Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Aturan Baru Piala Dunia 2026: Pemain Tak Boleh Dekati Pelatih Saat Kiper Cedera

Tina Mamangkey • Senin, 1 Juni 2026 | 23:22 WIB
Ilustrasi, Piala Dunia 2026. (Antara)
Ilustrasi, Piala Dunia 2026. (Antara)

 

RADARPAPUA - FIFA akan menerapkan aturan baru pada Piala Dunia 2026 untuk mencegah praktik jeda taktis yang kerap terjadi ketika penjaga gawang mengalami cedera di tengah pertandingan. 

Melalui kebijakan tersebut, para pemain tidak lagi diperbolehkan mendekati area teknis atau bangku cadangan untuk menerima instruksi dari pelatih saat kiper sedang mendapatkan perawatan di lapangan.

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan para wasit akan bertindak tegas dalam menerapkan aturan tersebut selama turnamen berlangsung.

"Mereka (para wasit) tidak akan mengizinkan kedua tim untuk pergi ke bangku cadangan ketika seorang penjaga gawang tergeletak di tanah karena cedera," kata Pierluigi Collina dalam laporan BBC yang dipantau di Jakarta, Senin.

Menurut Collina, kebijakan itu telah disampaikan kepada para pelatih dalam lokakarya yang melibatkan seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Dalam pertemuan tersebut, FIFA menegaskan bahwa perangkat pertandingan akan lebih proaktif untuk mencegah pemain memanfaatkan insiden cedera kiper sebagai kesempatan mengatur strategi atau menerima instruksi tambahan dari pelatih.

Selain membahas aturan mengenai cedera kiper, FIFA juga menginformasikan adanya perubahan protokol video assistant referee (VAR) yang telah disetujui oleh International Football Association Board.

Perubahan tersebut memungkinkan peninjauan pelanggaran dalam fase serangan sebelum bola dimainkan.

Praktik jeda taktis saat kiper cedera memang menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sejumlah pertandingan, momen tersebut kerap dimanfaatkan untuk menghentikan momentum permainan lawan sekaligus memberikan waktu tambahan bagi pelatih untuk menyampaikan instruksi kepada para pemainnya.

 

Salah satu kasus yang sempat menjadi sorotan terjadi pada November 2025. Pelatih Leeds United, Daniel Farke, menuding kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura mengalami cedera untuk mengulur waktu dan mengganggu ritme pertandingan.

Dalam situasi seperti itu, penjaga gawang biasanya duduk atau berbaring di lapangan sambil menunggu penanganan dari fisioterapis.

Pada saat yang sama, para pemain sering mendekati area teknis untuk berdiskusi dengan pelatih sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

Meski persoalan tersebut telah dipelajari oleh IFAB, hingga kini belum ada perubahan resmi dalam Laws of the Game.

Sejumlah kompetisi juga diminta melakukan uji coba sepanjang musim 2026–2027 guna menemukan solusi yang paling efektif.

Kebijakan serupa sebenarnya sudah lebih dulu diterapkan oleh National Women's Soccer League (NWSL).

Liga sepak bola wanita profesional di Amerika Serikat itu memperkenalkan aturan sementara pada awal tahun ini.

Dalam aturan NWSL, ketika seorang kiper mengalami cedera, pemain dari kedua tim harus tetap berada di posisi masing-masing atau berkumpul di lingkaran tengah lapangan.

Mereka tidak diperbolehkan mendekati bangku cadangan maupun area teknis.

 

Collina menilai kebiasaan para pemain meninggalkan lapangan untuk menerima arahan dari pelatih tidak memberikan dampak positif bagi jalannya pertandingan.

Oleh sebab itu, FIFA memutuskan mengadopsi pendekatan yang serupa.

"Penjaga gawang berhak mengalami cedera, tetapi para pemain tidak berhak meninggalkan lapangan untuk beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing," katanya.

Meskipun demikian, sejumlah pihak menilai aturan baru ini belum tentu sepenuhnya menghilangkan upaya menghentikan momentum lawan karena taktik tersebut masih dapat dilakukan dengan cara lain meskipun pemain tidak mendekati pelatih.

Collina menegaskan bahwa seluruh federasi dan peserta Piala Dunia harus memahami bahwa praktik jeda taktis saat cedera kiper tidak akan lagi ditoleransi dalam turnamen mendatang.

Para ofisial pertandingan akan bertanggung jawab untuk memastikan aturan tersebut berjalan sesuai ketentuan.

Namun, FIFA tidak berencana memberikan kartu kuning atau sanksi disiplin kepada pemain yang mencoba mendekati pelatih ketika insiden cedera kiper terjadi.

Pendekatan yang digunakan lebih menitikberatkan pada pengawasan dan pencegahan oleh wasit.

"Agak aneh ketika hanya wasit, fisioterapis, dan penjaga gawang yang berada di lapangan saat pertandingan berlangsung. Semua pemain lain meninggalkan lapangan, dan itu tidak baik," katanya.

 

Melalui aturan baru ini, FIFA berharap pertandingan di Piala Dunia 2026 dapat berlangsung lebih adil, menjaga ritme permainan, serta mengurangi peluang tim memanfaatkan cedera kiper sebagai sarana melakukan jeda taktis di tengah laga. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#aturan piala dunia #pierluigi collina #aturan baru fifa #piala dunia 2026 #FIFA