RADARPAPUA - Piala Dunia 2026 langsung menyuguhkan drama bertensi tinggi di hari kedua.
Laga pembuka Grup D akan mempertemukan sang tuan rumah, Amerika Serikat, dengan Paraguay di SoFi Stadium, Los Angeles, pada Sabtu (13/6) WIB.
Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiga poin perdana, melainkan panggung penuntasan dendam lama.
AS akan menguji ketangguhan Paraguay yang akhirnya kembali ke panggung dunia setelah absen selama 16 tahun.
Di balik itu, atmosfer panas dipastikan menyelimuti lapangan hijau mengingat sejarah kelam tawuran massal yang melibatkan kedua tim pada bentrokan terakhir mereka.
Bara Dendam dari Masa Injury Time
Mengapa duel ini begitu dinanti dan sarat emosi? Jawabannya ada pada memori November 2025 lalu.
Dalam sebuah laga persahabatan, tensi permainan mendadak lepas kendali.
AS memang keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 atas armada Mauricio Pochettino, namun skor akhir tertutupi oleh keributan luar biasa di penghujung laga.
Memasuki masa injury time, gesekan antarpemain memicu keributan massal hingga seluruh penghuni bangku cadangan kedua tim berhamburan masuk ke lapangan.
Situasi begitu kaos bahkan Pochettino dilaporkan sempat terjatuh di tengah ring penalti dadakan tersebut.
Imbas dari laga brutal itu, bek Paraguay, Omar Alderete, harus diusir keluar lapangan dengan kartu merah.
Rivalitas Sengit Tanpa Dominasi
Melihat rekor sejarah, laga kedua negara lintas konfederasi ini selalu berjalan alot dan berimbang. Statistik mencatat:
- Saling Sikut: Dalam empat bentrokan selama 15 tahun terakhir, pemenang selalu unggul tipis—tidak pernah ada selisih lebih dari satu gol.
- Kemenangan Terakhir: AS unggul 2-1 di laga terakhir, sementara tiga laga sebelumnya selalu berakhir dengan skor ketat 1-0.
- Kebangkitan Paraguay: Paraguay terakhir kali menumbangkan AS pada tahun 2011.
Bagi kubu Paraguay, edisi 2026 ini memicu motivasi berlipat gawang.
Ini adalah penampilan perdana mereka di putaran final sejak terakhir kali merasakannya di Afrika Selatan pada edisi 2010.
Setelah merana dan absen dalam tiga edisi beruntun, laga kontra AS menjadi pembuktian kelayakan mereka di level tertinggi.
Panggung Pembuktian Mauricio Pochettino
Sorotan kamera dipastikan akan sering mengarah ke pinggir lapangan, tepatnya ke arah Mauricio Pochettino.
Juru taktik kawakan asal Argentina yang kenyang pengalaman menukari klub-klub elite Eropa ini memikul ekspektasi raksasa publik Amerika Serikat.
Ujian pertamanya langsung tersaji di turnamen sekalas Piala Dunia.
Pochettino dituntut membuktikan bahwa racikan strateginya mampu menyulap tim Stars and Stripes tampil digdaya dan menghibur di hadapan pendukungnya sendiri.
Prediksi Laga: Aroma Kartu Merah di Udara
Pengamat sepak bola memprediksi duel fisik dan permainan keras akan kembali tersaji.
Nama Omar Alderete kembali menjadi sorotan utama; bek Paraguay ini dipastikan mendapat kawalan ketat agar emosinya tidak kembali meledak seperti tahun lalu.
Di atas kertas, AS memang lebih diunggulkan berkat status tuan rumah dan suntikan moral dari puluhan ribu suporter di stadion.
Meski begitu, Paraguay datang dengan status tim underdog yang lapar dan punya motivasi penuh untuk merusak pesta pembuka sang tuan rumah.
Akankah duel taktis Pochettino berbuah manis, atau justru Paraguay yang sukses menuntaskan dendam lama mereka? Satu yang pasti, laga di SoFi Stadium ini berpotensi menjadi salah satu duel paling meledak di fase grup Piala Dunia 2026.
Editor : Tina Mamangkey