Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kisah Pilu Legenda Dayung Benson, Penyumbang 29 Emas yang Terlupakan Saat Wafat

Tina Mamangkey • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:12 WIB
Indonesia kehilangan salah satu legenda cabang olahraga dayung asal Kalimantan Tengah (Kalteng), Benson. (Radar Sampit).
Indonesia kehilangan salah satu legenda cabang olahraga dayung asal Kalimantan Tengah (Kalteng), Benson. (Radar Sampit).

 

RADARPAPUA - Kepergian legenda dayung Indonesia asal Kalimantan Tengah, Benson, meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga nasional. 

Atlet yang dikenal telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang bergengsi itu meninggal dunia dan dimakamkan pada Rabu (27/5).

Namun, di tengah penghormatan atas jasa-jasanya, keluarga menyoroti minimnya perhatian yang diterima almarhum saat berpulang karena tidak ada pejabat yang hadir untuk melayat.

Benson merupakan salah satu atlet dayung terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Sepanjang kariernya, ia berhasil mengukir berbagai prestasi membanggakan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dedikasinya dalam mengharumkan nama bangsa menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan olahraga, khususnya cabang dayung.

Salah satu pencapaian terbesar Benson adalah keberhasilannya meraih medali emas pada SEA Games 1985.

Selain itu, ia juga pernah tampil mewakili Indonesia dalam ajang olahraga bergengsi tingkat dunia seperti Asian Games dan Olimpiade.

Di tingkat nasional, kontribusi Benson bagi Kalimantan Tengah juga sangat besar. Dalam berbagai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), ia berkali-kali menyumbangkan medali bagi daerahnya.

Sepanjang perjalanan kariernya sebagai atlet, Benson disebut berhasil mengoleksi 29 medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

 

Nama Benson juga memiliki hubungan erat dengan dunia dayung Indonesia saat ini. Ia merupakan paman dari atlet dayung nasional asal Kalimantan Tengah, Indra Tri Setiawan, yang juga pernah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih gelar juara SEA Games.

Sorotan publik terhadap minimnya perhatian saat pemakaman Benson akhirnya memicu respons dari berbagai pihak.

Setelah kisah tersebut menjadi perbincangan luas, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya atlet yang telah berjasa bagi Indonesia tersebut.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya atlet Dayung Indonesia kebanggaan Kalimantan Tengah, Benson. Semoga mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Perjuangan Benson untuk olahraga Indonesia, kita teruskan,” ujarnya dilansir dari Radar Sampit, Jumat (29/5).

Kerabat almarhum, Oktavia, mengenang Benson sebagai figur yang memiliki dedikasi tinggi terhadap olahraga dan negara.

Menurutnya, prestasi yang ditorehkan Benson selama menjadi atlet menunjukkan besarnya kontribusi yang telah diberikan kepada Indonesia.

“Beliau bukan hanya atlet nasional, tetapi juga internasional. Prestasinya luar biasa dengan raihan 29 medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu,” kata Oktavia.

Tak hanya dikenal sebagai atlet berprestasi, Benson juga dikenang sebagai pribadi yang ramah dan gemar membantu sesama.

Sikap rendah hati dan kepeduliannya terhadap orang lain menjadi alasan mengapa sosoknya begitu dihormati oleh keluarga, sahabat, maupun masyarakat.

 

“Semoga beliau selalu dalam lindungan Tuhan. Beliau luar biasa,” ujarnya.

Kepergian Benson menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Indonesia. Prestasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah olahraga nasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi atlet berikutnya untuk terus berjuang mengharumkan nama bangsa.

Editor : Tina Mamangkey
#atlet dayung #Benson atlet dayung #atlet dayung meninggal