Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pernah Ricuh Massal, Duel Amerika Serikat vs Paraguay Kembali Membara di Piala Dunia 2026

Tina Mamangkey • Jumat, 12 Juni 2026 | 18:21 WIB
Pemain Paraguay kembali bertemu Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 setelah laga terakhir kedua tim diwarnai keributan besar yang melibatkan kedua bangku cadangan. (Instagram @albirroja)
Pemain Paraguay kembali bertemu Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 setelah laga terakhir kedua tim diwarnai keributan besar yang melibatkan kedua bangku cadangan. (Instagram @albirroja)

 

RADARPAPUA - Piala Dunia 2026 langsung menyuguhkan drama bertensi tinggi di hari kedua. 

Laga pembuka Grup D akan mempertemukan sang tuan rumah, Amerika Serikat, dengan Paraguay di SoFi Stadium, Los Angeles, pada Sabtu (13/6) WIB.

​Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiga poin perdana, melainkan panggung penuntasan dendam lama.

AS akan menguji ketangguhan Paraguay yang akhirnya kembali ke panggung dunia setelah absen selama 16 tahun.

Di balik itu, atmosfer panas dipastikan menyelimuti lapangan hijau mengingat sejarah kelam tawuran massal yang melibatkan kedua tim pada bentrokan terakhir mereka.

​Bara Dendam dari Masa Injury Time

​Mengapa duel ini begitu dinanti dan sarat emosi? Jawabannya ada pada memori November 2025 lalu.

Dalam sebuah laga persahabatan, tensi permainan mendadak lepas kendali.

AS memang keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 atas armada Mauricio Pochettino, namun skor akhir tertutupi oleh keributan luar biasa di penghujung laga.

​Memasuki masa injury time, gesekan antarpemain memicu keributan massal hingga seluruh penghuni bangku cadangan kedua tim berhamburan masuk ke lapangan.

Situasi begitu kaos bahkan Pochettino dilaporkan sempat terjatuh di tengah ring penalti dadakan tersebut.

Imbas dari laga brutal itu, bek Paraguay, Omar Alderete, harus diusir keluar lapangan dengan kartu merah.

​Rivalitas Sengit Tanpa Dominasi

​Melihat rekor sejarah, laga kedua negara lintas konfederasi ini selalu berjalan alot dan berimbang. Statistik mencatat:

​Bagi kubu Paraguay, edisi 2026 ini memicu motivasi berlipat gawang.

Ini adalah penampilan perdana mereka di putaran final sejak terakhir kali merasakannya di Afrika Selatan pada edisi 2010.

Setelah merana dan absen dalam tiga edisi beruntun, laga kontra AS menjadi pembuktian kelayakan mereka di level tertinggi.

​Panggung Pembuktian Mauricio Pochettino

​Sorotan kamera dipastikan akan sering mengarah ke pinggir lapangan, tepatnya ke arah Mauricio Pochettino.

Juru taktik kawakan asal Argentina yang kenyang pengalaman menukari klub-klub elite Eropa ini memikul ekspektasi raksasa publik Amerika Serikat.

​Ujian pertamanya langsung tersaji di turnamen sekalas Piala Dunia.

Pochettino dituntut membuktikan bahwa racikan strateginya mampu menyulap tim Stars and Stripes tampil digdaya dan menghibur di hadapan pendukungnya sendiri.

​Prediksi Laga: Aroma Kartu Merah di Udara

​Pengamat sepak bola memprediksi duel fisik dan permainan keras akan kembali tersaji.

Nama Omar Alderete kembali menjadi sorotan utama; bek Paraguay ini dipastikan mendapat kawalan ketat agar emosinya tidak kembali meledak seperti tahun lalu.

​Di atas kertas, AS memang lebih diunggulkan berkat status tuan rumah dan suntikan moral dari puluhan ribu suporter di stadion.

Meski begitu, Paraguay datang dengan status tim underdog yang lapar dan punya motivasi penuh untuk merusak pesta pembuka sang tuan rumah.

​Akankah duel taktis Pochettino berbuah manis, atau justru Paraguay yang sukses menuntaskan dendam lama mereka? Satu yang pasti, laga di SoFi Stadium ini berpotensi menjadi salah satu duel paling meledak di fase grup Piala Dunia 2026.

Editor : Tina Mamangkey
#paraguay #Amerika Serikat #piala dunia 2026