Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Badai Pemecatan di Piala Dunia 2026: 7 Pelatih Dipecat dan Mundur

Tina Mamangkey • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:48 WIB
Ronald Koeman menjadi salah satu pelatih yang mengundurkan diri setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026. (Instagram @ronaldkoeman)
Ronald Koeman menjadi salah satu pelatih yang mengundurkan diri setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026. (Instagram @ronaldkoeman)

 

RADARPAPUA - Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan sengit di atas lapangan, tetapi juga membawa dampak besar bagi kursi kepelatihan sejumlah tim nasional.

Kegagalan memenuhi target membuat beberapa pelatih memilih mengundurkan diri, sementara ada pula yang langsung diberhentikan oleh federasi masing-masing.

Memasuki babak 16 besar, tercatat sudah tujuh tokoh penting yang meninggalkan jabatannya usai tim yang mereka tangani gagal melangkah lebih jauh di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ajang sepak bola terbesar di dunia memang selalu menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah tim nasional. Ketika hasil yang diraih tidak sesuai harapan, pergantian pelatih hingga petinggi federasi sering kali menjadi langkah yang diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh.

Ronald Koeman Jadi Nama Paling Disorot

Salah satu nama terbesar yang memutuskan mengakhiri masa jabatannya adalah Ronald Koeman. Pelatih tim nasional Belanda itu resmi mundur sehari setelah De Oranje tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah dari Maroko melalui drama adu penalti di babak gugur.

Melalui akun media sosial pribadinya, Koeman menyampaikan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas kegagalan Belanda. Ia menegaskan bahwa sebagai pelatih kepala, seluruh hasil yang diraih tim merupakan tanggung jawabnya.

"Semalam saya memutuskan mengakhiri masa jabatan sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda," tulis Koeman.

"Kami semua bermimpi menciptakan sejarah di Piala Dunia. Itu tidak terjadi dan tidak ada yang lebih kecewa daripada saya."

Koeman sendiri kembali menangani Belanda setelah Piala Dunia 2022 di Qatar. Penunjukan tersebut menjadi periode keduanya memimpin De Oranje setelah sebelumnya melatih tim itu pada 2018 hingga 2020.

Hong Myung-bo Akhiri Kiprah Bersama Korea Selatan

Legenda sepak bola Korea Selatan, Hong Myung-bo, juga memilih mundur dari kursi pelatih setelah timnya gagal melewati fase grup.

Hong yang pernah menjadi kapten Korea Selatan saat menembus semifinal Piala Dunia 2002 sebenarnya datang dengan harapan besar. Namun, perjalanan timnya harus berakhir lebih cepat setelah kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Dalam pernyataannya, Hong menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung sepak bola Korea Selatan dan menilai sudah waktunya tim dipimpin oleh sosok baru.

"Saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada masyarakat yang selalu mencintai dan mendukung sepak bola Korea," ujar Hong. "Saya memutuskan mundur sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan."

Miroslav Koubek Tinggalkan Republik Ceko

Nasib serupa dialami Miroslav Koubek yang memutuskan mundur dari jabatan pelatih Republik Ceko.

Meski berhasil membawa negaranya kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2006, performa tim di putaran final jauh dari harapan. Republik Ceko hanya mengoleksi satu poin dan harus puas menjadi penghuni dasar klasemen Grup A.

Koubek juga mengungkapkan bahwa tekanan dari berbagai pemberitaan media menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi keputusannya untuk mengakhiri masa tugas.

Tak Hanya Pelatih, Presiden Federasi Arab Saudi Ikut Mundur

Tidak hanya pelatih yang terkena dampak kegagalan di Piala Dunia 2026. Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi, Yasser Al Misehal, juga memilih mengundurkan diri setelah Green Falcons gagal lolos dari fase grup.

Arab Saudi sebenarnya datang dengan optimisme tinggi setelah mencatat sejarah mengalahkan Argentina pada Piala Dunia 2022. Namun kali ini mereka hanya mampu finis di posisi terbawah Grup H dengan raihan dua poin.

Al Misehal menyatakan dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil yang jauh dari target tersebut.

