Aduh, Jangan Sampai Tertipu! Ini Tips Aman Memilih Mobil Bekas bagi Perempuan

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:11 WIB
Mobil bekas menggiurkan, tapi hati-hati! ini bagian yang wajib dicek perempuan. (magnific/prostooleh)
Mobil bekas menggiurkan, tapi hati-hati! ini bagian yang wajib dicek perempuan. (magnific/prostooleh)

 

RADARPAPUA - Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian, terlebih bagi calon konsumen yang belum banyak memahami dunia otomotif. 

Kurangnya pengetahuan mengenai kondisi kendaraan dapat dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk memainkan harga atau menyembunyikan masalah pada mobil yang ditawarkan.

Kepala Divisi Marketing OLXmobbi, Catherine Jennie, mengatakan ada sejumlah hal penting yang sebaiknya dipahami perempuan Indonesia sebelum memutuskan membeli mobil bekas.

Menurut Catherine Jennie, kebutuhan perempuan terhadap kendaraan umumnya berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Mobil digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membawa barang belanjaan, mengantar anak, hingga menunjang keamanan ketika berkendara seorang diri.

“Kebutuhan wanita akan kendaraan masih didominasi untuk kebutuhan sehari-hari, seperti membawa belanjaan, membawa anak, hingga mengutamakan keamanan saat berkendara sendiri,” kata Catherine Jennie dalam keterangan resminya, Sabtu.

Baca Juga: Mau Beli Mobil Bekas? Jangan Lewatkan 4 Bagian Penting Ini Sebelum Bayar

Selain kebutuhan praktis, aspek keselamatan juga menjadi perhatian penting. Menurut Jennie, perempuan sering memiliki kekhawatiran terhadap keselamatan selama berada di jalan.

Karena itu, pemeriksaan mobil bekas tidak cukup hanya melihat kondisi eksterior, tetapi juga harus memastikan seluruh fitur keselamatan bekerja sebagaimana mestinya.

“Setelah mobil menyala, langsung cermati lampu-lampu indikator airbag, Anti-lock Braking System (ABS), serta Temperatur Mesin. Lampu-lampu indikator ini harusnya menyala sebentar lalu mati. Kalau menyala lama atau tidak sama sekali, ada indikasi masalah serius pada sistemnya,” ujarnya.

Lampu indikator airbag yang bermasalah perlu mendapat perhatian khusus. Menurut Jennie, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa airbag pernah mengembang dan kemudian diperbaiki dengan standar yang tidak sesuai.

Jika demikian, ada risiko airbag tidak dapat mengembang secara optimal ketika dibutuhkan.

Fitur keselamatan lainnya seperti sensor parkir, Blind Spot Monitoring (BSM), dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA) juga perlu diuji.

Sistem tersebut seharusnya memberikan bunyi atau indikator ketika mendeteksi adanya objek di sekitar kendaraan. Sebaliknya, indikator yang menyala tanpa adanya objek dapat menunjukkan adanya gangguan pada sistem.

Periksa Pengait Car Seat

Bagi perempuan yang sering bepergian bersama anak, kondisi kursi belakang juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah pengait untuk memasang car seat, baik sistem ISOFIX yang digunakan di Eropa dan Asia maupun LATCH yang umum digunakan di Amerika.

Pengait tersebut harus diperiksa untuk memastikan tidak bengkok, patah, atau tertutup rapat oleh kain jok. Kondisi seperti itu dapat menjadi tanda bahwa bagian jok pernah diperbaiki dengan standar yang tidak sesuai.

Jika pengait mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan dengan baik, pemasangan car seat bisa menjadi sulit dan bahkan berisiko tidak aman ketika kendaraan digunakan untuk membawa anak.

Baca Juga: Jangan Cuma Tergiur Fitur dan Harga! Ini 5 Panduan Cerdas Memilih Mobil SUV Sesuai Kebutuhan

Selain pengait car seat, seluruh sabuk pengaman di kursi belakang juga perlu diuji. Sabuk dapat ditarik dengan kuat, kemudian diperiksa apakah mekanisme penggulungnya bekerja dan mampu mengunci dengan benar.

Sabuk pengaman yang macet, tidak dapat ditarik, gagal mengunci, atau sudah terlihat usang dan rusak dapat membahayakan penumpang. Kondisi tersebut juga membuat sabuk tidak mampu memberikan perlindungan secara optimal ketika terjadi benturan.

Jangan Hanya Melihat Tampilan Eksterior

Kondisi fisik kendaraan juga perlu diperiksa secara menyeluruh. Calon pembeli sebaiknya melihat permukaan cat di bawah sinar matahari untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan warna atau bagian yang pernah diperbaiki.

Penggunaan magnet juga dapat membantu mendeteksi bagian bodi yang pernah ditambal menggunakan dempul. Perbedaan daya tarik magnet pada beberapa bagian bodi dapat menjadi petunjuk adanya perbaikan sebelumnya.

Selain kondisi bodi, jarak tempuh kendaraan juga perlu diperiksa dan dibandingkan dengan riwayat penggunaan serta perawatannya. Hal ini penting untuk memastikan kondisi mobil sesuai dengan usia dan pemakaian yang tercatat.

Khusus untuk mobil listrik, calon pembeli juga perlu memperhatikan kondisi komponen utama, terutama kesehatan baterai.

Sisa masa garansi baterai juga penting untuk diketahui karena komponen tersebut memiliki peran utama terhadap performa dan biaya penggunaan kendaraan.

Pastikan Mesin dan Cairan dalam Kondisi Baik

Kondisi mesin juga tidak boleh hanya dinilai dari tampilan luarnya. Calon pembeli sebaiknya menyalakan mesin dan mendengarkan suaranya untuk mengetahui apakah terdapat bunyi yang tidak wajar.

Pemeriksaan juga mencakup kemungkinan kebocoran serta kondisi selang, oli, dan cairan radiator. Seluruh komponen dan cairan tersebut perlu dipastikan berada dalam kondisi serta jumlah yang sesuai dengan standar kendaraan.

Jika memungkinkan, calon pembeli juga sebaiknya melakukan uji jalan untuk merasakan langsung performa kendaraan. Cara ini dapat membantu mengetahui apakah terdapat masalah yang tidak terlihat ketika mobil hanya diperiksa dalam kondisi diam.

Jangan Lupakan Kelengkapan Dokumen

Setelah kondisi kendaraan dinilai, kelengkapan administrasi juga harus diperiksa. Dokumen seperti STNK, BPKB, faktur pembelian, serta buku servis perlu dipastikan tersedia dan sesuai dengan identitas serta kendaraan yang akan dibeli.

Buku servis juga penting untuk mengetahui riwayat perawatan mobil. Dengan melihat catatan tersebut, calon pembeli dapat memperoleh gambaran mengenai perawatan yang sudah dilakukan dan kemungkinan komponen yang pernah diganti.

Dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, calon pembeli perempuan tidak hanya dapat menghindari kendaraan dengan kondisi bermasalah, tetapi juga memiliki dasar yang lebih kuat sebelum menentukan harga.

Mobil bekas sebaiknya tidak dibeli hanya karena tampilannya menarik atau harganya murah, tetapi setelah kondisi keselamatan, mesin, fisik, fitur, serta dokumennya benar-benar dipastikan. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
inpeksi kendaraan inpeksi mobil bekas kebutuhan perempuan mobil bekas