RADARPAPUA—Kabupaten Biak Numfor menjadi kabupaten pertama yang mengadopsi digitalisasi pengelolaan sampah melalui penggunaan aplikasi revolusioner bernama Containder. Langkah ini menegaskan posisi Kabupaten Biak Numfor sebagai pelopor dalam upaya mengatasi masalah pengelolaan sampah secara modern dan inovatif. Kabupaten Biak Numfor telah berhasil mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam praktik pengelolaan sampah yang ada. Aplikasi Containder, binaan Papua Youth Creative Hub, memberikan solusi efisien dan transparan dalam memonitor dan mengelola seluruh siklus pengumpulannya, transportasi dan pembuangan sampah di wilayah ini. Dengan penerapan Aplikasi Containder, masyarakat Kabupaten Biak Numfor sekarang dapat dengan mudah melaporkan lokasi sampah.
"Berkat kolaborasi dan tekad kuat kami untuk menjaga lingkungan, Kabupaten Biak Numfor telah berhasil mencapai tonggak sejarah ini," ungkap Plt Sekertaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zacharias L Mailoa, saat Grand Launching Aplikasi Containder yang digelar di Resto New 99 Biak, Sabtu (26/8). "Kami berharap bahwa pencapaian ini akan memberikan contoh bagi daerah lain untuk mengadopsi teknologi dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks," tambahnya.
Langkah kabupaten ini menuju digitalisasi pengelolaan sampah juga mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk lingkungan akademisi dan lembaga lingkungan komunitas dan masyarakat. Dengan Aplikasi Containder yang sekarang berfungsi di Kabupaten Biak Numfor, harapan akan masa depan yang lebih hijau dan bersih semakin terlihat nyata.
Saat ini aplikasi Containder sendiri mendapatkan dukungan dari Archipelagic and Island States (AIS) Forum dan Unilever Indonesia untuk program pengurangan sampah plastik di Kabupaten Biak Numfor dengan melibatkan 100 Sea Warriors dan Local Champions. Dengan pencapaian ini, Biak Numfor telah menetapkan standar baru dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan teknologi berbasis digital masyarakat. Kabupaten ini telah membuktikan bahwa dengan tekad dan inovasi, masalah lingkungan dapat diatasi dengan solusi modern yang memberikan manfaat positif bagi komunitas secara keseluruhan.(jen)
Editor : Jendry Dahar