RADARPAPUA.ID- Dalam acara CES 2024 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Bosch mempersembahkan sejumlah inovasi terbaru pada produk dan layanannya yang berbasis teknologi elektrifikasi dan hidrogen, mencakup kebutuhan mobilitas, hunian, hingga industri.
Menurut Tanja Rückert, anggota dewan manajemen Robert Bosch GmbH di CES 2024, pihaknya menekankan penggunaan energi dengan fokus pada dua pendekatan utama: elektrifikasi dan hidrogen sebagai kunci dalam menerapkan energi berkelanjutan yang ramah terhadap iklim.
Dalam konteks mobilitas rendah emisi, Bosch mengoptimalkan penggunaan sumber energi tradisional dengan mendorong elektrifikasi di bidang mobilitas, bangunan komersial, dan hunian. Mereka juga memanfaatkan sumber energi baru yang berkelanjutan, dengan hidrogen berperan sentral dalam upaya ini.
Baca Juga: Pasar Otomotif Indonesia, BYD Akan Luncurkan Mobil Listrik Minggu Depan
Pada CES, Bosch meraih Penghargaan Inovasi untuk perangkat mobilitas Automated Valet Parking System dari CTA. Teknologi ini dilengkapi dengan sistem parkir valet otomatis untuk mobil listrik yang dapat bergerak sendiri menuju stasiun pengisian daya. Dengan mengendalikan melalui smartphone, pengendara dapat memandu kendaraannya ke robot pengisi baterai, yang kemudian mengarahkannya ke tempat parkir sambil memberikan tempat pengisian daya untuk kendaraan berikutnya.
Tanja menjelaskan bahwa kombinasi unik ini membuat Bosch menjadi pemimpin pasar melalui solusi pengisian valet otomatis dan parkir valet otomatis, dengan komitmen untuk memberikan kenyamanan dalam elektromobilitas.
Sebagai penyedia utama di industri elektromobilitas, Bosch sangat fokus pada permintaan tinggi untuk semikonduktor inovatif silikon karbida (SiC). Produk ini mencakup chip, penggerak modular mobil listrik (e-axles), motor listrik, teknologi baterai, stasiun pengisian daya, dan berbagai layanan lainnya.
Penggunaan chip SiC pada mobil listrik dapat meningkatkan jangkauan berkendara dan efisiensi pengisian daya hingga 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan chip berbasis silikon.
Baca Juga: Honda N-Box, Mobil Kei Car yang Laris di Jepang, Tapi Kurang Diminati di Indonesia
Selain fokus pada elektrifikasi, Bosch juga melihat hidrogen sebagai kunci untuk memenuhi permintaan energi global dengan pendekatan yang lebih efisien. Hidrogen, sebagai media penyimpanan, dapat mendukung efisiensi penggunaan energi dari sumber terbarukan.
Oleh karena itu, Bosch telah berinvestasi secara luas dalam rantai nilai teknologi hidrogen, dengan fokus pada mobile fuel cell yang baru-baru ini mulai diproduksi massal di Stuttgart. Teknologi hidrogen ini terutama digunakan dalam sistem powertrain untuk kendaraan berat, dengan Bosch menerima pesanan pertama dari produsen truk di Eropa, Amerika Serikat, dan China.
Baca Juga: Nggak Perlu Diet Ketat, Perut Buncit Bisa Rata dengan Resep dr Zaidul Akbar Ini
Bosch juga bekerja pada komponen mesin hidrogen, yang dapat mengubah bahan bakar langsung menjadi energi tanpa perlu diubah terlebih dahulu menjadi listrik.
"Dengan dukungan hidrogen hijau, mesin ini diharapkan menghasilkan karbon yang lebih netral. Targetnya, mesin ini akan beroperasi tahun ini seiring dengan investasi global dalam teknologi hidrogen," tambahnya. (jpg)