Terhimpit Sanksi, Persipura Kehilangan 'Sihir' Stadion Mandala di Putaran Pertama Championship

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 06:52 WIB
Persipura Jayapura gagal menang play-off Championship saat menghadapi Adhyaksa FC (kini Isen Mulang FC) di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026). (Persipura)
Persipura Jayapura gagal menang play-off Championship saat menghadapi Adhyaksa FC (kini Isen Mulang FC) di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026). (Persipura)

 

RADARPAPUA - Persipura Jayapura harus mengawali kompetisi Championship Indonesia 2026/2027 dengan tantangan berbeda. Tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut dipastikan tidak dapat menggelar pertandingan kandang di tanah Papua pada putaran pertama sehingga Jawa Timur dipilih sebagai markas sementara.

Keputusan tersebut berkaitan dengan sanksi yang dijatuhkan kepada Persipura sebelum kompetisi musim baru dimulai.

Hukuman itu merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi pada babak play-off promosi ke Super League musim lalu ketika Persipura menghadapi Adhyaksa FC, yang kini bernama Isen Mulang FC.

Akibat sanksi tersebut, seluruh pertandingan kandang Persipura pada putaran pertama Championship 2026/2027 harus dimainkan di luar Papua.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mutiara Hitam karena mereka tidak dapat memperoleh dukungan langsung dari ribuan suporter di Stadion Mandala seperti ketika bermain di Jayapura.

Bermain jauh dari basis pendukung membuat atmosfer pertandingan yang biasanya dirasakan Persipura tentu berbeda.

Tim juga harus menghadapi situasi tanpa keuntungan sebagai tuan rumah di hadapan pendukung sendiri. Karena itu, kemampuan pemain dan tim pelatih untuk beradaptasi sejak awal musim menjadi sangat penting.

Baca Juga: Mulai 6 Agustus, Pertamina Resmi Salurkan Biosolar B50 ke SPBU di Timika

Sanksi tanpa penonton selama satu putaran menjadi alasan utama Persipura memindahkan markas sementara ke Jawa Timur.

Meskipun pertandingan tetap berstatus sebagai laga kandang bagi Persipura, seluruh pertandingan tersebut tetap digelar tanpa kehadiran penonton sesuai hukuman yang telah dijatuhkan.

Kondisi tersebut membuat Persipura harus menghadapi pertandingan tanpa dukungan langsung dari suporter.

Padahal, atmosfer yang diciptakan pendukung di Stadion Mandala selama ini menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi tim ketika menjalani pertandingan kandang.

Persoalan yang dihadapi Persipura juga belum sepenuhnya selesai. Berdasarkan informasi yang disampaikan Owen Raha, klub asal Papua itu masih berpotensi mendapatkan hukuman tambahan berupa pengurangan satu poin pada klasemen Championship musim 2026/2027.

Apabila sanksi pengurangan satu poin benar-benar diberlakukan, Persipura harus memulai persaingan dengan beban yang lebih berat.

Hilangnya satu poin sejak awal kompetisi dapat berpengaruh terhadap posisi mereka dalam persaingan papan atas, terlebih Championship diperkirakan berlangsung ketat dengan setiap poin memiliki arti penting dalam perebutan tiket promosi.

Selain persoalan sanksi, Persipura juga harus beradaptasi dengan Jawa Timur sebagai markas sementara. Para pemain perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, pola perjalanan, jadwal pertandingan, hingga kondisi lapangan yang mungkin berbeda dengan suasana ketika mereka bermain di Papua.

Tim pelatih dituntut mampu menjaga fokus dan kondisi pemain agar perpindahan markas tidak mengganggu persiapan menghadapi pertandingan.

Konsistensi permainan menjadi salah satu faktor penting agar Persipura tetap mampu meraih hasil maksimal meskipun harus menjalani laga kandang jauh dari Jayapura.

Baca Juga: 132 Petinju dari Delapan Kabupaten Adu Kemampuan di Kejurda Tinju Amatir Papua Pegunungan 2026

Meski mengawali musim dengan sejumlah konsekuensi, Persipura tetap memiliki target untuk tampil kompetitif di Championship 2026/2027.

Manajemen dan tim pelatih diharapkan dapat menjaga performa tim sehingga sanksi yang diterima tidak memberikan dampak besar terhadap perjalanan mereka sepanjang musim.

Kompetisi Championship Indonesia 2026/2027 sendiri diprediksi menghadirkan persaingan sengit.

Sejumlah klub akan berusaha membangun kekuatan terbaik untuk memperebutkan posisi papan atas sekaligus mengejar tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sebagai salah satu klub dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, Persipura tetap menjadi perhatian meski harus mengawali musim dalam kondisi yang tidak ideal. Mutiara Hitam kini harus fokus melewati putaran pertama dengan hasil sebaik mungkin.

Jika mampu menjaga konsistensi permainan, meminimalkan kehilangan poin, dan beradaptasi dengan kondisi markas sementara, peluang Persipura untuk tetap bersaing di papan atas Championship 2026/2027 masih terbuka.

Tantangan terbesar bagi Mutiara Hitam adalah membuktikan bahwa berbagai konsekuensi dari sanksi tidak menghalangi ambisi mereka untuk tampil kompetitif sepanjang musim. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
Mutiara Hitam Championship 2026/2027 jawa timur Sanksi Persipura