alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Sebut Injil Palsu, Roh Kudus-Roh Kudis, Stepanus-Tetanus di Khotbah Masjid,…

RADARPAPUA.ID – Terdakwa kasus ujaran kebencian dan penodaan agama, Yahya Waloni mengaku bahwa perkataannya dalam ceramah yang menyebut Injil atau Alkitab adalah kitab palsu dan fiktif hanya gurauan alias bercanda.

 

Namun, ia menyadari bahwa candaan yang ia lontarkan terlampau kasar dan tak beretika. Oleh karena itu, ia pun kembali meminta maaf atas ucapannya.

 

“Tujuan saya itu hanya sebagai candaan, tapi ternyata saya terlampau kasar. Etikanya benar-benar nggak, saya mohon maaf,” ujar Yahya dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Selasa (21/12).

 

Yahya mengakui bahwa candaannya itu, juga terbawa oleh emosi jemaah yang kala itu merespons dengan gelak tawa. Ia mengakui sempat memelesetkan sejumlah nama penting menurut agama Nasrani dalam ceramah. Ia memelesetkan Roh Kudus menjadi roh kudis, Stepanus diubah menjadi tetanus. Ia tak mengira, candaan itu rupanya ramai dan memancing kemarahan masyarakat. “Motivasi saya hanya karena bertujuan untuk candaan. Saya baru menyadari bahwa hal tersebut menyebabkan meresahkan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Diancam Penjara Maksimal Enam Tahun Penjara, Yahya Waloni Bebas Usai Pilpres

 

Di sisi lain, Yahya juga tak mengetahui bahwa ceramahnya disiarkan secara langsung. Meski begitu, ia menyadari bahwa pernyataan itu tak semestinya ia ucapkan. “Sepengetahuan saya itu hanya dokumentasi orang yang merekam saja,” kata dia.

 

Yahya juga mengakui bahwa pernyataan serupa juga pernah ia lakukan dalam sesi ceramah di kesempatan dan tempat berbeda, salah satunya di Masjid Kauman, Pekalongan, Jawa Tengah.

RADARPAPUA.ID – Terdakwa kasus ujaran kebencian dan penodaan agama, Yahya Waloni mengaku bahwa perkataannya dalam ceramah yang menyebut Injil atau Alkitab adalah kitab palsu dan fiktif hanya gurauan alias bercanda.

 

Namun, ia menyadari bahwa candaan yang ia lontarkan terlampau kasar dan tak beretika. Oleh karena itu, ia pun kembali meminta maaf atas ucapannya.

 

“Tujuan saya itu hanya sebagai candaan, tapi ternyata saya terlampau kasar. Etikanya benar-benar nggak, saya mohon maaf,” ujar Yahya dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Selasa (21/12).

 

Yahya mengakui bahwa candaannya itu, juga terbawa oleh emosi jemaah yang kala itu merespons dengan gelak tawa. Ia mengakui sempat memelesetkan sejumlah nama penting menurut agama Nasrani dalam ceramah. Ia memelesetkan Roh Kudus menjadi roh kudis, Stepanus diubah menjadi tetanus. Ia tak mengira, candaan itu rupanya ramai dan memancing kemarahan masyarakat. “Motivasi saya hanya karena bertujuan untuk candaan. Saya baru menyadari bahwa hal tersebut menyebabkan meresahkan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Minta Umat Jangan Terpancing, Yahyah Waloni Ungkap Penyebab Dipenjara, Ternyata

 

Di sisi lain, Yahya juga tak mengetahui bahwa ceramahnya disiarkan secara langsung. Meski begitu, ia menyadari bahwa pernyataan itu tak semestinya ia ucapkan. “Sepengetahuan saya itu hanya dokumentasi orang yang merekam saja,” kata dia.

 

Yahya juga mengakui bahwa pernyataan serupa juga pernah ia lakukan dalam sesi ceramah di kesempatan dan tempat berbeda, salah satunya di Masjid Kauman, Pekalongan, Jawa Tengah.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/