepada Mutiara Hitam.
“Tetap cinta, stay strong,” tulis salah satu penggemar.
Dukungan lain juga datang dari suporter lintas klub yang berharap Persipura Jayapura segera bangkit.
“Stay strong @persipurapapua1963,” ujar salah satu suporter.
“Coba lagi tahun depan, semangat,” tulis komentar lain yang ikut memenuhi media sosial klub asal Papua tersebut.
Pesan-pesan itu menunjukkan Persipura Jayapura masih memiliki tempat spesial di hati pecinta sepak bola Indonesia.
Meski gagal promosi, dukungan besar dari suporter menjadi energi penting untuk membangun kekuatan baru musim depan.
Rahmad Darmawan dan skuad Persipura kini harus segera mengevaluasi performa tim setelah kembali gagal naik kasta.
Dengan sejarah besar dan basis suporter yang kuat, Mutiara Hitam masih diyakini mampu kembali bersaing untuk merebut tiket promosi pada musim berikutnya.
Kekalahan dari Adhyaksa FC memang menyakitkan bagi publik Papua. Namun, derasnya doa dan dukungan dari suporter menjadi bukti Persipura Jayapura belum pernah berjalan sendiri.
Editor : Tina Mamangkey