RADARPAPUA - Timnas Spanyol berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Piala Dunia 2026 setelah melewati laga final penuh drama melawan Argentina. La Roja memastikan gelar juara usai menang tipis 1-0 atas Argentina dalam pertandingan yang digelar di Stadion New York, Amerika Serikat, pada Senin.
Kemenangan Spanyol ditentukan oleh pemain pengganti Ferran Torres yang tampil sebagai pahlawan setelah mencetak gol penentu di babak perpanjangan waktu (extra time). Gol tersebut menjadi pembeda dalam duel sengit yang berlangsung hingga menit-menit akhir.
Sejak pertandingan dimulai, Spanyol langsung menunjukkan permainan menyerang dengan penguasaan bola yang lebih dominan. Peluang pertama La Roja hadir saat laga baru berjalan lima menit melalui aksi Lamine Yamal. Namun, upayanya masih mampu dihentikan oleh kombinasi pertahanan Lisandro Martinez dan penjaga gawang Emiliano Martinez.
Argentina tidak tinggal diam dan sempat memberikan ancaman melalui skema serangan yang melibatkan Lionel Messi. Kapten Argentina tersebut memberikan umpan kepada Nico Gonzalez, tetapi peluang itu belum mampu dikonversi menjadi gol.
Babak pertama akhirnya berakhir tanpa gol. Argentina juga harus kehilangan Lisandro Martinez yang mengalami cedera dan digantikan oleh Nicolas Otamendi.
Memasuki babak kedua, Spanyol kembali meningkatkan tekanan. Baru satu menit setelah pertandingan dilanjutkan, Alejandro Baena mendapatkan peluang emas setelah memanfaatkan kesalahan operan Leandro Paredes. Namun, tembakannya masih berhasil diamankan Emiliano Martinez.
Serangan Spanyol terus mengalir sepanjang babak kedua. Pada menit ke-55, Nicolas Otamendi melakukan penyelamatan penting melalui tekel krusial untuk menghentikan peluang yang dibangun Fabian Ruiz dan Mikel Oyarzabal.
Tidak lama berselang, giliran Gonzalo Montiel yang menjadi penyelamat Argentina. Ia berhasil membuang bola tepat di depan gawang setelah Dani Olmo memberikan umpan matang kepada Marc Cucurella.
Peluang terbaik Spanyol datang pada menit ke-67. Lamine Yamal menunjukkan kemampuan individunya dengan melewati dua pemain Argentina sebelum mengirim umpan silang kepada Ferran Torres. Sayangnya, sundulan Torres masih mengarah tepat ke pelukan Emiliano Martinez.
Memasuki 15 menit terakhir waktu normal, Spanyol semakin agresif memburu gol. Pedri hampir membuka keunggulan pada menit ke-77, tetapi tembakannya kembali diamankan Emiliano Martinez. Kiper Aston Villa tersebut juga melakukan penyelamatan penting dengan menepis tendangan jarak jauh Pau Cubarsi.
Drama final semakin memanas pada masa tambahan waktu babak kedua. Pada menit ke-90+3, Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat melakukan tekel keras terhadap Pau Cubarsi.
Kartu merah tersebut membuat Argentina berada dalam situasi sulit saat memasuki babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Spanyol mendapatkan keuntungan jumlah pemain untuk terus menekan demi mencetak gol kemenangan.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-106, tepat setelah babak tambahan pertama dimulai. Serangan Spanyol dibangun dari sisi kanan melalui Pedro Porro yang mengirimkan umpan ke area tiang jauh.
Nico Williams kemudian menunjukkan kerja kerasnya dengan mempertahankan bola sebelum memberikan umpan tarik kepada Ferran Torres. Penyerang Spanyol itu tanpa kesulitan melepaskan tembakan keras yang menghujam bagian atas gawang Emiliano Martinez.
Gol tersebut membuat Spanyol unggul 1-0 dan semakin percaya diri mengendalikan permainan. Pada menit ke-113, Ferran Torres sebenarnya kembali mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Lamine Yamal dan berhasil melewati Emiliano Martinez dalam situasi satu lawan satu.
Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit karena Torres terlebih dahulu berada dalam posisi offside.
Argentina terus berusaha mengejar gol penyama kedudukan pada sisa pertandingan. Peluang terakhir datang pada menit ke-120+1 melalui sepak pojok Lionel Messi yang menghasilkan sundulan ke arah tiang dekat sebelum disambut Giovanni Simeone.
Akan tetapi, tembakan Simeone dalam posisi kurang seimbang justru melambung di atas mistar gawang Spanyol yang dijaga Unai Simon.
Hingga peluit akhir pertandingan berbunyi, Argentina tidak mampu mencetak gol balasan. Spanyol pun berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 dan memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2026.
Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah La Roja setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi Spanyol sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia.
Editor : Tina Mamangkey