RADARPAPUA - Motor yang tiba-tiba sulit dinyalakan tentu bisa membuat aktivitas terganggu, apalagi ketika kendaraan hendak digunakan pada pagi hari. Kondisi tersebut tidak selalu menandakan adanya kerusakan berat.
Masalah bisa berasal dari komponen sederhana hingga bagian mesin yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesulitan saat melakukan starter dapat berkaitan dengan sistem kelistrikan, pengapian, suplai bahan bakar maupun kondisi mesin.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dimulai dari komponen yang paling mudah dicek, seperti aki dan busi, sebelum mengarah ke bagian yang lebih kompleks.
Berikut tujuh penyebab motor sulit di-starter yang perlu diketahui pengendara.
1. Aki mulai lemah
Aki merupakan salah satu komponen pertama yang perlu diperiksa ketika starter elektrik terasa berat. Kondisi aki yang mulai kehilangan daya biasanya ditandai suara starter yang melemah, lampu menjadi redup atau suara klakson terdengar lebih kecil.
Pada motor dengan sistem injeksi, aki memiliki peran penting dalam menyediakan daya ketika mesin hendak dihidupkan. Jika kemampuan aki menyimpan daya sudah menurun, motor dapat mengalami kesulitan untuk menyala.
Cara mengatasinya: periksa kondisi dan tegangan aki. Jika aki sudah tidak mampu menyimpan daya dengan baik, penggantian perlu dilakukan menggunakan aki yang sesuai dengan spesifikasi motor.
2. Busi kotor atau aus
Busi berfungsi menghasilkan percikan api yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.
Ketika busi kotor, aus atau celah elektrodanya tidak sesuai, percikan api dapat melemah sehingga mesin lebih sulit dinyalakan.
Baca Juga: Resmi Jadi Motor Listrik Nasional, Cakra NX1 Sekali Cas Tembus 140 Km, Ini Fitur dan Spesifikasinya
Gejalanya antara lain motor harus distarter berkali-kali sebelum menyala, terutama ketika mesin masih dalam kondisi dingin.
Cara mengatasinya: periksa kondisi busi. Busi yang kotor dapat dibersihkan, sedangkan busi yang sudah aus atau melewati batas pemakaian sebaiknya diganti sesuai rekomendasi pabrikan.
3. Sistem pengisian mengalami gangguan
Aki yang berulang kali tekor tidak selalu berarti aki merupakan sumber masalah. Gangguan bisa berasal dari sistem pengisian, termasuk spul atau kiprok.
Spul berfungsi menghasilkan listrik, sementara kiprok mengatur dan mengarahkan tegangan sebelum digunakan untuk mengisi aki.
Jika salah satu komponen tersebut bermasalah, proses pengisian aki tidak berlangsung optimal.
Beberapa tandanya antara lain aki cepat habis, lampu redup atau berkedip dan tenaga starter semakin lemah.
4. Aliran bahan bakar terganggu
Agar mesin dapat bekerja, bahan bakar harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk proses pembakaran. Filter bahan bakar yang kotor, saluran yang tersumbat maupun gangguan pada karburator atau sistem injeksi dapat menyebabkan motor sulit dihidupkan.
Pada motor injeksi, masalah juga bisa berkaitan dengan throttle body atau komponen sistem injeksi yang membuat campuran udara dan bahan bakar tidak sesuai.
Cara mengatasinya: lakukan pemeriksaan dan pembersihan sistem bahan bakar sesuai kebutuhan. Khusus motor injeksi, pemeriksaan di bengkel menggunakan alat diagnostik dapat membantu menemukan sumber masalah secara lebih akurat.
5. Filter udara terlalu kotor
Filter udara yang dipenuhi kotoran dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Akibatnya, keseimbangan campuran udara dan bahan bakar dapat terganggu dan performa mesin ikut menurun.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! Ini 7 Cara Mudah Cek Oli Motor Asli atau Palsu
Pengendara perlu mencurigai filter udara apabila motor mulai sulit di-starter dan pada saat yang sama tarikan terasa berat atau konsumsi bahan bakar meningkat.
Cara mengatasinya: bersihkan atau ganti filter udara sesuai jenis motor dan jadwal perawatan yang dianjurkan.
6. Koil bermasalah
Sistem pengapian tidak hanya bergantung pada busi. Ada pula koil yang bertugas menaikkan tegangan listrik sehingga busi mampu menghasilkan percikan api untuk proses pembakaran.
Jika tegangan yang diteruskan menuju busi tidak mencukupi, percikan api dapat melemah dan mesin menjadi sulit menyala.
Masalah pada koil membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut karena gejalanya dapat menyerupai gangguan pada busi maupun komponen kelistrikan lainnya.
7. Kompresi mesin menurun
Jika aki, busi dan sistem bahan bakar sudah diperiksa tetapi motor tetap sulit dinyalakan, sumber masalah bisa berasal dari kompresi mesin.
Kompresi yang terlalu rendah dapat berkaitan dengan sejumlah komponen internal, seperti ring piston yang aus, klep yang tidak menutup sempurna atau paking kepala silinder yang mengalami masalah.
Yamaha mencatat kompresi yang lemah dapat membuat motor sulit di-starter meskipun kondisi aki masih baik.
Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan menggunakan alat seperti compression tester serta pemeriksaan lebih lanjut oleh mekanik.
Apa yang harus dilakukan saat motor sulit di-starter?
Sebelum membawa motor ke bengkel, pengendara dapat melakukan pemeriksaan sederhana:
1. Perhatikan apakah lampu dan klakson ikut melemah. Jika iya, kondisi aki atau sistem pengisian patut dicurigai.
2. Periksa busi apabila memiliki pengetahuan dan peralatan yang memadai.
3. Pastikan bahan bakar tersedia dan tidak ada indikasi masalah pada saluran bahan bakar.
4. Perhatikan apakah masalah hanya terjadi ketika mesin dingin atau juga ketika mesin sudah panas. Informasi tersebut dapat membantu mekanik menentukan sumber gangguan.
Kelima, jangan terus-menerus menekan starter dalam waktu lama. Jika motor tetap tidak menyala setelah beberapa percobaan, hentikan dan lakukan pemeriksaan.
Kapan motor perlu dibawa ke bengkel?
Motor sebaiknya segera diperiksa di bengkel apabila tetap sulit di-starter meskipun aki dalam kondisi baik, busi sudah diperiksa dan bahan bakar tersedia.
Pemeriksaan juga penting dilakukan jika masalah disertai gejala lain, seperti mesin mati secara mendadak, lampu berkedip, aki cepat tekor, suara mesin tidak normal, muncul bau terbakar atau tenaga motor turun drastis.
Baca Juga: Mau Beli Mobil Bekas? Jangan Lewatkan 4 Bagian Penting Ini Sebelum Bayar
Gejala tersebut dapat mengindikasikan gangguan pada sistem pengisian, pengapian maupun komponen internal mesin.
Pada akhirnya, motor yang sulit di-starter tidak selalu berarti mengalami kerusakan mesin yang berat.
Aki lemah, busi bermasalah, sistem pengisian, suplai bahan bakar dan filter udara merupakan sejumlah komponen yang dapat diperiksa terlebih dahulu.
Jika masalah terus berulang atau muncul gejala lain, pemeriksaan oleh mekanik diperlukan agar sumber gangguan dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Editor : Tina Mamangkey