RADARPAPUA.ID- Perusahaan mobil AS, Tesla, dilaporkan telah menggandeng produsen baterai CATL untuk mengembangkan teknologi baterai mobil listrik yang mampu mengisi daya dengan lebih cepat. Pernyataan ini disampaikan oleh CEO CATL, Robin Zeng, dalam wawancara dengan Bloomberg, seperti yang dilaporkan oleh electrive.
Baca Juga: Xiaomi Resmi Rilis SU7, Mobil Listrik Yang Dipasarkan Dengan Harga Rp1,1 Miliar
Meskipun demikian, Zeng tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kerja sama tersebut dalam pengembangan teknologi baterai dengan pengisian daya yang lebih cepat. Dia hanya menyatakan bahwa mereka sedang fokus pada penelitian "khususnya tentang struktur elektrokimia baru", yang mengacu pada sel kimia.
Dengan melihat model Tesla yang dirancang dengan harga sekitar 25.000 dolar AS, kolaborasi ini memungkinkan ruang untuk mengurangi biaya produksi. Zeng juga membenarkan bahwa CATL memasok komponen baterai untuk pabrik Tesla di Nevada.
Baca Juga: Waduh! Pembelian Pertalite Akan Dibatasi
Menurut laporan dari Arena EV, Tesla bukan satu-satunya perusahaan otomotif yang mengandalkan keahlian CATL dalam produksi baterai. Produsen mobil lain seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Nio juga masih mengandalkan pasokan baterai dari CATL untuk kendaraan listrik mereka.
Selain itu, CATL juga telah menjalin kesepakatan lisensi teknologi baterai dengan Ford dan akan memberikan pelatihan kepada insinyur Ford untuk keperluan tersebut, sesuai dengan pernyataan Zeng. (*)