Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Persipura Buka Suara Usai Dihukum Tanpa Penonton Satu Musim oleh PSSI

Tina Mamangkey • Kamis, 21 Mei 2026 | 06:47 WIB
Fasilitas Stadion Lukas Enembe yang dihancurkan oleh oknum pendukung Persipura Jayapura selepas pertandingan menghadapi Adhyaksa FC pada Jumat (8/5/2026). (Antara/Ardiles Leloltery)
Fasilitas Stadion Lukas Enembe yang dihancurkan oleh oknum pendukung Persipura Jayapura selepas pertandingan menghadapi Adhyaksa FC pada Jumat (8/5/2026). (Antara/Ardiles Leloltery)

 

RADARPAPUA - Kekecewaan mendalam menyelimuti Persipura Jayapura setelah tim asal Papua itu menerima hukuman berat dari Komite Disiplin PSSI menyusul insiden kericuhan yang terjadi pascalaga play-off promosi Championship 2025/2026 menghadapi Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (8/5) tersebut berakhir pahit bagi Persipura setelah kalah 0-1 dari Adhyaksa FC. Kekalahan itu sekaligus memupus harapan Mutiara Hitam untuk promosi ke Super League musim depan.

Situasi memanas setelah pertandingan usai ketika sejumlah suporter melakukan aksi kerusuhan yang menyebabkan kerusakan fasilitas stadion hingga pembakaran beberapa kendaraan di area sekitar stadion.

Akibat insiden tersebut, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sejumlah hukuman kepada Persipura. Salah satu sanksi paling berat ialah larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama satu musim penuh di kompetisi Championship musim depan.

Menanggapi keputusan itu, manajemen Persipura menyampaikan bahwa pembatasan total terhadap kehadiran suporter bukan solusi utama untuk memperbaiki kultur sepak bola nasional.

"Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini," tulis keterangan resmi manajemen Persipura, Rabu.

Manajemen klub menilai pembinaan dan edukasi kepada suporter harus menjadi langkah prioritas agar tercipta budaya mendukung tim yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Menurut Persipura, para pendukung perlu terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketertiban, mematuhi aturan pertandingan, serta mendukung tim secara positif tanpa merugikan klub maupun sepak bola Indonesia secara umum.

Klub kebanggaan masyarakat Papua itu juga menegaskan bahwa membangun disiplin dalam dunia sepak bola tidak cukup hanya mengandalkan hukuman semata.

"Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama," tulis manajemen Persipura.

Persipura percaya atmosfer sepak bola nasional dapat menjadi lebih sehat apabila seluruh pihak memiliki komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan.

Selain itu, manajemen berharap PSSI dapat memperkuat program sosialisasi dan pendampingan kepada komunitas suporter di berbagai daerah.

Persipura juga mendorong adanya pendekatan kolaboratif melalui workshop, forum komunikasi, edukasi rutin, hingga pembinaan langsung kepada kelompok suporter agar tercipta budaya sepak bola yang lebih profesional dan suportif.

"Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan," tutup manajemen Persipura. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Komite Disiplin PSSI #Stadion Lukas Enembe #hukuman #suporter #Persipura