Sering Matikan Motor Matic Pakai Standar Samping? Ini 5 Efek Buruknya

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi motor matic yang sedang diparkir. (OLX)
Ilustrasi motor matic yang sedang diparkir. (OLX)

 

RADARPAPUA - Fitur standar samping pada motor matic memang dirancang untuk memberikan keamanan tambahan bagi pengendara. 

Hampir sebagian besar motor matic saat ini telah dilengkapi Side Stand Switch, yang membuat mesin otomatis mati ketika standar samping diturunkan.

Kemudahan tersebut terkadang membuat pengendara terbiasa mematikan mesin hanya dengan menurunkan standar samping tanpa terlebih dahulu memutar kunci kontak ke posisi off.

Meski terlihat praktis, kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus karena dapat berdampak pada sejumlah komponen motor.

Salah satu risiko yang paling sering dikhawatirkan adalah kondisi aki yang lebih cepat tekor atau bahkan mengalami kerusakan. Karena itu, pengendara sebaiknya tetap membiasakan diri mematikan mesin melalui kunci kontak sebelum menurunkan standar samping.

Lantas, apa saja dampak yang bisa muncul jika motor matic terlalu sering dimatikan menggunakan standar samping? Berikut sejumlah risikonya.

1. Busi bisa cepat rusak

Busi merupakan komponen vital pada motor karena berfungsi mengatur proses pembakaran di mesin. Jika terlalu sering mematikan motor matic lewat standar samping, busi bisa cepat mengalami kerusakan.

Hal ini disebabkan adanya penumpukan karbon saat proses pembakaran atau pemanasan mesin berlangsung. Agar tetap awet, sebaiknya matikan mesin melalui kunci kontak dan lakukan pembersihan busi secara rutin.

2. Gangguan pada sistem kelistrikan

Mematikan mesin hanya dengan menurunkan standar samping bisa mempengaruhi sistem kelistrikan motor. Padahal, sistem ini sangat penting karena berkaitan dengan sensor dan saklar pada standar samping.

Jika kebiasaan tersebut dibiarkan, saklar atau sensor bisa cepat aus sehingga meningkatkan risiko kerusakan bahkan kecelakaan. Lebih aman, gunakan kunci kontak untuk mematikan mesin sebelum menurunkan standar.

3. Fungsi ECU (Engine Control Unit) terganggu

ECU merupakan pusat pengendali mesin sekaligus komponen yang memungkinkan motor bisa menyala. Bila terbiasa mematikan mesin dengan standar samping, kinerja ECU bisa terganggu.

Cara terbaik adalah mematikan mesin menggunakan kunci kontak lebih dulu, baru setelah itu menurunkan standar samping motor.

4. Risiko terjadinya kecelakaan

Menggunakan standar samping sebagai cara mematikan mesin bisa berbahaya. Pasalnya, ada kemungkinan pengendara lupa menaikkannya kembali sebelum berkendara.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik bagi pengendara sendiri maupun orang lain di jalan. Untuk mencegah hal tersebut, biasakan memeriksa posisi standar sebelum jalan dan pastikan sensor atau indikator standar samping berfungsi dengan baik.

5. Aki cepat tekor

Risiko lainnya berkaitan dengan aki. Kebiasaan mematikan mesin melalui standar samping disebut dapat membuat aki lebih cepat soak karena aliran listrik masih dapat tetap menyala meskipun mesin sudah berhenti.

Jika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, daya aki dapat terkuras. Risiko ini terutama perlu diperhatikan pada motor yang masih menggunakan lampu halogen.

Sementara itu, lampu LED cenderung membutuhkan daya lebih rendah dibandingkan lampu biasa. Meski demikian, pengendara tetap dianjurkan menggunakan kunci kontak untuk mematikan mesin agar sistem kelistrikan dan aki tetap terjaga.

Dengan demikian, meski fitur Side Stand Switch memberikan kemudahan sekaligus perlindungan tambahan, pengendara sebaiknya tidak menjadikannya sebagai cara utama untuk mematikan motor.

Membiasakan diri mematikan mesin melalui kunci kontak sebelum menurunkan standar samping dapat membantu menjaga komponen motor sekaligus mengurangi risiko masalah saat berkendara. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
mematikan motor Standar Mesin motor matic