Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tesla Dikabarkan PHK Karyawan di Shanghai

Tina Mamangkey • Senin, 10 Juli 2023 | 12:40 WIB
Ilustrasi - Kendaraan Tesla Model 3 buatan China terlihat saat momen pengiriman di pabrik Tesla di Shanghai, China, 7 Januari 2020. (REUTERS/Aly Song)
Ilustrasi - Kendaraan Tesla Model 3 buatan China terlihat saat momen pengiriman di pabrik Tesla di Shanghai, China, 7 Januari 2020. (REUTERS/Aly Song)

RADARPAPUA - Tesla dilaporkan sedang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian pekerja di Giga Shanghai dari jalur manufaktur baterai.

Keputusan ini muncul hanya satu hari setelah produsen mobil di China setuju untuk menjaga ketertiban pasar yang adil di tengah perang harga yang sedang berlangsung.

Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber terdekat, Tesla mulai memberitahukan karyawan jalur perakitan baterai tentang pemutusan hubungan kerja pada awal pekan ini.

Identitas para sumber tersebut tetap anonim karena Tesla tidak mengizinkan karyawan berbicara kepada publik.

Alasan pasti di balik pemutusan hubungan kerja ini masih belum jelas, dan belum ada informasi mengenai jumlah pekerja yang terkena PHK.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa Tesla menawarkan beberapa pekerja opsi untuk dipindahkan ke lokakarya yang berbeda, seperti stempel, pengecatan, atau perakitan umum.

Pada Juni 2023, CEO Tesla, Elon Musk, mengunjungi Giga Shanghai dan mengapresiasi semangat dan dedikasi para pekerja dalam menyelesaikan tugas mereka.

Melalui cuitan di Twitter, Musk juga menyampaikan terima kasih atas "pekerjaan yang luar biasa dalam mengatasi banyak rintangan selama bertahun-tahun" kepada para pekerja di Giga Shanghai.

Giga Shanghai merupakan salah satu pabrik terbesar Tesla secara global, dengan staf sekitar 20.000 orang dan kapasitas produksi sekitar satu juta mobil listrik setiap tahunnya.

Pabrik ini menjadi pusat operasi global perusahaan, dengan lebih dari setengah dari total penjualan Tesla di seluruh dunia diproduksi di Giga Shanghai.

Selain itu, fasilitas baterai Giga Shanghai juga merakit modul baterai dari LG Energy Solution Ltd. dan CATL yang digunakan dalam varian Model 3 dan Model Y.

Tesla dikabarkan berencana untuk menggabungkan lebih banyak mesin otomatisasi di jalur produksi baterai, yang mungkin menjadi salah satu alasan di balik pemangkasan tenaga kerja manusia.

Rencana ekspansi Tesla di Gigafactory Shanghai telah menjadi sorotan, termasuk peningkatan kapasitas produksi powertrain dan penambahan jalur produksi baterai baru di area sekitarnya.

Namun, rencana tersebut menghadapi hambatan birokrasi akibat kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan dampak perang harga.

Pada kuartal kedua tahun 2023, Giga Shanghai mencapai rekor produksi baru di China setelah Tesla berhasil menjual 247.217 unit antara April dan Juni 2023.

Secara global, Tesla juga mencatat rekor penjualan kuartalan baru dengan total 466.140 unit Model 3, Model Y, Model S, dan Model X terjual.

Salah satu faktor pertumbuhan penjualan tersebut dapat dikaitkan dengan pemangkasan harga agresif yang dilakukan oleh Tesla sejak awal tahun ini, yang menyebabkan kekacauan di pasar mobil China.

Kemarin, 16 merek, termasuk Tesla, menandatangani komitmen untuk mengembalikan kerangka pasar yang adil di China.(Antara)

Editor : Tina Mamangkey
#Tesla #phk tesla #pabrik tesla shanghai