RADARPAPUA - Surga adalah kerinduan utama bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia.
Surga bukan sekadar negeri, melainkan sebuah ladang kebahagiaan abadi yang tercipta dengan penuh keindahan dan kenikmatan yang tiada tara.
Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, yaitu di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, duduk berhadap-hadapan, demikianlah, dan kami berikan kepada mereka bidadari, di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan, dengan amalan dari segala kekuatiran mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya, kecuali mati di dunia dan Allah memelihara mereka dari azab neraka jahim, sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar." (Alquran surah ad-dukhan ayat 51-57).
Banyak dalil menggambarkan kenikmatan surga, salah satunya janji Allah akan bidadari-bidadari cantik. Namun, bagaimana dengan wanita di surga? jika laki-laki disiapkan bidadari bagaimana dengan wanita? Apakah wanita juga mendapatkan pasangan atau kenikmatan serupa?
Dari Jabir Radhiallahu Anhu, berkata Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda, "Ahli surga itu makan dan minum di dalam surga, tetapi mereka tidak buang air besar, tidak buang ingus, dan tidak kencing. Akan tetapi, apa yang mereka makan di dalam surga itu menjadi sendawa seperti bau minyak kasturi.
Mereka diilhamkan untuk bertasbih dan bertakbir sebagaimana mereka diilhamkan untuk bernafas." Hadits riwayat muslim.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman, "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (Alquran surah ar-rahman ayat 58).
Dan dalam Alquran surah al-waqi'ah ayat 22-24, Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman, "Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah laksana mutiara, yang tersimpan baik, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan." (Alquran surah al-waqi'ah ayat 22-24).
Meskipun banyak dalil menekankan kenikmatan surga dan bidadari untuk laki-laki, sebenarnya semua kenikmatan tersebut berlaku untuk semua, baik laki-laki maupun wanita, selama mereka bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala.
Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan." (Al-Quran Surah Ali Imron ayat 195).
Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan." (Al-Quran Surah Ali Imron ayat 195).
Allah Subhanahu Wa ta'ala juga berfirman, "Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedang Ia adalah orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga, dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (Alquran surah an-nisa ayat 124).
Sebagaimana laki-laki, wanita juga ingin mendapatkan pasangan di dalam surga. Seperti yang kita ketahui, bahwa di surga nanti, wanita akan menjadi istri dari suaminya yang terakhir di dunia.
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Seorang wanita di surga adalah istri bagi suaminya yang terakhir di dunia."
Lalu timbul pertanyaan, bagaimana jika laki-laki atau wanita yang belum sempat menikah di dunia, atau mereka sudah menikah tetapi bercerai? Siapakah pasangan mereka di surga?
Ada enam keadaan yang bisa terjadi pada wanita di dunia:
Yang pertama, ia meninggal sebelum menikah, maka wanita ini dinikahkan dengan laki-laki ahli surga yang juga memiliki keadaan yang sama ketika di dunia dan telah Allah sempurnakan laki-laki tersebut, sama seperti ahli surga lainnya, yang memanjakan mata dan menyenangkan hatinya.
Kedua, dia ditalak oleh suaminya dan tidak menikah lagi sampai meninggal. Kondisi wanita ini sama dengan kondisi wanita yang pertama, maka wanita ini dinikahkan dengan laki-laki ahli surga, yang juga memiliki keadaan yang sama ketika di dunia dan telah Allah sempurnakan laki-laki tersebut sama seperti ahli surga lainnya, yang memanjakan mata dan menyenangkan hatinya.
Ketiga, dia sudah menikah, namun suaminya tidak masuk ke dalam surga bersamanya. Misalkan, suaminya adalah seorang yang murtad dan melakukan kesyirikan. Kondisi wanita ini juga sama dengan kondisi wanita yang pertama dan kedua, meskipun dia meninggal dalam keadaan bersuami, tetapi suaminya tidak ikut ke surga bersamanya. maka wanita dengan kondisi ini akan dinikahkan dengan laki-laki ahli surga. Ia juga memiliki keadaan yang sama ketika di dunia.
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak ada seorangpun yang membujang di surga." Hadits ini menjelaskan bahwa setiap wanita yang masuk ke surga pasti bersuami.
Keempat, dia meninggal setelah menikah, baik suaminya menikah lagi atau tidak sepeninggalnya. Wanita dengan kondisi seperti ini kelak di surga akan menjadi istri dari suaminya di dunia.
Kelima, suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia tidak menikah lagi. Artinya, wanita ini menjadi janda sampai akhir hayatnya. Maka, suaminya di dunia itulah yang akan menjadi suaminya di surga.
Keenam, suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia menikah lagi. Wanita dengan kondisi seperti ini, maka suami yang paling terakhir di dunia yang akan menjadi suaminya di surga nanti. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, "Seorang wanita di surga adalah istri bagi suaminya yang terakhir di dunia."
Syekh Ibnu Jibrin berkata, Disebutkan juga dalam hadits bahwa setiap wanita yang hidup di surga mempunyai kelebihan melebihi bidadari, disebabkan karena amal sholehnya dan ketaatan yang dia kerjakan di dunia. Oleh karena itu, wanita yang beriman akan masuk surga, seperti halnya laki-laki yang beriman.(*)
Wallahu A'lam Bishawab.
Sumber: Youtube Tafakkur Fiddin
Editor : Tina Mamangkey