Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Analisis Statistik Ungkap 5 Kandidat Terkuat Juara Piala Dunia 2026, Siapa Saja?

Tina Mamangkey • Selasa, 9 Juni 2026 | 11:50 WIB
Para pemain Timnas Belanda berpose sebelum laga internasional. Berdasarkan analisis tren juara sepanjang sejarah, Belanda menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar Piala Dunia 2026. (X.com/@OnsOranje)
Para pemain Timnas Belanda berpose sebelum laga internasional. Berdasarkan analisis tren juara sepanjang sejarah, Belanda menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar Piala Dunia 2026. (X.com/@OnsOranje)

 

RADARPAPUA - Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, berbagai prediksi mengenai calon juara mulai bermunculan. Menariknya, jika melihat pola dan statistik yang tercatat sepanjang sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut, hanya lima negara yang masih memenuhi seluruh kriteria historis untuk menjadi juara.

Yang cukup mengejutkan, Belanda masuk dalam daftar elite tersebut meski hingga kini belum pernah mengangkat trofi juara dunia. Negeri Oranje bergabung bersama Argentina, Prancis, Jerman, dan Spanyol sebagai tim yang dinilai memiliki peluang paling kuat berdasarkan tren para juara sebelumnya.

Sejarah Menunjukkan Dominasi Dua Benua

Jika menengok perjalanan panjang turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia, dominasi masih dipegang negara-negara dari Eropa dan Amerika Selatan. Sejak pertama kali digelar, belum ada satu pun negara dari luar dua benua tersebut yang berhasil menjadi juara.

Dikutip dari laporan The New York Times, hanya 13 negara yang pernah mencapai partai final sepanjang sejarah. Dari jumlah itu, 10 berasal dari Eropa dan tiga lainnya dari Amerika Selatan.

Fakta ini membuat peluang sejumlah negara lain menjadi lebih berat, termasuk tiga tuan rumah edisi 2026, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

"Maroko memang sempat mencuri perhatian setelah menembus semifinal Piala Dunia 2022. Mereka juga menunjukkan perkembangan signifikan di level usia muda dalam beberapa tahun terakhir. Namun secara historis, tim-tim dari luar Eropa dan Amerika Selatan masih kesulitan menembus dominasi dua benua tersebut," tulis Dan Santaromita, editor senior olahraga The Athletic.

Faktor Ranking Elo Jadi Penentu Penting

Selain sejarah kawasan, ada satu indikator lain yang cukup akurat dalam memprediksi calon juara, yaitu Elo Rating. Sistem peringkat yang awalnya populer di dunia catur ini kini banyak digunakan untuk mengukur kekuatan tim nasional sepak bola.

Menariknya, tidak pernah ada tim yang berada di luar 17 besar ranking Elo yang berhasil menjuarai turnamen tersebut.

Uruguay menjadi satu-satunya pengecualian besar ketika menjuarai turnamen tahun 1950. Saat itu mereka berada di posisi ke-17 sebelum menciptakan kejutan dengan mengalahkan Brasil dalam laga legendaris yang dikenal sebagai "Maracanazo".

Selain Uruguay, seluruh juara dunia lainnya selalu berasal dari kelompok tim elite. Bahkan, 15 dari 22 juara tercatat berada di empat besar ranking Elo sebelum turnamen dimulai.

"Dengan kriteria ini, sejumlah tim seperti Paraguay, Austria, Skotlandia, Republik Ceko, Swedia, hingga Bosnia-Herzegovina langsung tersingkir dari daftar kandidat juara," lanjut Dan yang sudah bekerja untuk media tersebut sejak 2021.

Negara Eropa Harus Punya Tradisi Ballon d'Or

Ada pula fakta menarik yang melibatkan penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola, Ballon d'Or.

Sepanjang sejarah, tidak ada negara Eropa yang berhasil menjadi juara dunia tanpa memiliki lebih dari satu pemain peraih Ballon d'Or.

Prancis menjadi negara dengan koleksi pemenang Ballon d'Or terbanyak, yakni enam pemain berbeda. Jerman dan Italia masing-masing memiliki lima pemenang, sedangkan Inggris memiliki empat.

Spanyol, Portugal, dan Belanda juga memenuhi syarat tersebut karena pernah memiliki beberapa pemain yang meraih penghargaan bergengsi itu.

Sebaliknya, negara-negara seperti Belgia, Kroasia, Norwegia, Swiss, dan Turki tidak memenuhi kriteria ini sehingga peluang mereka berdasarkan statistik historis menjadi lebih kecil.

Belum Pernah Ada Juara yang Dilatih Pelatih Asing

Faktor lain yang tak kalah menarik adalah soal pelatih. Hingga saat ini, seluruh tim yang berhasil menjadi juara dunia selalu ditangani pelatih yang berasal dari negara yang sama.

Belum pernah ada negara yang menjuarai turnamen dengan pelatih asing.

Fakta tersebut membuat sejumlah tim kuat menghadapi tantangan tersendiri. Brasil kini dilatih pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti. Inggris mempercayakan kursi pelatih kepada Thomas Tuchel dari Jerman, sementara Portugal ditangani Roberto Martinez asal Spanyol.

Kolombia, Ekuador, dan Uruguay juga menggunakan pelatih asal Argentina.

Jika pola sejarah ini kembali terulang, maka peluang negara-negara tersebut untuk menjadi juara akan semakin sulit.

Hanya Lima Negara yang Bertahan

Setelah seluruh kriteria historis diterapkan, hanya tersisa lima negara yang masih memenuhi semua syarat sebagai calon juara.

Kelima negara tersebut adalah:

Nama-nama tersebut memang bukan kejutan besar. Argentina datang sebagai juara bertahan setelah sukses meraih gelar pada edisi 2022. Prancis dan Spanyol juga dianggap memiliki skuad yang sangat kuat dan merata.

Jerman tetap menjadi salah satu kekuatan tradisional dengan koleksi empat gelar juara dunia, sementara Belanda menjadi satu-satunya tim dalam daftar yang belum pernah merasakan gelar juara.

"Di sisi lain, Belanda menjadi satu-satunya negara dalam daftar ini yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Meski demikian, De Oranje memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan besar sepak bola dunia dan pernah tiga kali menjadi runner-up pada 1974, 1978, dan 2010," tulis laporan Dan di The Athletic, grup New York Times.

Siapa yang Paling Berpeluang?

Berdasarkan gabungan data sejarah, statistik, dan tren para juara sebelumnya, Prancis dan Spanyol dinilai berada di posisi terdepan sebagai kandidat juara. Namun, Argentina tetap menjadi ancaman besar berstatus juara bertahan.

Jerman juga tidak pernah bisa diremehkan ketika tampil di turnamen besar. Sementara itu, Belanda berpeluang menjadi kejutan terbesar apabila mampu mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar juara dunia pertama.

Masih ada waktu sebelum turnamen dimulai, tetapi jika sejarah kembali menjadi acuan, lima negara inilah yang memiliki peluang paling kuat untuk berdiri di podium tertinggi pada akhir Piala Dunia 2026.

Editor : Tina Mamangkey
#Ballon D'or #juara #piala dunia 2026