RADARPAPUA - Tesla Inc. memutuskan untuk tidak membuat mobil listrik (EV) murah seperti yang mereka janjikan sebelumnya. Mereka sebenarnya ingin membuat mobil yang bisa dibeli oleh banyak orang, tapi sekarang mereka fokus pada taksi otonom tanpa pengemudi yang disebut robotaxi.
Sejak lama, CEO Tesla, Elon Musk, bercita-cita membuat mobil listrik yang terjangkau untuk semua orang. Tapi sekarang, rencana ini tertunda.
Awalnya, Tesla ingin membuat mobil mewah dulu untuk mendapatkan uang, lalu menggunakan keuntungannya untuk membuat mobil listrik yang lebih murah. Tapi rencana ini terpaksa ditunda.Di Amerika Serikat, mobil Tesla termurah sekarang, Model 3, dijual seharga sekitar 39 ribu dolar AS atau sekitar Rp619 juta (di Indonesia harganya sekitar Rp1,5 miliar).
Keputusan ini diambil karena Tesla menghadapi persaingan ketat dari produsen mobil listrik China. Mobil listrik dari China dijual dengan harga serendah 10 ribu dolar AS (sekitar Rp158 juta).
Sekarang, Tesla lebih fokus pada pengembangan robotaxi, meskipun hal ini lebih sulit dan memerlukan lebih banyak waktu. Elon Musk ingin membuat mobil tanpa pengemudi ini menjadi bagian dari masa depan transportasi.
Meskipun ada harapan tentang rencana baru Tesla, kita harus ingat bahwa situasi ekonomi bisa membuat rencana tersebut berubah lagi. Tesla ingin mengambil untung dari mobil murah, tapi sekarang harus bersaing dengan mobil listrik China yang lebih terjangkau. (jib)
Editor : Jasinta Bolang