Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menyelami Makna Lirik Lagu Rohani 'LS NO.4 PUJI TUHAN ALLAH' :Sebuah Lagu yang Menggugah Jiwa dan Menguatkan Iman

Prisilia Rumengan • Senin, 23 Juni 2025 | 19:02 WIB
credit : canva.com
credit : canva.com

RADARPAPUA - Dalam dunia yang semakin bising oleh kekhawatiran dan kegelisahan, suara yang memanggil kita untuk bersyukur dan memuji Tuhan menjadi oase di tengah padang gurun.

Lagu “Puji Tuhan Allah” bukan sekadar rangkaian lirik indah, melainkan sebuah undangan spiritual yang dalam—ajakan untuk kembali menengok ke langit dan menyadari siapa yang layak dipuji atas hidup ini.

Lirik Lagu "LS No.4 Puji Tuhan Allah"

1
Puji Tuhan Dia Allah
Khalik alam semesta
Hai jiwaku Puji Dia
Yang b’ri-ku kes’lamatan
Dengarkanlah Datanglah
Ke takhta-Nya
Puji dengan kesukaan

2
Puji Tuhan Yang ajaib
Serta berkuasa
Perlindungan dan pengampunanmu
Dib’rikan-Nya
Tidakkah kau
Merasa kasih-Nya
Yang dikaruniakan-Nya

3
Puji Tuhan, yang memb'ri damai
dan sejahtera
Kebajikan dan kemurahan
dijanjikan-Nya
Kasih Allah s'lalu baru
dan mulia
Dia Sahabat setia

Sejak bait pertama, lagu ini langsung membawa kita pada poros utama iman: pengakuan bahwa Tuhan adalah Khalik alam semesta. Ia bukan hanya sosok transenden yang jauh di balik awan, tapi Pencipta yang mengatur segala galaksi hingga denyut jantung kita.

Ketika lirik menyebut, "Hai jiwaku puji Dia," ada kedalaman emosional dan spiritual yang menuntut keterlibatan seluruh keberadaan kita—bukan sekadar nyanyian dari mulut, tapi seruan tulus dari dalam jiwa.

Himne ini tidak berhenti pada pengakuan akan kuasa Tuhan. Ia membawa kita lebih dalam, ke pengalaman personal setiap orang percaya: keselamatan, pengampunan, dan perlindungan.

Bait kedua adalah pengingat bahwa Tuhan tidak hanya maha kuasa, tapi juga maha kasih. Dia tidak hanya menciptakan langit dan bumi, tetapi juga turun tangan dalam kehidupan sehari-hari kita—memberikan pengampunan ketika kita jatuh, perlindungan ketika kita lemah.

Salah satu bagian paling menyentuh adalah ketika lirik mempertanyakan: "Tidakkah kau merasa kasih-Nya?" Pertanyaan retoris ini menyentil kesadaran kita—bahwa mungkin selama ini kita terlalu sibuk untuk merasakan betapa nyata dan dekatnya kasih Tuhan.

Kasih yang tidak menuntut syarat, kasih yang senantiasa diperbarui setiap hari.

Dalam bait terakhir, lagu ini meneguhkan pengakuan bahwa damai dan sejahtera sejati hanya datang dari Tuhan.

Di tengah dunia yang menjanjikan kebahagiaan instan, lagu ini mengingatkan bahwa kebajikan dan kemurahan Tuhan adalah janji yang tidak akan gagal. Dan lebih dari itu—Dia adalah Sahabat setia.

Sebuah sebutan yang begitu personal, membumi, dan menghibur. Tuhan yang tak hanya patut ditinggikan, tetapi juga dekat, mengenal, dan setia menyertai.


"Puji Tuhan Allah" adalah lebih dari sekadar lagu pujian. Ia adalah doa dalam bentuk nyanyian, refleksi dalam bentuk harmoni. Lagu ini mengingatkan kita bahwa alasan utama untuk bersyukur bukanlah karena hidup ini selalu mudah, tetapi karena Tuhan selalu hadir.

Dalam pujian yang tulus, kita menemukan kekuatan baru—untuk hidup, untuk berharap, dan untuk mencintai.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#advent #lirik lagu #Lagu Rohani #lirik lagu rohani #pujian #makna