RADARPAPUA.ID- Guangzhou Automobile Group Co. (GAC), sebuah perusahaan otomotif dari Tiongkok, telah berhasil mengembangkan mesin mobil dengan teknologi terbaru. Mesin ini memiliki kemampuan untuk menggunakan amonia sebagai alternatif bensin dan bahan bakar fosil lainnya.
Pengumuman ini, seperti dilansir dari NewAtlas, menjadi kabar yang sangat menarik bagi industri otomotif saat ini. Sebagai mesin mobil pertama yang didukung oleh amonia, ini akan memperluas pilihan energi yang tersedia bagi para produsen mobil.
Baca Juga: Dampak Framing Negatif, Rossa Terancam Kehilangan Kontrak Produk dan Hadapi Denda Fantastis
GAC, merek mobil Tiongkok, menyatakan bahwa teknologi ini juga akan mengatasi kendala sulitnya pembakaran amonia yang lambat, sehingga memungkinkan penerapannya dalam industri mobil penumpang. GAC sangat antusias dengan nilai dan potensi penggunaan komersial yang dibawa oleh perkembangan ini kepada masyarakat.
Peluncuran mesin baru ini merupakan bagian dari acara pameran teknologi tahunan GAC, yang juga memperlihatkan mobil terbang merek Gove dan minivan hibrida-hidrogen Trumpchi. Toyota, perusahaan mobil Jepang, juga tengah mempromosikan platform hybrid-hidrogen.
Dengan adanya mesin amonia GAC yang baru, kini tersedia solusi energi bersih dan bebas karbon. Pengembangan mesin ini harus mengatasi tantangan sifat mudah terbakar amonia yang rendah dan emisi nitrogen oksida yang tinggi.
Mesin berkapasitas 2.0 liter ini diklaim mampu mengubah amonia cair dengan cara yang aman dan efisien. Tenaganya mencapai 120 kW dan emisi karbon dapat dikurangi hingga 90 persen menurut klaim dari GAC.
Pengembangan ini sesuai dengan rencana GAC yang lebih besar dalam transisi ke energi hijau, terutama di Tiongkok. Perlu diketahui bahwa GAC adalah perusahaan otomotif milik negara, dan merek mobil listrik mereka, Aion, saat ini menjadi merek mobil listrik terlaris ketiga di Tiongkok, hanya kalah dari BYD dan Tesla.
Baca Juga: Malam Jumat, Inlah 4 Amalan yang Dianjuran Rasulullah
Sebelumnya, amonia telah diuji sebagai solusi energi alternatif untuk kendaraan berat seperti truk. Namun, amonia sendiri memiliki sifat beracun dan memerlukan arsitektur keamanan yang tinggi yang belum tersedia di mobil penumpang. Protokol keamanan untuk amonia sudah digunakan dalam beberapa industri yang menggunakannya sebagai pupuk.
Pengenalan mobil bertenaga amonia di industri mobil penumpang menarik untuk diikuti. Meskipun GAC berharap dapat segera menerapkan teknologi mesin mobil berbasis amonia dalam skala komersial yang lebih besar, namun kendaraan semacam itu harus memenuhi beberapa persyaratan keamanan dari badan pengawas sebelum menjadi kenyataan. Kita nantikan saja perkembangan selanjutnya. (jpg)