Benarkah Bensin Dicampur Minyak Kayu Putih Bisa Lebih Irit? Simak Faktanya

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:28 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
 

RADARPAPUA - Klaim mengenai penggunaan minyak kayu putih sebagai campuran bensin kembali menjadi perhatian setelah ramai dibahas di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut campuran tersebut mampu membuat kendaraan menggunakan bahan bakar lebih hemat sekaligus meningkatkan performa mesin.

Informasi tersebut kemudian dikaitkan dengan sejumlah penelitian dari lingkungan perguruan tinggi yang menguji minyak kayu putih sebagai bioaditif pada bensin.

Hasil penelitian memang menunjukkan adanya potensi tertentu terhadap efisiensi pembakaran dan performa mesin. Namun, temuan tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan penggunaan campuran tersebut apabila diterapkan pada kendaraan sehari-hari dalam jangka panjang.

Secara kimia, minyak kayu putih merupakan minyak atsiri yang komponen utamanya adalah 1,8-cineole atau eucalyptol.

Senyawa ini mengandung oksigen sehingga dalam sejumlah penelitian dinilai berpotensi membantu proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar menjadi lebih sempurna.

Beberapa penelitian yang banyak dikutip antara lain berasal dari Jurnal Transmisi Universitas Merdeka (UNMER) Malang, Jurnal Pendidikan Teknik Mesin (JPTM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta penelitian Utomo dan Arsana pada 2020.

Baca Juga: 5 Motor Bebek Ini Terkenal Irit Bensin untuk Harian, Cocok Buat yang Mau Hemat

Salah satu penelitian yang dilakukan pada Honda CS1 150 PGM-FI melaporkan bahwa penggunaan campuran minyak kayu putih sekitar 8 persen mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 35,78 persen.

Pengujian tersebut juga menunjukkan peningkatan torsi sekitar 2,22 persen dan kenaikan daya sebesar 2,53 persen. Selain itu, emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) tercatat mengalami penurunan.

Penelitian lain yang dilakukan pada Honda Supra X 125R juga menunjukkan hasil yang cukup menarik.

Penambahan sekitar 4 mililiter minyak kayu putih untuk setiap liter bensin menghasilkan kecenderungan peningkatan performa mesin sekaligus penurunan konsumsi bahan bakar.

Sementara itu, penelitian yang dimuat dalam Jurnal Transmisi oleh Winoko dan Nugroho pada 2021 menemukan adanya peningkatan daya mesin pada motor berkapasitas 150 cc ketika menggunakan campuran minyak kayu putih sekitar 6 persen.

Meski demikian, penggunaan konsentrasi yang lebih tinggi tidak selalu menghasilkan performa yang lebih baik.

Campuran sekitar 9 persen justru tidak memberikan hasil yang lebih baik sehingga menunjukkan adanya komposisi optimum dalam penggunaan minyak kayu putih sebagai campuran bahan bakar.

Meski hasil sejumlah penelitian menunjukkan potensi penghematan dan peningkatan performa, temuan tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa campuran minyak kayu putih aman digunakan secara rutin dalam jangka panjang.

Pasalnya, penelitian yang ada dilakukan dalam kondisi laboratorium dengan durasi pengujian yang relatif singkat.

Baca Juga: Cari Motor Hemat Bensin? Ini 5 Pilihan Irit untuk Temani Aktivitas Harian

Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan minyak kayu putih memang telah lama dikaitkan dengan peningkatan performa mesin.

Namun, karakteristik minyak tersebut berpotensi mengurangi lubricity atau kemampuan pelumasan bahan bakar jika digunakan terus-menerus.

Menurutnya, hingga kini belum tersedia penelitian jangka panjang yang membuktikan campuran minyak kayu putih tetap aman terhadap komponen sistem bahan bakar maupun mesin kendaraan setelah penggunaan dalam waktu lama.

Ia juga menilai efek penghematan yang dirasakan pengguna kemungkinan relatif kecil sehingga bisa dipengaruhi persepsi pengguna sendiri.

Selain persoalan keamanan mesin, pencampuran minyak kayu putih dengan bensin juga berkaitan dengan spesifikasi bahan bakar.

Mengutip dari sejumlah sumber yang relevan, penambahan zat aditif apa pun, termasuk minyak kayu putih, ke dalam bahan bakar minyak (BBM) tidak direkomendasikan karena dapat mengubah spesifikasi bahan bakar yang telah ditetapkan.

Sejumlah sumber juga menjelaskan bahwa pencampuran bahan di luar formulasi resmi berpotensi memengaruhi kualitas dan karakteristik BBM.

Apabila bahan bakar telah dimodifikasi dengan zat tambahan tertentu, kualitasnya tidak lagi sesuai dengan spesifikasi awal yang ditetapkan produsen.

Di sisi lain, peneliti dari Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), Muhamad Fuad, menjelaskan bahwa minyak kayu putih memang memiliki karakteristik yang menarik sebagai kandidat bioaditif karena nilai kalor dan kandungan oksigennya.

Namun, pemanfaatannya sebagai aditif komersial masih memerlukan penelitian lanjutan terkait stabilitas, kompatibilitas dengan sistem bahan bakar, serta dampaknya terhadap keawetan mesin.

Dengan demikian, sampai saat ini belum dapat disimpulkan bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke dalam bensin pasti membuat kendaraan lebih irit dalam penggunaan sehari-hari.

Sejumlah penelitian memang menunjukkan adanya potensi peningkatan efisiensi pembakaran pada kondisi dan komposisi tertentu, tetapi bukti tersebut masih terbatas pada skala laboratorium dan belum didukung uji penggunaan jangka panjang.

Karena itu, klaim bahwa minyak kayu putih dapat membuat bensin jauh lebih hemat sebaiknya tidak langsung dijadikan dasar untuk mencampurkannya ke dalam tangki kendaraan.

Hasil penelitian yang ada menunjukkan potensi yang menarik, tetapi efektivitas, keamanan komponen sistem bahan bakar, serta dampaknya terhadap keawetan mesin masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut. (*)

Editor : Tina Mamangkey
minyak kayu putih campuran lebih irit faktanya bensin