RADARPAPUA - Teknologi elektrifikasi pada sepeda motor terus berkembang. Setelah sebelumnya memperkenalkan konsep kendaraan hybrid, Yamaha kini kembali menunjukkan langkah pengembangan teknologi tersebut melalui sebuah dokumen paten terbaru.
Dalam rancangan tersebut, Yamaha mengembangkan sistem hybrid yang menggabungkan mesin bensin, dua motor listrik, dan transmisi CVT dalam satu sistem penggerak. Teknologi ini menjadi pengembangan dari Proto HEV yang diperkenalkan Yamaha pada 2025.
Menariknya, sistem hybrid terbaru tersebut dirancang agar dapat diterapkan pada kendaraan berjenis skuter atau maxi-scooter.
Artinya, teknologi ini berpotensi digunakan pada motor yang lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari, bukan hanya sebatas kendaraan konsep.
Teknologi hybrid pada sepeda motor memang masih tergolong langka. Namun, Yamaha sebenarnya sudah memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan teknologi tersebut.
Pada 2005, Yamaha memperkenalkan konsep Gen-Ryu, sebuah motor hybrid yang mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik.
Baca Juga: 5 Motor dengan Fitur Keselamatan Canggih, dari ADV 160 hingga Gold Wing
Pengembangan kemudian berlanjut setahun setelahnya melalui konsep HV-X. Konsep ini juga menggunakan teknologi hybrid yang pada saat itu serupa dengan sistem yang mulai populer pada mobil hybrid.
Namun, kedua proyek tersebut akhirnya tidak berlanjut ke tahap produksi massal. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah kondisi pasar serta krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008.
Kini, Yamaha kembali membawa gagasan tersebut dengan teknologi yang lebih berkembang. Sistem terbaru ini dirancang agar lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern, sekaligus menawarkan fleksibilitas penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin.
Menggunakan Dua Motor Listrik dan Mesin Bensin
Salah satu bagian menarik dari rancangan hybrid Yamaha terbaru adalah penggunaan dua motor listrik yang bekerja bersama mesin bensin satu silinder.
Kedua motor listrik tersebut memiliki tugas berbeda dalam sistem penggerak.
Motor listrik pertama berfungsi menggerakkan roda belakang. Dengan konfigurasi tersebut, kendaraan memungkinkan untuk melaju sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu.
Sementara itu, motor listrik kedua terhubung dengan mesin bensin. Komponen ini dapat berfungsi sebagai generator sekaligus membantu memberikan tambahan tenaga ketika dibutuhkan.
Kombinasi tersebut memungkinkan sistem hybrid Yamaha beroperasi dalam beberapa mode, yaitu:
- Mode listrik murni atau EV
- Mode mesin bensin
- Mode hybrid gabungan
- Mode pengisian baterai otomatis
- Mode boost untuk mendapatkan performa maksimal
Salah satu keunggulannya, perpindahan antara mode tersebut dirancang berlangsung secara otomatis. Pengendara tidak perlu mengatur sendiri sistem untuk menentukan mode mana yang harus digunakan.
Dengan pengaturan tersebut, sistem dapat memilih pengoperasian yang dianggap paling sesuai berdasarkan kebutuhan kendaraan dan kondisi berkendara.
Baterai Menipis, Mesin Bensin Bisa Berfungsi sebagai Range Extender
Sistem hybrid Yamaha juga dirancang untuk mengatasi salah satu kekhawatiran pada kendaraan listrik, yakni ketika daya baterai mulai menipis dalam perjalanan.
Ketika kapasitas baterai berkurang, mesin bensin dapat menyala secara otomatis untuk menghasilkan listrik sekaligus membantu mengisi ulang baterai.
Dalam kondisi tersebut, roda belakang tetap digerakkan oleh motor listrik. Sementara mesin bensin bekerja sebagai range extender, sehingga dapat membantu memperpanjang jarak yang mampu ditempuh kendaraan.
Baca Juga: 5 Motor Ini Punya Jok Rendah, Nggak Perlu Jinjit, Cocok untuk Pengendara Bertubuh Pendek
Konfigurasi ini memungkinkan motor tetap menggunakan penggerak listrik meskipun sumber energi utamanya mulai berkurang. Dengan begitu, pengendara tidak sepenuhnya bergantung pada kapasitas baterai untuk menyelesaikan perjalanan.
Yamaha juga menyiapkan sistem untuk kebutuhan performa yang lebih tinggi. Ketika pengendara membutuhkan akselerasi lebih cepat, mesin bensin dan dua motor listrik dapat bekerja secara bersamaan.
Ketiganya kemudian menghasilkan kombinasi tenaga yang lebih besar sehingga motor memiliki respons yang lebih kuat dibandingkan skuter konvensional.
Di sisi lain, penggunaan sistem hybrid tetap diarahkan untuk menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar. Jadi, teknologi tersebut tidak hanya berfokus pada tambahan performa, tetapi juga pada fleksibilitas dan efisiensi penggunaan energi.
Berpotensi Dipakai pada Maxi-Scooter Yamaha
Dokumen paten terbaru Yamaha juga menunjukkan bahwa berbagai komponen sistem hybrid tersebut dapat ditempatkan di dalam bodi skuter modern.
Rancangannya memiliki bentuk yang tidak terlalu jauh berbeda dari model skuter yang sudah beredar saat ini. Hal tersebut membuka kemungkinan teknologi hybrid tersebut nantinya dapat diterapkan pada lini maxi-scooter Yamaha.
Jika suatu saat masuk ke produksi massal, teknologi ini dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara menggunakan tenaga listrik, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas mesin bensin.
Motor tidak harus sepenuhnya bergantung pada pengisian baterai eksternal karena mesin bensin dapat membantu menghasilkan energi ketika kapasitas baterai berkurang.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran motor hybrid tersebut ke pasar.
Kemunculan dokumen paten ini setidaknya menunjukkan bahwa Yamaha masih mengembangkan teknologi elektrifikasi untuk kendaraan roda dua.
Dengan menggabungkan mesin bensin, dua motor listrik, baterai, dan transmisi CVT, sistem yang sedang dikembangkan tersebut menawarkan pendekatan berbeda terhadap teknologi hybrid pada sepeda motor.
Apabila nantinya benar-benar diterapkan pada skuter atau maxi-scooter produksi massal, teknologi tersebut berpotensi menghadirkan pilihan baru bagi pengguna yang membutuhkan kombinasi tenaga listrik, mesin bensin, efisiensi, serta jarak tempuh yang lebih fleksibel. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey