RADARPAPUA - Chery baru saja mengumumkan SUV hybrid terbaru mereka, Exeed Sterra ET. Mobil ini punya teknologi baterai baru dari CATL yang bisa membuatnya jalan sampai 1500 km tanpa perlu sering-sering isi bensin. Ini karena teknologi baterai litium fosfat (LFP) generasi baru dari CATL yang dipakai, yang membuatnya unggul dibanding SUV seukuran dengan teknologi lain.
Baca Juga: SUV Listrik Chery Omoda E5 Vs. BYD Atto 3: Siapakah yang Bakal Memimpin Pasar?
Exeed Sterra ET dibangun di atas platform listrik baru dari Chery. Meskipun ukurannya mirip dengan Mazda CX-70 hybrid, tapi lebih kecil dari SUV Tiggo 8 milik Chery sendiri. Di pasar China, akan ada dua versi Sterra yang ditawarkan: satu dengan baterai listrik dan satu lagi dengan baterai 'EREV' atau 'Extended Range Electric Vehicle'. Yang EREV menggunakan mesin bensin dan motor listrik, tapi mesin bensinnya cuma buat isi ulang baterainya, bukan untuk jalan.
Baca Juga: BYD Denza D9 GT: Mobil Listrik Tercepat di Dunia? Fakta Mengejutkan!
Kalau Sterra biasa bisa jalan sampai 400 km dengan listrik, Sterra EREV diklaim bisa jalan sampai 1.500 km sebelum harus isi bensin lagi. Itu artinya, bisa menempuh perjalanan dari Jakarta ke Lombok tanpa perlu khawatir kehabisan daya. SUV Chery ini punya mesin bensin 1.5L turbocharged yang bisa mengisi daya baterai 32kWh. Dengan teknologi dua motor listrik, Chery bilang Sterra ET bisa jalan sampai 200 km hanya pakai listrik.
Baca Juga: Maserati GranCabrio Folgore 2024: Menakjubkan! Mobil Listrik Super Keren dengan Performa Luar Biasa
CATL adalah salah satu produsen baterai terbesar di dunia, dan mereka juga menolak klaim dari Toyota tentang baterai generasi baru yang katanya bisa jalan 1.200 km. BYD, yang juga pemasok baterai besar, baru-baru ini juga mengeluarkan teknologi baterai generasi kedua yang diklaim bisa jalan 1.000 km sekali charge. (Nal)
Baca Juga: Jaguar C-X75: Mobil Hibrida Listrik dengan Suara Khas dari Jaguar