Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Persib Bandung Dihantam Sanksi Rp3,5 Miliar dan Larangan Penonton dari AFC

Tina Mamangkey • Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:51 WIB
Denda miliaran rupiah dan hukuman stadion kosong menjadi pukulan berat bagi Persib di level Asia. (Dok. Persib)
Denda miliaran rupiah dan hukuman stadion kosong menjadi pukulan berat bagi Persib di level Asia. (Dok. Persib)

 

RADARPAPUA - Kabar kurang menyenangkan datang untuk Persib Bandung setelah klub tersebut dijatuhi sanksi berat oleh Asian Football Confederation atau AFC.

Hukuman itu diberikan menyusul insiden yang terjadi usai pertandingan melawan Ratchaburi FC pada ajang AFC Champions League Two 2025/2026 yang berlangsung pada Februari lalu.

Berdasarkan keputusan resmi AFC Disciplinary and Ethics Committee yang dirilis pada 13 Mei, Persib dikenai denda sebesar USD200 ribu atau setara sekitar Rp3,5 miliar.

Tidak hanya itu, klub asal Bandung tersebut juga dijatuhi sanksi laga kandang tanpa penonton pada kompetisi AFC mendatang.

Manajemen Persib mengaku kecewa dengan hukuman tersebut. Namun, klub tetap menerima keputusan AFC sebagai bagian dari konsekuensi mengikuti kompetisi sepak bola internasional yang menjunjung tinggi disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi.

Menurut pihak manajemen, sanksi tersebut memberikan dampak besar, baik secara finansial maupun terhadap citra klub yang selama ini berupaya berkembang dan bersaing di level Asia.

Persib menilai dana miliaran rupiah yang harus dibayarkan sebagai denda sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan penting klub dalam jangka panjang.

Dana tersebut dinilai lebih berguna apabila dialokasikan untuk pengembangan fasilitas, pembinaan pemain muda, penguatan operasional tim, hingga meningkatkan kualitas skuad agar lebih kompetitif di kompetisi internasional.

Selain aspek keuangan, klub juga menilai hukuman tersebut menjadi pukulan bagi Bobotoh yang dalam beberapa musim terakhir dianggap telah menunjukkan perubahan positif dalam mendukung tim kebanggaan mereka.

Manajemen menyebut sebagian besar suporter kini semakin tertib, dewasa, dan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga atmosfer sepak bola yang aman dan sehat.

Karena itu, klub sangat menyayangkan tindakan segelintir oknum yang akhirnya berdampak besar terhadap Persib dan jutaan Bobotoh lainnya.

Persib menegaskan bahwa konsekuensi dari insiden tersebut akhirnya harus ditanggung bersama, bukan hanya oleh pihak yang melakukan pelanggaran.

Klub juga menilai situasi ini turut mencoreng perjuangan sepak bola Indonesia di level Asia. Sebagai satu-satunya wakil Indonesia di AFC Champions League Two musim ini, perjalanan Persib seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang perlu dijaga oleh seluruh elemen sepak bola nasional.

Menurut Persib, kompetisi internasional memiliki standar disiplin dan keamanan yang jauh lebih ketat dibanding kompetisi domestik.

Karena itu, setiap tindakan spontan yang terjadi di stadion dapat memberikan dampak panjang terhadap masa depan klub.

Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan kandang.

Evaluasi tersebut mencakup peningkatan sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, pengawasan risiko pertandingan, hingga memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Persib juga mengajak seluruh Bobotoh untuk terus mendukung klub dengan cara yang positif dan bertanggung jawab.

Menurut manajemen, kecintaan terhadap Persib seharusnya menjadi kekuatan untuk membawa klub semakin maju dan disegani di level Asia, bukan justru merugikan perjuangan yang sedang dibangun bersama. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Persib dikenai denda #kompetisi AFC #manajemen #hukuman #persib bandung