RADARPAPUA.ID- Coolant, adalah cairan yang spesial untuk mengisi radiator dan diciptakan khusus untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Cairan ini mengandung aditif anti karat, pembersih, anti beku, dan meningkatkan titik didih, sehingga tetap efektif bahkan saat digunakan pada mesin yang bekerja dalam kondisi sangat panas. Namun, konsentrasi aditif dalam coolant memiliki batas masa pakai, sehingga perlu diganti pada saat tertentu agar kinerjanya tetap optimal.
Baca Juga: Inovasi Ramah Lingkungan, Avanza-Veloz Akan Hadir Dengan Varian Hybrid Di Indonesia
Menurut Fendi Pamungkas, pemilik INF Auto Servis, coolant perlu diganti sesuai dengan usia pakainya agar tetap efektif dalam menjaga suhu kerja mesin. "Jika warnanya mulai pudar, itu pertanda bahwa konsentrasi coolant telah berubah dan perlu diganti," katanya. Dia juga menambahkan bahwa penggantian coolant sebaiknya mengikuti panduan servis yang diberikan oleh pabrikan mobil.
Selain memperhatikan warna coolant, Fendi juga menyarankan untuk memeriksa langsung tabung reservoirnya. "Jika coolant terlihat keruh atau terdapat kotoran, sebaiknya lakukan penggantian dan kuras agar sistem pendingin tetap lancar dan terhindar dari masalah overheating," tambahnya.
Baca Juga: Kerusakan Pada Evaporator, Alasan Sederhana AC Mobil Tak Berfungsi Optimal
Di pasaran, terdapat berbagai jenis coolant dengan kemampuan yang berbeda, sehingga interval penggantiannya dapat disesuaikan dengan anjuran produk yang digunakan. Kesimpulannya, coolant sebaiknya diganti ketika warnanya mulai memudar, keruh, atau terdapat kotoran, atau mengikuti panduan servis yang tertera pada buku petunjuk mobil masing-masing. (*)