RADARPAPUA - Dalam persekutuan ibadah Minggu Sengsara yang kelima ini, jemaat diajak untuk semakin merenungkan kasih Tuhan Yesus yang begitu besar melalui penderitaan dan pengorbanan-Nya di kayu salib.
Rangkaian pujian yang akan dinyanyikan menuntun hati kita untuk datang dengan kerendahan hati, mengaku dosa, menerima anugerah pengampunan, serta memperbarui komitmen untuk setia mengikut Yesus di jalan salib.
Berikut kumpulan lagu dalam ibadah Minggu Sengsara yang kelima : KJ No. 368 – Pada Kaki Salib-Mu, Kasih Allahku sungguh t’lah terbukti, KJ No. 441 – Ku Ingin Menyerahkan, NNBT No. 36 – Barang Siapa Yang Percaya Kepada Tuhan, KSK No. 110 – Siapa Yang Setia, NKB No. 116 – Siapa Yang Berpegang, KJ No. 367 – Pada-Mu Tuhan dan Allahku dan DSL No. 181 – Yang Menabur Dengan Tangis.
Persiapan
KJ No. 368 – Pada Kaki Salib-Mu
Air hayat Golgota pancaran yang agung.
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian.
Sinar Bintang Fajar t'rang yang memb'ri cahaya.
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian
dalam jalan hidupku kukenang selalu.
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian
hingga dalam sorga k'lak jiwaku bahagia.
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian
Nats Pembimbing
“Kasih Allahku sungguh t’lah terbukti.”
Kasih Allahku sungguh tlah terbukti
Ketika Dia srahkan anakNya
Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku
Tak ada kasih seperti kasihNya
Bersyukur bersyukur bersyukurlah
Bersyukur karna kasih setiaMu
Kusembah kusembah kusembah dan kusembah
Slama hidupku kusembah Kau Tuhan
Pengakuan Dosa
KJ No. 441 – Ku Ingin Menyerahkan
kepada Tuhanku. Kubunuh keinginan dan hasrat hatiku, supaya
hanya Tuhan mengisi hidupku.
hatiku pun segar. DarahNya dicurahkan, nyawaNya pun dib'ri,
teruraslah jiwaku, hidupku berseri.
tak jatuh segera. Kendati demikian, bertambah dayaku, sebab
pengasihanNya menopang hidupku.
tersesat. Dan RohNya menerangkan kasihNya yang besar, sehingga
dalam susah hatiku bergemar.
yang rindu dan penat. Di sorga kusampaikan pujian, syukurku,
sebab dib'ri ujian di dalam hidupku.
Pemberitaan Anugerah Allah
NNBT No. 36 – Barang Siapa Yang Percaya Kepada Tuhan
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu 'ku teduh.
Hatiku yang Engkau pulihkan padaMu juga kuberikan.
curahan kasih, kesukaan Engkau limpahkan bagiku.
Andaikan orang menyadari, niscaya, Tuhan, Kau dicari.
'ku berserah sebulat hati di dalam arus rahmatNya.
Diriku tak kuingat lagi, lautan kasih kuselami.
Kauraih aku kepadaMu membuat aku milikMu.
Diriku sudah Kaukasihi, Kau jualah yang aku pilih.
padamu datanglah umatMu mencari hidup yang baka.
Yang bertelut bertadah-tangan, berlimpah-limpah Kaukenyangkan.
dalam hidupku nyatalah: Seluruh kata dan
kerjaku biar penuh dengan namaMu.
Nyanyian Penutup
DSL No. 181 – Yang Menabur Dengan Tangis
Yang menabur dengan tangis,
sambil harap Tuhan Hu.
Mengetam klak
dengan sorak
slamat yang
kekal penuh.
Reff.
Embun surga pun mendiris,
matahari membenas.
Hingga sarat tangkai pulur.
Jadi masaklah lekas.
Tegal itu jangan lalai,
biar taburlah segera
pada musim pengetaman,
engkau klak bersoraklah.
Pandang gandum yang diladang.
Hai betapa suburnya
masing-masing bri seratus,
meski iblis mencegah.
(RP)