Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Sering Diabaikan Ban Mobil Kurang Tekanan Angin

Fandy Gerungan • Senin, 18 Maret 2024 | 09:38 WIB
Ilustrasi ban mobil/sumber: PublicDomainPictures/Pixabay
Ilustrasi ban mobil/sumber: PublicDomainPictures/Pixabay

RADARPAPUA.ID- Bagi para pemilik mobil, seringkali hal yang dianggap sepele adalah masalah tekanan udara pada ban. Pertanyaannya, seberapa besar tekanan udara yang dianggap ideal? Biasanya, kita mengacu pada rekomendasi tekanan udara yang diberikan oleh pabrikan.

Pada dasarnya, ada kerugian yang mungkin dialami oleh pengemudi jika tekanan udara pada ban mobil kurang atau berlebih. Salah satunya adalah kenyamanan yang bisa langsung dirasakan saat berkendara.

Baca Juga: Hati Hati, Kampas Rem Sepeda Motor Palsu Banyak Beredar Di Pasaran

Jika terjadi ketidaksesuaian, baik itu kekurangan atau kelebihan tekanan udara, keduanya bisa memberikan efek negatif. Namun, kerusakan lebih mungkin terjadi pada ban yang kekurangan udara.

Idealnya, saat akan mengisi udara, kita harus melihat petunjuk yang tertera di bagian pilar pintu pengemudi, yang merupakan rekomendasi dari pabrikan.

Ada tiga efek buruk ketika ban mobil memiliki kelebihan tekanan udara, khususnya terkait dengan kenyamanan saat mengemudi, yaitu:

1. Mobil akan kurang stabil saat dikendarai, terutama pada kecepatan tinggi, karena tapak ban yang menyentuh permukaan jalan mengecil. Hal ini bahkan bisa menyebabkan slip.

2. Pengemudi dan penumpang akan merasakan getaran yang lebih keras karena udara dalam ban terlalu padat, sehingga ban tidak dapat menyerap getaran seperti yang seharusnya.

3. Permukaan ban akan lebih cepat mengalami keausan, terutama pada bagian tengah yang lebih sering bersentuhan dengan permukaan jalan saat udara dalam ban terlalu padat.

Baca Juga: Jadwal Imsak, Buka Puasa, dan Waktu Sholat Wilayah Papua Barat dan Sekitarnya, Senin 18 Maret 2024

Sementara itu, jika ban memiliki kekurangan tekanan udara, maka memiliki risiko yang lebih tinggi saat dikendarai, seperti tarikan mesin yang berat, turunnya respon pengendalian, hingga risiko pecahnya ban akibat kerusakan komponen di dalamnya seperti kawat, benang, atau karet.

Kekurangan tekanan udara dapat menyebabkan ban pecah saat mobil bergerak karena side wall ban akan menekuk saat berada di bawah dan kembali tegak saat berada di atas.

Seperti contoh pada kawat, jika terus-menerus ditekuk secara konstan, bagian side wall ban dapat pecah, yang tentunya sangat berbahaya bagi pengemudi dan penumpang di dalam kendaraan.

Baca Juga: Jadi Merek Bank Paling Berharga di Indonesia, Brand Finance Taksir Nilai Merek BRI Capai 5,3 Miliar Dollar

Terutama ketika Anda berencana untuk melakukan perjalanan jauh atau mudik, disarankan untuk memeriksa tekanan udara pada ban dan menyesuaikannya dengan kebutuhan. Jika perlu, konsultasikan dengan teknisi bengkel resmi untuk memastikan tekanan udara yang sesuai. (***)

 
 
 
Editor : Fandy Gerungan
#ban mobil #Otomotif #tekanan udara