"Kegagalan tim nasional lolos ke babak berikutnya merupakan hasil yang jauh dari ambisi kami," kata Al Misehal. "Saya memikul tanggung jawab penuh dan memutuskan tidak melanjutkan jabatan ini."

Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Setelah Satu Laga

Kasus paling mengejutkan terjadi di Tunisia. Sabri Lamouchi harus kehilangan pekerjaannya hanya setelah memimpin satu pertandingan di putaran final Piala Dunia 2026.

Kekalahan telak 5-1 dari Swedia pada laga pembuka membuat Federasi Sepak Bola Tunisia langsung mengambil keputusan cepat dengan menunjuk mantan pelatih Arab Saudi, Herve Renard, sebagai penggantinya.

Padahal Lamouchi baru mulai bekerja pada Januari 2026 dan hanya sempat memimpin lima pertandingan bersama Tunisia. Ia pun tercatat sebagai pelatih pertama dalam sejarah Piala Dunia yang dipecat setelah hanya menjalani satu pertandingan di putaran final.

Ironisnya, Tunisia datang ke Piala Dunia dengan rekor impresif tanpa kebobolan sepanjang babak kualifikasi. Namun, di putaran final mereka selalu kalah dalam tiga laga fase grup dan kebobolan hingga 12 gol.

Steve Clarke Tinggalkan Skotlandia

Steve Clarke juga mengakhiri kebersamaannya dengan tim nasional Skotlandia setelah gagal membawa tim lolos ke babak berikutnya.

Skotlandia sebenarnya menorehkan satu kemenangan pada fase grup, tetapi dua kekalahan membuat mereka hanya finis di posisi ketiga Grup C. Raihan tersebut belum cukup untuk membawa mereka masuk ke delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Dalam pesan perpisahannya, Clarke mengaku bagian paling berat dari keputusannya adalah harus meninggalkan para pemain yang telah bekerja bersamanya sejak 2019.

Selama menangani Skotlandia, Clarke membukukan 36 kemenangan, jumlah terbanyak yang pernah diraih seorang pelatih tim nasional Skotlandia.

Sebastian Beccacece Akhiri Masa Tugas di Ekuador

Pelatih terakhir yang meninggalkan jabatannya adalah Sebastian Beccacece. Ia memutuskan mundur setelah Ekuador tersingkir akibat kalah 2-0 dari Meksiko pada babak 32 besar.

Sebelumnya, Ekuador sempat menjadi sorotan setelah sukses mengalahkan Jerman di fase grup dan memastikan tiket ke babak gugur. Namun langkah mereka akhirnya terhenti saat menghadapi Meksiko.

Beccacece menjelaskan bahwa kontraknya memang berakhir setelah Piala Dunia 2026. Meski ingin melanjutkan pekerjaannya, ia mengakui target yang dijanjikan gagal tercapai.

"Kami tidak mampu mencapai pencapaian yang kami janjikan. Hari ini giliran saya mengucapkan selamat tinggal," ujar Beccacece. "Saya sebenarnya ingin melanjutkan pekerjaan ini, tetapi saya memahami bagaimana dunia sepak bola bekerja."

Piala Dunia 2026 kembali membuktikan bahwa tekanan di level tertinggi sepak bola internasional sangat besar. Kegagalan meraih hasil sesuai target tidak hanya mengakhiri perjalanan sebuah tim di turnamen, tetapi juga dapat mengakhiri masa jabatan pelatih maupun petinggi federasi.

Seiring kompetisi terus berlangsung menuju fase-fase akhir, bukan tidak mungkin daftar nama yang harus meninggalkan jabatannya akan bertambah apabila tim-tim unggulan kembali gagal memenuhi ekspektasi.

Daftar Pelatih dan Petinggi yang Meninggalkan Jabatan di Piala Dunia 2026

Turnamen masih terus berjalan dan tensi semakin meninggi. Mengingat babak penentuan yang semakin krusial, daftar "korban" dari kerasnya ekspektasi Piala Dunia 2026 ini diprediksi masih bisa bertambah panjang.

Editor : Tina Mamangkey
#Daftar Pelatih Dipecat dan Mundur di Piala Dunia 2026 #ronald koeman #piala dunia 2026 #pelatih #dipecat