RADARPAPUA - Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan yang menjanjikan di bawah kepemimpinan pelatih anyar John Herdman.
Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman pada laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat malam, menjadi bukti nyata bahwa wajah baru Garuda mulai terbentuk.
Di hadapan 23.677 penonton yang memadati stadion, Indonesia tampil percaya diri, terorganisasi, dan dominan sepanjang pertandingan.
Banyak pihak menilai penampilan tersebut sebagai performa terbaik tim Garuda sejak ditangani pelatih asal Inggris itu yang mulai bekerja pada Januari lalu.
Hasil ini tidak hanya menghadirkan tiga poin penting, tetapi juga mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk mengalahkan Oman.
Sebelum pertandingan tersebut, tim Merah Putih tak pernah menang atas negara Timur Tengah itu dalam kurun waktu 38 tahun. Menariknya, kemenangan terakhir Indonesia atas Oman juga berakhir dengan skor identik, yakni 3-0 pada tahun 1988.
Keberhasilan itu semakin istimewa karena Oman datang dengan status tim peringkat ke-79 dunia, atau 43 tingkat lebih tinggi dibanding Indonesia yang saat ini berada di posisi ke-122 ranking FIFA.
Bahkan pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengakui kualitas Indonesia saat ini tidak tercermin dari posisi mereka di ranking dunia.
“Peringkat mereka saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya, terutama dengan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir," kata Sektioui dalam jumpa pers selepas pertandingan di SUGBK, Jumat.
Dominasi Garuda Sejak Menit Awal
Meski statistik penguasaan bola hanya menunjukkan keunggulan tipis Indonesia, yaitu 57 persen berbanding 43 persen, jalannya pertandingan memperlihatkan dominasi yang jauh lebih besar dari tim tuan rumah.
Indonesia mampu mengontrol tempo permainan dan terus menekan pertahanan lawan. Padahal, skuad Garuda belum tampil dengan kekuatan penuh karena sejumlah pemain penting seperti Jay Idzes, Thom Haye, Miliano Jonathans, Mees Hilgers, dan Marselino Ferdinan tidak bermain.
Keunggulan Indonesia dibuka oleh Justin Hubner pada menit ke-13 melalui skema bola mati. Setelah itu Ole Romeny menggandakan keunggulan pada menit ke-27 sebelum Ragnar Oratmangoen memastikan kemenangan lewat gol ketiga pada menit ke-56.
Dari total 10 tembakan yang dilepaskan Indonesia, enam di antaranya mengarah tepat ke gawang dan tiga berhasil berbuah gol.
Lini Belakang Tampil Solid
Selain tajam di depan, Indonesia juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam bertahan. Trio bek tengah Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner tampil disiplin dalam formasi 3-4-3 yang diterapkan Herdman.
Meski begitu, pertahanan Indonesia sempat melakukan satu kesalahan yang nyaris berakibat fatal. Justin Hubner terlambat melakukan tekel terhadap Amjad Al-Harthi di area terlarang sehingga Oman mendapatkan hadiah penalti.
Beruntung bagi Indonesia, Emil Audero tampil sebagai penyelamat. Kiper kelahiran Mataram itu berhasil menggagalkan eksekusi Harek Alrhubasari pada menit ke-38 dan menjaga keunggulan Indonesia tetap aman hingga turun minum.
Sepanjang pertandingan, Audero mencatatkan empat penyelamatan penting yang membuat gawang Indonesia tetap bersih.
John Herdman secara khusus memberikan apresiasi atas kontribusi sang penjaga gawang yang dinilai berperan besar dalam menjaga momentum positif tim.
Jika penalti tersebut berbuah gol, jalannya pertandingan bisa saja berubah. Oman berpeluang mendapatkan kepercayaan diri tambahan untuk mengejar ketertinggalan.
Namun Audero memilih tetap rendah hati. Baginya, penyelamatan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas sebagai seorang kiper dan tidak lepas dari kerja keras seluruh lini pertahanan yang tampil disiplin sepanjang laga.
Permainan Atraktif Mulai Terbentuk
Salah satu hal yang paling mencolok dari penampilan Indonesia adalah pola permainan yang semakin jelas. Tim Garuda tampil atraktif dengan umpan-umpan pendek yang mengalir, kombinasi cepat, serta pergerakan aktif para pemain tanpa bola.
Semua pemain terlihat terlibat dalam proses menyerang maupun bertahan. Ketika kehilangan bola, seluruh tim bekerja sama merebutnya kembali. Saat menyerang, siapa pun bisa menjadi ancaman bagi lawan.
Hubner mencetak gol melalui situasi bola mati, Oratmangoen menyelesaikan kombinasi serangan terbuka yang rapi, sementara Ole Romeny menunjukkan naluri tajam sebagai penyerang dengan memanfaatkan kesalahan lawan.
Perkembangan tersebut terbilang luar biasa mengingat Herdman baru bekerja sekitar lima bulan bersama tim nasional Indonesia.
Herdman Minta Tim Tetap Rendah Hati
Meski puas dengan penampilan anak asuhnya, Herdman menegaskan bahwa kemenangan atas Oman tidak boleh membuat tim terlena.
Menurutnya, sepak bola selalu penuh kejutan dan setiap pertandingan menghadirkan tantangan yang berbeda.
“Kami harus tetap rendah hati,” kata Herdman pada sesi jumpa pers di SUGBK, Jumat.
Pelatih berusia 50 tahun itu mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki satu pertandingan penting melawan Mozambik pada Selasa (9/6).
Secara ranking FIFA, Mozambik berada di posisi ke-101 dunia, lebih dekat dengan Indonesia dibanding Oman. Namun Herdman menolak menganggap pertandingan tersebut akan lebih mudah.
Baginya, setiap lawan harus dihormati karena hasil pertandingan bisa berubah kapan saja.
Modal Berharga Menuju Piala Asia 2027
Kemenangan atas Oman membawa pesan penting bagi masa depan sepak bola Indonesia. Tim Garuda kini menunjukkan tanda-tanda mampu bersaing dengan tim-tim kuat Asia.
Dalam waktu relatif singkat, Herdman berhasil membangun identitas permainan yang mulai terlihat jelas di lapangan. Selain itu, kepercayaan diri para pemain juga terus meningkat seiring hasil positif yang diraih.
Piala Asia 2027 di Arab Saudi akan menjadi panggung besar berikutnya untuk mengukur perkembangan tersebut. Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand, sebuah grup yang diprediksi berlangsung sangat kompetitif.
Tantangan memang masih panjang, termasuk target besar menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030. Namun fondasi yang sedang dibangun saat ini terlihat semakin kuat.
Penampilan meyakinkan saat mengalahkan Oman memberi harapan baru bagi publik sepak bola Indonesia. Mimpi tampil di Piala Dunia mungkin masih membutuhkan perjuangan panjang, tetapi kini tujuan itu terasa jauh lebih realistis dibanding beberapa tahun lalu.
Garuda memang belum sempurna. Namun, dari apa yang diperlihatkan di SUGBK, Indonesia tampaknya sedang bergerak ke arah yang benar. Sebuah era baru perlahan mulai terbentuk, dan kemenangan atas Oman bisa menjadi salah satu titik awal penting dalam perjalanan tersebut.
Editor : Tina Mamangkey