Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Revolusi Radikal FIFA: 6 Aturan Baru Piala Dunia 2026 yang Bakal Ubah Jalannya Pertandingan

Tina Mamangkey • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:21 WIB
Pierluigi Collina menjelaskan enam aturan baru yang akan diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026 untuk mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan efektivitas pertandingan. (FIFA)
Pierluigi Collina menjelaskan enam aturan baru yang akan diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026 untuk mengurangi pemborosan waktu dan meningkatkan efektivitas pertandingan. (FIFA)

 

RADARPAPUA - Piala Dunia 2026 dipastikan tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antara 48 negara peserta, tetapi juga membawa sejumlah perubahan penting dalam aturan permainan. 

FIFA bersama International Football Association Board (IFAB) telah memperkenalkan enam regulasi baru yang akan diterapkan untuk membuat pertandingan berjalan lebih cepat, mengurangi pemborosan waktu, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan wasit.

Beberapa aturan baru tersebut bahkan berpotensi mengubah strategi tim di lapangan.

Mulai dari pembatasan waktu saat pergantian pemain, hukuman bagi tim yang sengaja mengulur waktu, hingga perluasan kewenangan Video Assistant Referee (VAR), semuanya dirancang untuk menciptakan pertandingan yang lebih adil dan menarik bagi penonton.

Berikut enam aturan baru yang akan berlaku pada Piala Dunia 2026:

1. Larangan "Tactical Timeout" Saat Kiper Cedera

Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah larangan praktik yang dikenal sebagai "tactical timeout". Selama ini, sejumlah tim kerap memanfaatkan momen ketika penjaga gawang terjatuh atau mendapatkan perawatan untuk berkumpul dengan pelatih dan menerima instruksi taktis.

Melalui aturan baru, pemain kedua tim harus tetap berada di area permainan atau berkumpul di lingkaran tengah saat kiper mendapatkan perawatan. Mereka tidak diperbolehkan mendatangi bangku cadangan untuk berdiskusi dengan pelatih.

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa wasit akan bertindak proaktif untuk mencegah praktik tersebut.

" Kami mengadakan lokakarya dengan semua pelatih dari ke-48 tim dan kami memberi tahu mereka bahwa wasit akan proaktif. Mereka tidak akan mengizinkan kedua tim untuk pergi ke bangku cadangan ketika seorang penjaga gawang tergeletak di tanah karena cedera," ujar Collina dikutip dari independent.co.uk, Selasa (9/6/2026).

Menurut Collina, aturan itu dibuat untuk menghentikan penyalahgunaan waktu pertandingan.

"Penjaga gawang berhak untuk cedera, tetapi para pemain tidak berhak meninggalkan lapangan untuk beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing."

Ia juga menilai kondisi ketika hampir seluruh pemain meninggalkan lapangan saat kiper dirawat bukanlah situasi yang ideal dalam pertandingan sepak bola.

"Aneh sekali bahwa hanya wasit, fisioterapis, dan penjaga gawang yang berada di lapangan saat pertandingan berlangsung. Semua pemain lain meninggalkan lapangan, dan itu tidak baik."

2. Hitung Mundur 5 Detik untuk Lemparan ke Dalam

Aturan berikutnya menyasar situasi lemparan ke dalam. Pemain kini tidak bisa lagi berlama-lama saat akan mengembalikan bola ke dalam permainan.

Jika wasit menilai seorang pemain sengaja menunda lemparan ke dalam untuk mengulur waktu, hak melakukan lemparan dapat langsung diberikan kepada tim lawan.

Kebijakan ini diterapkan untuk mempercepat jalannya pertandingan dan mengurangi waktu yang terbuang akibat tindakan yang disengaja.

3. Tendangan Gawang Terlambat Bisa Berujung Sepak Pojok

FIFA juga memperkenalkan sanksi baru bagi tim yang sengaja memperlambat pelaksanaan tendangan gawang.

Apabila sebuah tim dinilai sengaja mengulur waktu sebelum melakukan goal kick, wasit dapat memberikan hadiah sepak pojok kepada tim lawan.

