Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tuai Protes! FIFA Larang Suporter Bawa Botol Minum ke Stadion Piala Dunia 2026

Tina Mamangkey • Sabtu, 6 Juni 2026 | 06:40 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Istimewa)
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Istimewa)

 

RADARPAPUA - Hanya tinggal menghitung hari menjelang kick-off akbar Piala Dunia 2026 pada 11 Juni mendatang, FIFA justru membuat gebrakan kebijakan yang langsung memicu kegaduhan. 

Badan sepak bola dunia tersebut secara resmi melarang penonton membawa botol minuman yang dapat digunakan kembali (reusable) ke dalam stadion.

Ironisnya, keputusan ini diketuk hanya sepekan sebelum turnamen dimulai. Dilansir dari BBC, aturan baru ini langsung menjadi sorotan tajam.

Sebab sebelumnya, FIFA sempat mengizinkan penonton membawa wadah plastik kosong yang transparan dengan kapasitas maksimal satu liter.

Dalam aturan stadion yang lama, disebutkan:

"Untuk menghindari keraguan, botol plastik kosong, transparan, dan dapat digunakan kembali, dengan kapasitas hingga (1 liter), boleh dibawa masuk ke stadion."

Namun, lewat pembaruan regulasi ini, segala jenis botol minum, gelas, toples, hingga kaleng resmi masuk dalam daftar barang haram untuk dibawa masuk.

Alasan FIFA: Semua Demi Keamanan

Mengapa FIFA terkesan "tega" menerapkan aturan ini? Alasan utamanya adalah faktor keselamatan. FIFA berargumen bahwa benda-benda tebal seperti botol dan kaleng memiliki potensi bahaya yang besar jika dialihfungsikan menjadi proyektil yang dilempar ke arah lapangan maupun tribun penonton lain.

Dalam pernyataan resminya, perwakilan badan sepak bola dunia tersebut menegaskan komitmen mereka.

"FIFA berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pemain, wasit, penggemar, sukarelawan, dan staf."

Sebagai solusinya, FIFA memastikan bahwa penonton tidak akan kehausan karena persediaan air minum tetap dijual di dalam area stadion.

Mereka juga menjamin harga air minum akan mengikuti standar normal yang berlaku di masing-masing stadion tuan rumah, tanpa ada dongkrak harga alias biaya tambahan khusus selama Piala Dunia berlangsung.

Dikritik di Tengah Ancaman Cuaca Panas Ekstrem

Langkah mendadak FIFA ini dinilai salah momentum. Pasalnya, sejumlah ilmuwan sebelumnya sudah mewanti-wanti bahwa sistem perlindungan suhu panas untuk Piala Dunia 2026 masih jauh dari kata memadai.

Berdasarkan riset, suhu udara di 14 dari 16 stadion yang tersebar di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat diperkirakan bakal melonjak tinggi hingga ke level yang berpotensi mengancam kesehatan.

Merespons kekhawatiran tersebut, FIFA mengklaim telah menyiapkan strategi mitigasi bersama panitia lokal di setiap kota penyelenggara.

"Yakni mencakup sumber daya seperti stasiun penyemprotan air, kipas angin, stasiun hidrasi, tenda pendingin, dan banyak lagi di sekitar area stadion. Sementara itu, di area stadion, harga botol air untuk Piala Dunia FIFA 2026 akan tetap konsisten dengan acara-acara lain yang diadakan di setiap stadion."

Suporter Curiga: Cuma Akal-akalan untuk Cari Cuan?

Meski FIFA sudah membeberkan alasan keamanan, kelompok suporter tidak langsung percaya begitu saja. Banyak fans merasa kebijakan ini sengaja dibuat untuk memeras kantong penonton yang sudah telanjur jebol akibat mahalnya harga tiket masuk dan meroketnya tarif transportasi menuju lokasi pertandingan.

Kelompok suporter timnas Inggris, Free Lions, menjadi salah satu yang paling vokal di media sosial. Mereka menyebut perubahan regulasi ini sangat aneh dan terlalu mendadak.

"Dalam semua diskusi kami, ketersediaan air minum gratis di stadion adalah hal yang penting dan kami telah diyakinkan FIFA bahwa hal ini akan terjadi dan bahwa para penggemar akan dapat membawa botol air minum mereka sendiri," ucap mereka meluapkan kekecewaan.

Mereka juga menaruh curiga bahwa ada motif bisnis di balik larangan ketat ini.

"Tentu saja, pikiran pertama dari para pendukung adalah ini hanyalah upaya terbaru untuk mengeruk uang. Mengingat betapa panasnya stadion-stadion itu, yang sebagian besar berada di ruang terbuka, biarkan saja para penggemar membawa botol minuman jika mereka mau. Kami berharap air mancur di stadion masih gratis, semoga Anda tidak dikenakan biaya saat mengantre!" pungkasnya.

Bukan Hal Baru di Piala Dunia

Sebenarnya, regulasi steril botol minum dari luar ini bukan barang baru di turnamen akbar antarkendaraan taktik pertahanan FIFA. Aturan ketat serupa juga sempat diberlakukan pada perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar lalu.

Namun, situasinya kali ini jauh berbeda. Sebagian besar venue Piala Dunia 2026 terletak di wilayah dengan paparan suhu yang jauh lebih menyengat, ditambah banyak stadion yang mengusung konsep ruang terbuka tanpa atap penutup penuh.

Kini, bola panas ada di tangan FIFA. Publik dan suporter akan melihat langsung sejauh mana komitmen FIFA dalam menjamin kemudahan akses hidrasi bagi ratusan ribu penonton di tengah sengatan cuaca ekstrem selama turnamen bergulir.                

Editor : Tina Mamangkey
#botol minuman #piala dunia 2026 #FIFA #larangan #cuaca panas