alexametrics
24.7 C
Jayapura
Wednesday, 25 May 2022

Bunuh Sejoli, Kolonel P Dikurung di Tahanan Militer Tercanggih

RADARPAPUA.ID – Tiga anggota TNI Kolonel P, Kopral Dua DA dan Kopral Dua AS telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan sejoli Handi Saputra dan Salsabila, di Nagreg. Ketiganya juga telah ditahan tetapi tidak di sel yang sama

 

“Saat ini Kolonel P ada di tahanan militer yang tercanggih, yang kita sebut smart, yang baru tahun lalu kita resmikan. Nah kemudian satu anggota Sertu AS itu ada di Bogor, dan satu lagi DA itu ada di Cijantung,” kata Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, kepada wartawan di Kantor Kemenkominfo Jakarta, Selasa (27/12/2021). “Kita pusatkan tapi tidak kita satukan, sehingga bisa kita konfirmasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Jangan Kaget Jika Nama Jenderal Andika Perkasa Tiba-tiba Muncul di Pilpres

 

Andika menegaskan, pada ketiganya akan diberikan tuntutan maksimal yaitu seumur hidup. “Walaupun sebetulnya Pasal 340 ini memungkinkan hukuman mati, tapi kita ingin sampai dengan seumur hidup saja,” tegasnya.

 

“Terlepas dari motivasinya, Pasal 340 kan berarti masuk berencananya itu. Nah itulah yang menurut saya, sudahlah, itu tidak bisa ditoleransi,” sambungnya.

 

Dia juga memastikan persidangan kasus ini akan digelar terbuka. Sehingga, untuk awak media dapat mengawal persidangan tersebut. “Kami tidak ada peradilan yang kemudian tertutup, jadi kalau ada rekan-rekan media yang mau mengawal pun kami persilakan, kita pasti buka, tidak ada yang kami tutupin,” tutupnya.

RADARPAPUA.ID – Tiga anggota TNI Kolonel P, Kopral Dua DA dan Kopral Dua AS telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan sejoli Handi Saputra dan Salsabila, di Nagreg. Ketiganya juga telah ditahan tetapi tidak di sel yang sama

 

“Saat ini Kolonel P ada di tahanan militer yang tercanggih, yang kita sebut smart, yang baru tahun lalu kita resmikan. Nah kemudian satu anggota Sertu AS itu ada di Bogor, dan satu lagi DA itu ada di Cijantung,” kata Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, kepada wartawan di Kantor Kemenkominfo Jakarta, Selasa (27/12/2021). “Kita pusatkan tapi tidak kita satukan, sehingga bisa kita konfirmasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Tiga Kepala Staf Punya Peluang Gantikan Hadi Tjahjanto

 

Andika menegaskan, pada ketiganya akan diberikan tuntutan maksimal yaitu seumur hidup. “Walaupun sebetulnya Pasal 340 ini memungkinkan hukuman mati, tapi kita ingin sampai dengan seumur hidup saja,” tegasnya.

 

“Terlepas dari motivasinya, Pasal 340 kan berarti masuk berencananya itu. Nah itulah yang menurut saya, sudahlah, itu tidak bisa ditoleransi,” sambungnya.

 

Dia juga memastikan persidangan kasus ini akan digelar terbuka. Sehingga, untuk awak media dapat mengawal persidangan tersebut. “Kami tidak ada peradilan yang kemudian tertutup, jadi kalau ada rekan-rekan media yang mau mengawal pun kami persilakan, kita pasti buka, tidak ada yang kami tutupin,” tutupnya.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/