Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menyelami Makna Lirik Lagu Rohani 'LS NO.14 JIKA KIRANYA LIDAHKU' : Menyanyikan Kemuliaan Surga

Prisilia Rumengan • Senin, 7 Juli 2025 | 19:03 WIB

Ilustrasi (canva.com)
Ilustrasi (canva.com)

RADARPAPUA - Dalam perjalanan iman, tidak ada yang lebih menguatkan selain nyanyian yang lahir dari hati yang penuh kerinduan akan Sang Juruselamat.

Salah satu lagu rohani yang menyentuh ini secara utuh memancarkan sukacita dan pengharapan seorang percaya dalam memuliakan Yesus Kristus dan rindu yang mendalam akan hidup kekal bersama-Nya.

Lirik Lagu "LS No 14 JIKA KIRANYA LIDAHKU"

1
Jika kiranya lidahku
boleh memashurkan sep’nuh
Kemuliaan Yesus
Kecapi surga berbunyi
Seisi surga menyanyi
Nyanyi lagu surga
Nyanyi lagu surga
 
2
Aku nyanyikan darah-Nya
Yang membasuh s’gala dosa
Yang s’lamatkan aku
Ku puji kebenaran-Nya
Dan kesempurnaan surga
Yang t’rangi jiwaku
Yang t’rangi jiwaku
 
3
Aku nyanyikan Kodrat-Nya
Kasih-Nya yang tak terduga
Dari takhta surga
Dengan nyanyian yang merdu
Aku mau mashurkan s’lalu
Kemuliaan-Nya
Kemuliaan-Nya
 
4
Indah hari Yesus datang
Bila masuk surga yang t’rang
Melihat wajah-Nya
Beserta Juruslamatku
Hidup senang dan bersatu
Selama-lamanya
Selama-lamanya

Kerinduan yang Melampaui Kata

Bait pertama membuka dengan sebuah keinginan yang kuat: "Jika kiranya lidahku boleh memashurkan sep'nuh Kemuliaan Yesus..."

Sebuah pengakuan bahwa kemuliaan Kristus begitu agung hingga manusia rasanya tak mampu mengungkapkannya sepenuhnya.

Gambaran tentang kecapi surga dan seisi surga menyanyi menjadi simbol pujian surgawi yang kudus, penuh harmoni, dan sempurna.

Pujian manusia pun ingin ditarik seirama dengan pujian surgawi menjadi nada indah yang memuliakan Sang Raja di atas segala raja.

Darah yang Menyelamatkan

Masuk ke bait kedua, kita melihat inti dari keselamatan Kristen: darah Yesus yang membasuh dosa.

Lagu ini dengan lembut namun tegas menyatakan syukur atas penebusan yang diberikan Yesus melalui salib.

"Ku puji kebenaran-Nya dan kesempurnaan surga yang t'rangi jiwaku" baris ini menegaskan bahwa terang surgawi bukan hanya janji masa depan, tetapi juga penerang dalam kehidupan di dunia yang gelap dan penuh tantangan.

Kasih yang Tak Terduga

Bait ketiga berbicara tentang kodrat ilahi Yesus dan kasih-Nya yang tak terduga sebuah frasa yang menggambarkan betapa dalam dan luasnya cinta Tuhan.

Dari takhta surga, kasih itu mengalir ke bumi, membawa pengharapan dan kehidupan baru.

Nyanyian pun tak sekadar menjadi ekspresi sesaat, melainkan komitmen seumur hidup untuk terus memuliakan-Nya: "Aku mau mashurkan s'lalu Kemuliaan-Nya."

Pengharapan Kekal

Puncaknya ada di bait keempat. Sebuah penegasan akan hari yang paling dinanti: hari ketika Yesus datang kembali.

Di sana, di surga yang terang, penyanyi membayangkan perjumpaan langsung dengan Sang Juruselamat. "Melihat wajah-Nya... hidup senang dan bersatu selama-lamanya."

Inilah esensi dari iman Kristen—pengharapan akan hidup kekal, kebersamaan abadi dengan Tuhan, dan sukacita yang tak pernah berakhir.

Lagu ini bukan sekadar puisi rohani; ia adalah seruan jiwa yang haus akan hadirat Tuhan. Setiap baitnya mengajak kita untuk kembali merenungkan: sudahkah pujian kita selaras dengan surga? Sudahkah hidup kita memuliakan Dia yang telah menyelamatkan kita?

Lewat lirik yang dalam dan makna yang menyentuh, lagu ini menjadi pengingat bahwa pujian sejati bukan hanya tentang suara tetapi tentang hati yang dipenuhi kasih, syukur, dan pengharapan akan hari mulia ketika kita bersatu dengan-Nya selama-lamanya.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#advent #lirik lagu #Lagu Rohani #lirik lagu rohani #pujian #makna