alexametrics
28.7 C
Jayapura
Sunday, 26 June 2022

Bunuh Sejoli, Kolonel P Dikurung di Tahanan Militer Tercanggih

Sebelumnya, ketiga anggota TNI tersebut disangkakan Peraturan Undang-undang dengan ancaman maksimal seumur hidup. Mereka akan dijerat hukum pidana berlapis berdasarkan, UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, antara lain Pasal 310 (ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun) dan pasal 312 (ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun).

 

Mereka juga disangkakan dengan Pasal 181 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 bulan, Pasal 359 dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun, Pasal 338 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, dan Pasal 340 dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup.

 

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) mengambil alih kasus kecelakaan sejoli di Nagreg, Jawa Barat, yang melibatkan tiga anggota TNI. Berkas kasus tersebut ditargetkan rampung pekan ini.

 

Motif ketiga tersangka membuang korban saat ini masih dalam penyidikan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan, pihaknya akan terus mengawal proses hukum terhadap tiga anggota TNI tersebut. Dia juga pastikan proses hukum berjalan transparan.

 

Dudung memastikan, sanksi untuk tiga anggota menyesuaikan dengan apa yang menjadi putusan dari Pengadilan Militer. “Apabila pengadilan memutuskan adanya pidana tambahan pemecatan, maka akan menindaklanjuti proses pemecatan secara administratif,” tegasnya (mdk/lia/merdeka.com)

 

Sebelumnya, ketiga anggota TNI tersebut disangkakan Peraturan Undang-undang dengan ancaman maksimal seumur hidup. Mereka akan dijerat hukum pidana berlapis berdasarkan, UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, antara lain Pasal 310 (ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun) dan pasal 312 (ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun).

 

Mereka juga disangkakan dengan Pasal 181 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 bulan, Pasal 359 dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun, Pasal 338 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, dan Pasal 340 dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup.

 

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) mengambil alih kasus kecelakaan sejoli di Nagreg, Jawa Barat, yang melibatkan tiga anggota TNI. Berkas kasus tersebut ditargetkan rampung pekan ini.

 

Motif ketiga tersangka membuang korban saat ini masih dalam penyidikan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan, pihaknya akan terus mengawal proses hukum terhadap tiga anggota TNI tersebut. Dia juga pastikan proses hukum berjalan transparan.

 

Dudung memastikan, sanksi untuk tiga anggota menyesuaikan dengan apa yang menjadi putusan dari Pengadilan Militer. “Apabila pengadilan memutuskan adanya pidana tambahan pemecatan, maka akan menindaklanjuti proses pemecatan secara administratif,” tegasnya (mdk/lia/merdeka.com)

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/