Aturan ini menjadi salah satu hukuman paling tegas dalam paket regulasi baru karena langsung memberikan peluang mencetak gol kepada lawan.

FIFA berharap langkah tersebut dapat mengurangi praktik membuang waktu yang sering terjadi, terutama saat sebuah tim sedang unggul.

4. Pemain yang Diganti Wajib Keluar dalam 10 Detik

Perubahan lain yang cukup signifikan berkaitan dengan proses pergantian pemain.

Mulai Piala Dunia 2026, pemain yang ditarik keluar hanya diberikan waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik terdekat.

Jika pemain tersebut tidak segera keluar sesuai batas waktu yang ditentukan, pemain pengganti tidak diizinkan masuk selama setidaknya satu menit.

Akibatnya, tim yang melakukan pergantian harus bermain dengan 10 pemain untuk sementara waktu hingga pemain pengganti diperbolehkan masuk ke lapangan.

Selain itu, pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan juga diwajibkan berada di luar lapangan selama 60 detik sebelum kembali bermain, kecuali dalam kondisi tertentu yang mendapat pengecualian.

5. Menutupi Mulut Saat Konfrontasi Bisa Digolongkan Pelanggaran Serius

Perubahan berikutnya menyasar perilaku pemain ketika berdebat atau terlibat konfrontasi di lapangan.

FIFA menyatakan pemain yang menutupi mulut saat melakukan konfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi hingga kartu merah.

Aturan ini muncul setelah beberapa insiden kontroversial yang sulit dibuktikan karena komunikasi dilakukan sambil menutupi mulut.

Collina menjelaskan bahwa aturan tersebut tidak berlaku untuk percakapan biasa.

"Jika percakapannya ramah, mereka dapat terus melakukannya tanpa masalah."

Namun, situasinya berbeda apabila tindakan tersebut dilakukan dalam suasana yang bersifat konfrontatif.

"Ketika percakapan bersifat konfrontatif, menutup mulut berarti Anda melakukan sesuatu yang sangat salah, dan sanksinya adalah kartu merah."

Aturan ini menjadi salah satu regulasi yang paling banyak diperbincangkan menjelang dimulainya turnamen.

6. VAR Bisa Meninjau Pelanggaran Sebelum Sepak Pojok dan Tendangan Bebas

Perubahan terakhir berkaitan dengan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Dalam aturan baru, VAR memiliki kewenangan untuk meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum bola dimainkan pada situasi sepak pojok maupun tendangan bebas.

Intervensi VAR hanya akan dilakukan jika pelanggaran tersebut berdampak langsung terhadap gol, penalti, atau keputusan disiplin.

Apabila ditemukan pelanggaran yang memenuhi kriteria, wasit dapat diminta melakukan pemeriksaan ulang melalui on-field review.

Jika pelanggaran terbukti terjadi sebelum bola dimainkan, wasit dapat memberikan sanksi yang sesuai sekaligus memerintahkan sepak pojok atau tendangan bebas diulang.

Kebijakan ini membuat lebih banyak insiden bola mati berpotensi ditinjau ulang melalui teknologi video, termasuk pelanggaran yang sebelumnya kerap luput dari perhatian perangkat pertandingan.

Fokus pada Permainan yang Lebih Cepat dan Adil

Keenam aturan baru tersebut menunjukkan upaya FIFA untuk menghadirkan pertandingan yang lebih dinamis, minim pemborosan waktu, dan memiliki kualitas penegakan aturan yang lebih baik.

Dengan format baru yang melibatkan 48 negara dan total 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi terbesar dalam sejarah sepak bola.

Kehadiran berbagai regulasi baru ini pun diharapkan mampu menciptakan pertandingan yang lebih menarik, kompetitif, dan adil bagi seluruh peserta serta penikmat sepak bola di seluruh dunia.

Editor : Tina Mamangkey
#aturan permainan #var #piala dunia 2026 #FIFA #aturan baru